Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Januari 2026: GZCO, INET, JPFA, SMRA, BRPT

2 weeks ago 31

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa (20/1/2026). IHSG hari ini akan menguji 9.123-9.151. Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,64% ke posisi 9.133 dan masih didominasi oleh volume beli meski cenderung menurun pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], area penguatan di 9.123-9.151.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 9.000-9.200. “Potensi koreksi mulai terbuka,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) - Buy on Weakness

Saham GZCO menguat 6,25% ke 272 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi GZCO saat ini berada pada bagian dari wave (B),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 264-268

Target Price: 280, 296

Stoploss: below 262

2.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Spec Buy

Saham INET menguat 10,58% ke 575 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Saat ini kami perkirakan, posisi INET berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B],” kata dia.

Spec Buy: 545-565

Target Price: 620, 660

Stoploss: below 540

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) - Buy on Weakness

Saham JPFA menguat 2,96% ke 2,780 namun disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5,” tutur dia.

Buy on Weakness: 2.670-2.720

Target Price: 2.840, 3.030

Stoploss: below 2.570

4.PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) - Buy on Weakness

Saham SMRA terkoreksi 1,95% ke 402 dan masih didominasi oleh tekanan jual meskipun cenderung mengecil. “Kami perkirakan, posisi SMRA saat ini berada pada bagian dari wave ii dari wave (iii),” ujar dia.

Buy on Weakness: 390-402

Target Price: 416, 442

Stoploss: below 380

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 19 Januari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada sesi kedua perdagangan saham Senin, (19/1/2026). IHSG hari ini ditutup ke level tertinggi baru di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 35,9 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,64% ke posisi 9.133,87. Indeks saham LQ45 melonjak 00,41% ke posisi 893,12. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, IHSG ditutup naik 0,64% dan masih didominasi oleh volume pembelian.

"Pergerakan IHSG cenderung fluktuatif pada hari ini dan sempat mencapai area koreksi yang kami sampaikan pada report teknikal, pergerakannya terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan juga mayoritas bursa global,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, pergerakan IHSG hari ini didorong sektor saham consumer siklikal dan emiten-emiten perbankan kapitalisasi besar. Adapun nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS, Herditya menilai, hal itu didorong gejolak internal. “Di mana kita ketahui defisit fiskal mendekati 3% dan juga gejolak eksternal dari ancaman tarif tarif impor AS,” kata dia.

Sektor Saham

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.133,87 dan level terendah 9.025,99. Sebanyak 316 saham melemah sehingga bebani kenaikan IHSG. 377 saham menguat sehingga angkat IHSG. 100 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.935.576 kali dengan volume perdagangan saham 85,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 35,9 triliun.

Kenaikan nilai transaksi itu seiring di pasar negosiasi, transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp 6,9 triliun. Di pasar negosiasi, saham BUMI turun 24,89% ke posisi Rp 350 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 13 kali dengan volume perdagangan 1.821.028.000. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 450 dan terendah Rp 350 di pasar negosiasi.

Sektor saham bervariasi pada awal pekan ini. Sektor saham consumer siklikal bertambah 2,45% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi melompat 0,96%, sektor saham industri menanjak 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,72%. Lalu sektor saham properti menguat 0,22% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,90%.

Sementara itu, sektor saham transportasi turun 1,23% dan catat koreksi terbsar. Sektor saham basic susut 0,15%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,86%, sektor saham keuangan susut 0,17%, sektor saham teknologi turun 0,28%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |