Bank Jago (ARTO) Buka Peluang Spin Off Jago Syariah, Ini targetnya

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) membuka peluang untuk melakukan pemisahan usaha (spin off) terhadap unit usaha syariahnya, Jago Syariah, di masa mendatang.

Meski demikian, bank digital tersebut menegaskan bahwa saat ini fokus utama masih pada upaya memperbesar skala bisnis dan memperluas basis pengguna.

Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja menjelaskan bahwa baik Bank Jago maupun Jago Syariah masih tergolong institusi yang relatif baru. Bank Jago sendiri mulai beroperasi pada 2020, sementara unit syariahnya diluncurkan pada tahun berikutnya.

"Karena kita masih baru 4 tahun masih bawang gitu ya," kata Waasi dalam Forum Jurnalis Jago, di Kantor Pusat Bank Jago, ditulis Kamis (5/3/2026).

Menurut Waasi, keputusan untuk melakukan spin off akan mengikuti ketentuan regulator jika persyaratannya telah terpenuhi. Namun untuk saat ini, prioritas utama perusahaan adalah memperkuat pertumbuhan bisnis.

Ia juga menegaskan bahwa tahap awal perjalanan sebuah bank digital memerlukan waktu untuk membangun fondasi yang kuat, baik dari sisi layanan, teknologi, maupun kepercayaan nasabah.

Fokus Memperbesar Basis Pengguna

Waasi menilai ukuran besar sebuah bank tidak semata-mata ditentukan oleh nilai aset yang dimiliki. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah jumlah pengguna serta tingkat kepuasan mereka terhadap layanan yang diberikan.

"Bagi Jago dan Jago Syariah itu salah satu yang paling penting adalah pengguna dan kepuasan penggunanya. Karena kalau angkanya pasti ngikutin ya," ujarnya.

Menurutnya, apabila jumlah pengguna meningkat dan tingkat kepuasan tetap terjaga, maka pertumbuhan aset akan mengikuti secara alami seiring dengan aktivitas keuangan nasabah.

Pertumbuhan Nasabah Jago Syariah

Adapun hingga akhir Desember 2025, jumlah pengguna Jago Syariah tercatat hampir mencapai 2,4 juta nasabah. Angka tersebut meningkat sekitar 16,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Konsep goal-based saving menjadi salah satu pendekatan yang mendorong pertumbuhan tersebut. Melalui fitur Kantong, nasabah dapat mengatur keuangan berdasarkan tujuan finansial tertentu, termasuk kebutuhan ibadah.

Sejumlah nasabah memanfaatkan fitur tersebut untuk menyiapkan dana zakat, infak, hingga rencana ibadah seperti umrah dan haji. Tercatat lebih dari 40 ribu nasabah telah mulai merencanakan ibadah melalui Kantong Haji dan Kantong Umrah.

Dari sisi kinerja keuangan, laporan Bank Jago menunjukkan bahwa hingga September 2025 aset Jago Syariah mencapai sekitar Rp 2,86 triliun. Sementara itu, total aset Bank Jago secara keseluruhan tercatat sebesar Rp 34,49 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |