Rekomendasi Saham Hari Ini 13 Januari 2026: ASII, HRUM, INKP, UNVR, ANTM hingga INDY

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Selasa, (13/1/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 9.032-9.100. Seiring hal itu, bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,58% ke posisi 8.884 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat, koreksinya pun tertahan oleh moving average (MA)20 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.032-9.100.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.839,8.764 dan level resistance 8.908,8.996.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 8.760-9.000. “Ruang penguatan masih terbuka,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII menguat 1,82% ke 7.000 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5,” ujar dia.

Buy on Weakness: 6.725-6.900

Target Price: 7.100, 7.225

Stoploss: below 6.600

2.PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Buy on Weakness

Saham HRUM terkoreksi 0,86% ke 1.155 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi HRUM sedang berada di bagian dari wave (iv) dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.090-1.155

Target Price: 1.215, 1.285

Stoploss: below 1.050

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) - Buy on Weakness

Saham INKP menguat 2,33% ke 9.900 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi INKP saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i].

Buy on Weakness: 9.625-9.825

Target Price: 10.225, 10.525

Stoploss: below 9.300

4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness

Saham UNVR terkoreksi 0,76% ke 2.600 dan didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi UNVR sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv],” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.400-2.560

Target Price: 2.700, 2.890

Stoploss: below 2.350

Penutupan IHSG pada 12 Januari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp 40 triliun.

Mengutip data RTI,IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.

IHSG sempat turun ke level terendah 8.715, dan berupaya berbalik arah menghijau. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG yang berupaya naik wajar setelah IHSG terkoreksi cukup dalam. “Diperkirakan para investor mengambil peluang pada saat tersebut,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, IHSG yang sempat turun dalam dibebani oleh emiten-emiten energi yang sempat terkoreksi kurang lebih 2%. Hal itu diperkirakan ada kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. “Saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif,” kata dia.

Kinerja Perdagangan

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pelemahan IHSG sekitar 2% dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup agresif setelah indeks sempat menyentuh level psikologis 9.000.

“Di level tersebut, pasar membutuhkan katalis yang lebih kuat dan berkelanjutan agar penguatan bisa berlanjut dan bertahan di atas 9.000,” tutur dia.

Ia juga mengatakan, tekanan terhadap indeks juga semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi seperti BUMI dan DEWA yang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. “Koreksi seperti ini masih tergolong wajar dan belum mengubah arah tren pasar secara keseluruhan,” kata dia.

Sebanyak 435 saham merosot sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 97 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 5.972.586 kali dengan volume perdagangan saham 74,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.840.

Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur melemah 2,37%, dan catat koreksi terbesar. Sementara itu, sektor saham teknologi turun 1,68%, sektor saham energi terpangkas 1,39%, dan sektor saham keuangan terperosok 1,04%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,58%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,35%. Di sisi lain, sektor saham industri dan consumer siklikal masing-masing naik 2,22%. Sektor saham basic bertambah 0,74%, sektor saham properti melesat 0,49% dan sektor saham transportasi melejit 0,75%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |