Prediksi IHSG Hari Ini 7 Agustus 2025, Berpeluang Sideways

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak sideways pada perdagangan Kamis, (7/8/2025).

IHSG melemah tipis 0,15% dan disertai dengan aksi beli investor asing Rp 506 miliar.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG hari ini berpotensi cenderung bergerak sideways pada perdagangan Kamis pekan ini. IHSG akan berada di level support 7.400-7.450 dan level resistance 7.530-7.550.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi iHSG sedang berada pad bagian dari wave (iv) dari wave © sehingga IHSG masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji 7.259-7.415. “Ini sekaligus menguji area support terdekatnya,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.240,7.415 dan level resistance 7.675,7.758 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Wir Asia Tbk (Wrig), PT MNC Land Tbk (KPG), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Trading Idea hari ini: MINA, WIRG, KPIG, ARCI, RAJA, dan ASII

  • MINA Spec Buy dengan area beli di 180-188, cutloss di bawah 172. Target dekat di 204-214.
  • WIRG Buy if Break 122, dengan target jual di 125-130. Cutloss di bawah 118.
  • KPIG Spec Buy dengan area beli di 206-208, cutloss di bawah 202. Target dekat di 218-224.
  • ARCI Spec Buy dengan area beli di 730-760, cutloss di bawah 710. Target dekat di 800-860.
  • RAJA Spec Buy dengan area beli di 2570-2600, cutloss di bawah 2540. Target dekat di 2680-2750.
  • ASII Spec Buy dengan area beli di 4900, cutloss di bawah 4850. Target dekat di 4940-5000. 
  •  

Penutupan IHSG 6 Agustus 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Rabu (6/8/2025). Koreksi IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun tipis 0,15% ke posisi 7.503,75. Indeks LQ45 merosot 0,83% ke posisi 789,5. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.549,26 dan level terendah 7.502,01. Sebanyak 320 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. Namun, 270 saham melemah dan 215 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.900.832 kali dengan volume perdagangan 28,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 15,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.342.

Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,01%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur merosot 0,54%, sektor saham keuangan melemah 0,27%. Lalu sektor saham teknologi dan transportasi masing-masing turun 0,24%. Sektor saham kesehatan turun 0,03%

Pada perdagangan Rabu pekan ini, saham DSSA naik 0,76% ke posisi Rp 66.400 per saham. Harga saham DSSA dibuka turun 400 poin ke posisi Rp 65.500 per saham. Saham DSSA berada di level tertinggi Rp 68.000 dan terendah Rp 65.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.537 kali dengan volume perdagangan 57.785 saham. Nilai transaksi Rp 385,9 miliar.

Saham IMPC meroket 16% ke posisi Rp 580 per saham. Harga saham IMPC dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 510 per saham. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 585 dan terendah Rp 500 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.811 kali dengan nilai transaksi Rp 55,4 miliar. Total volume perdagangan 1.031.208 saham.

Sentimen IHSG

Dalam kajian tim riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, bursa regional Asia bergerak variatif, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dalam mencermati perkembangan arah kebijakan dan prospek pertumbuhan global.

Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengenakan tarif hingga 250 persen pada impor farmasi, serta potensi pungutan pada semikonduktor.

Trump mengatakan tarif akan dimulai pada impor farmasi dan akan ditingkatkan dalam beberapa tahun mendatang, sementara pengumuman tarif untuk semikonduktor diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

“Selain itu, kekhawatiran tentang stagflasi muncul setelah data ekonomi AS yang melemah, data Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas jasa AS hampir stagnan pada Juli 2025, atau naik tipis dari sebelumnya 55,2 menjadi 55,7,” demikian seperti dikutip.

Data itu di bawah ekspektasi dan menggarisbawahi hambatan ekonomi akibat tarif Presiden AS Donald Trump.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia (GDP) pada kuartal II-2025 sebesar 5,12 persen year on year (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan sebesar 4,87 persen (yoy) pada kuartal I-2025.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |