Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (6/8/2026). IHSG hari ini akan berada di kisaran 7.400-7.600.
“IHSG masih berpotensi melanjutkan rebound hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
IHSG akan bergerak di level support 7.400-7.450 dan level resistance 7.550-7.600 pada perdagangan Rabu pekan ini.
Dalam Kiwoom Research menyebutkan, IHSG sempat adakan percobaan menembus resistance dengan menyentuh intraday hight di 7.546, sedikit di atas moving average (MA)10 harian di 7,53. Namun, sayang IHSG masih dipukul turun. “Posisi closing ini menandakan tekanan konsolidasi masih eksis, di mana support MA20/7.355 mungkin akan jadi level konsolidasi berikut jika ada,” demikian seperti dikutip.
Untuk rekomendasi saham, Fanny memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT WIR Asia Tbk (WIRG), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Trading Idea hari ini: BKSL, PGEO, MINA, BREN, WIRG, dan SRTG
- BKSL Spec Buy dengan area beli di 160-163, cutloss di bawah 156. Target jual dekat di 170-174.
- PGEO Buy on Weakness dengan area beli di 1565-1575, cutloss di bawah 1550. Target jual dekat di 1600-1620.
- MINA Buy on Weakness dengan area beli di 157-161, cutloss di bawah 149. Target jual dekat di 173-180.
- BREN Buy on Weakness dengan area beli di 6975, cutloss di bawah 6725. Target jual dekat di 7225-7400.
- WIRG Spec Buy dengan area beli di 115, cutloss di bawah 113. Target jual dekat di 119-121.
- SRTG Spec Buy dengan area beli di 1850-1875, cutloss di bawah 1800. Target jual dekat di 1900-1920.
Penutupan IHSG pada 5 Agustus 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (5/8/2025). Kenaikan IHSG terjadi di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,68% ke posisi 7.515,18. Indeks LQ45 bertambah 1,07% ke posisi 796,21. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.546,94 dan level terendah 7.463,05. Sebanyak 330 saham melemah sehingga bebani IHSG. 274 saham menguat dan 200 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.010.567 kali dengan volume perdagangan 28,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 16.376.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal melonjak 3,72% dan catat penguatan terbesar. Diikuti sektor saham keuangan naik 1,32%, sektor saham properti menguat 1,11%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 0,95%, sektor saham kesehatan menanjak 0,58%, sektor saham transportasi bertambah 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,24%, dan sektor saham energi naik tipis 0,09%.
Sementara itu, sektor saham basic melemah 1,11%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri merosot 0,25%, sektor saham infrastruktur susut 0,13%.
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Senin, 5 Agustus 2025. Kenaikan bursa saham Asia Pasifik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana menaikkan tarif ekspor India ke negara itu secara signifikan.
“India tidak hanya membeli minyak Rusia dalam jumlah besar, tetapi mereka juga menjual sebagian besar minyak yang dibeli di pasar terbuka untuk mendapatkan keuntungan besar,” tulis Trump di platform media sosial Truth Social.
Berikut kinerja bursa saham Asia Pasifik seperti dikutip dari CNBC:
- Indeks ASX 200 naik 1,23%
- Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,68%
- Indeks Kospi di Korea Selatan naik 1,6%
- Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,64%
- Indeks Nifty 50 melemah 0,24%
- Indeks Shanghai naik 0,96%