Prediksi IHSG Hari Ini 4 Agustus 2025, Berpeluang Koreksi ke Level Segini

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi merosot pada perdagangan Senin, (4/8/2025). Sentimen data ekonomi Amerika Serikat (AS) akan pengaruhi IHSG hari ini.

“IHSG masih terbuka peluang koreksi dengan melemahnya bursa Amerika Serikat, efek data tenaga kerja yang turun drastic,” ujar Head of Retal Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.430-7.480 dan level resistance 7.580-7.640 pada perdagangan Senin pekan ini.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (iv) sehingga IHSG masih rawan koreksi dengan rentang area 7.529-7.415 sekaligus menguji area support.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.415,7.344 dan level resistance 7.675,7,758.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Trading Idea hari ini: MINA, BKSL, RATU, MDKA, ANTM, dan PANI

  • MINA Spec Buy dengan area beli di 170-176, cutloss di bawah 165. Target dekat di 195-204.
  • BKSL Spec Buy dengan area beli di 163-165, cutloss di bawah 158. Target dekat di 169-175.
  • RATU Spec Buy dengan area beli di 7.775-7.875, cutloss di bawah 7.750. Target dekat di 7.950-8.125.
  • MDKA Buy if Break 2.470, dengan target dekat di 2.540-2.600. Cutloss di bawah 2.380.
  • ANTM Spec Buy dengan area beli di 2.860-2.880, cutloss di bawah 2.850. Target dekat di 2910-2950.
  • PANI Spec Buy dengan area beli di 16.000-16.125, cutloss di bawah 15.950. Target dekat di 16.250-16.350.    

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 1 Agustus 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan Jumat (1/8/2025). Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham basic.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,71% ke posisi 7.537,76. Indeks LQ45 bertambah 0,80% ke posisi 796,82. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.579,60 dan level terendah 7.523,62. Sebanyak 357 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 255 saham melemah dan 189 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.706.435 kali dengan volume perdagangan 29,1 miliar saham. Nilai transaksi Rp 15 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.506.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic naik 3,01%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham infrastruktur menanjak 2,90%, sektor saham consumer siklikal menguat 1,55%.

Sementara itu, sektor saham energi menanjak 0,07%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,45%, sektor saham properti bertambah 0,80%, dan sektor saham transportasi naik 0,37%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan terpangkas 1,11%, sektor saham industri susut 0,48%, sektor saham keuangan merosot 0,16%.

Sentimen IHSG

Dalam kajian tim riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, bursa regional Asia cenderung bergerak melemah mengawali bulan ini.

“Pasar tampaknya terbebani oleh tarif timbal balik baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai dari 10 persen hingga 41 persen pada impor dari negara-negara tanpa kesepakatan perdagangan, efektif hari ini,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Dari kawasan Asia, survei swasta menunjukkan penurunan tidak terduga sektor manufaktur China pada Juli 2025, memperkuat data resmi yang menandai penurunan bulanan ke empat, di tengah hambatan perdagangan yang sedang berlangsung dan gangguan cuaca buruk.

Para pejabat AS dan China telah menyelesaikan perundingan perdagangan di Stockholm, Swedia, namun Trump belum menyetujui perpanjangan gencatan senjata terhadap tarif yang berlaku.

Dari AS, data menunjukkan Price Consumer Index (PCE) Inti dan harga umum melampaui ekspektasi pada Juni 2025, yang memperkuat kekhawatiran tentang inflasi terus-menerus di sektor-sektor utama ekonomi, dan semakin memperumit prospek potensi penurunan suku bunga pada September 2025.

Data Ekonomi

Pelaku pasar saat ini mengalihkan perhatian terhadap laporan ketenagakerjaan AS periode Juli 2025, yang diharapkan akan memberikan wawasan baru tentang kondisi pasar tenaga kerja dan membantu membentuk langkah kebijakan The Fed selanjutnya.

Dari dalam negeri, S&P Global melaporkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat sebesar 49,2 pada Juli 2025, atau naik dari posisi 46,9 pada Juni 2025, namun indeks masih berada di bawah ambang batas netral 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan posisi neraca perdagangan Indonesia Juni 2025 mengalami surplus sebesar USD 4,1 miliar, sehingga mencatatkan selama 62 bulan beruntun mengalami surplus.

Inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 2,37% pada Juli 2025, naik dari 1,87% pada Juni 2025, dan sedikit di atas proyeksi pasar sebesar 2,24%, sementara tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) 1,5% hingga 3,5%.

Terjaganya laju inflasi akan berpotensi memberikan ruang untuk Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunganya. Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi lebih banyak, yang pada gilirannya dapat menopang pertumbuhan ekonomi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |