Pasar Surat Utang Tetap Perkasa di Tengah Euforia Saham

3 weeks ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah reli pasar saham yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi bursa ke level tertinggi sepanjang sejarah, pasar surat utang Indonesia menunjukkan ketahanan yang tak kalah solid.

Aktivitas penerbitan obligasi, besarnya outstanding, serta dominasi Surat Berharga Negara (SBN) menegaskan peran strategis pasar pendapatan tetap sebagai penopang stabilitas sistem keuangan.

Mengutip keterangan Bursa Efek Indoneesia (BEI), Minggu (18/1/2026), selama periode 12–15 Januari 2026, tercatat satu pencatatan obligasi korporasi di Bursa Efek Indonesia. Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 resmi masuk papan bursa dengan nilai pokok Rp 1,5 triliun.

Penerbitan obligasi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk ini memperoleh peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Peringkat tersebut mencerminkan kualitas kredit yang kuat serta tingkat kepercayaan investor terhadap prospek dan fundamental emiten.

Meski jumlah pencatatan obligasi pada periode tersebut terbatas, kualitas emisi dinilai tetap terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar surat utang bergerak lebih selektif, dengan fokus pada penerbit berfundamental solid di tengah dinamika pasar keuangan global.

Outstanding Obligasi dan Sukuk Masih Jumbo

Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 7 emisi dari 6 emiten dengan nilai Rp 218,90 triliun.

Sementara itu, total obligasi dan sukuk yang beredar di BEI mencapai 665 emisi dengan nilai outstanding Rp 542,85 triliun dan USD 134,01 juta yang diterbitkan oleh 137 emiten.

Angka tersebut menegaskan bahwa pasar surat utang nasional masih menjadi sumber pendanaan utama bagi korporasi dan institusi. Di tengah lonjakan minat terhadap saham, obligasi tetap dipilih sebagai instrumen pembiayaan jangka menengah hingga panjang yang stabil.

Dominasi SBN Jaga Stabilitas Pasar Keuangan

Selain obligasi korporasi, SBN masih menjadi tulang punggung pasar surat utang Indonesia. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat 190 seri SBN di BEI dengan nominal mencapai Rp 6.484,29 triliun dan USD 352,10 juta.

Keberadaan SBN dalam jumlah besar, ditambah instrumen lain seperti Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp3,99 triliun, memperlihatkan kedalaman pasar pendapatan tetap nasional.

Di tengah euforia pasar saham, kekuatan pasar surat utang ini berperan penting menjaga keseimbangan dan stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |