Melantai di Bursa Hari Ini, Pancaran Samudera Transport (PSAT) Bidik Dana Segar Rp 200,12 Miliar

1 month ago 21

Liputan6.com, Jakarta - PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) perusahaan pelayaran dan logistik laut bakal mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa, 8 Juli 2025.

Melansir prospektus perusahaan, PSAT menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan melepas sebanyak 222.353.000 saham baru atau setara 15% dari modal disetor penuh setelah IPO. Saham ditawarkan dengan harga Rp 900 per lembar, sehingga perusahaan membidik dana segar sebesar Rp200,12 miliar dari aksi korporasi ini.

Dalam prospektus yang dirilis, PST juga mengalokasikan 555.000 saham atau 0,249% dari total saham yang ditawarkan kepada karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA).

Dana IPO untuk Perkuat Armada dan Modal Kerja

Dari total dana hasil IPO, sekitar Rp175 miliar akan disuntikkan ke anak usaha PT Pancaran Karya Shipping (PKS) untuk membeli dua unit kapal bulk carrier. Sementara sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, terutama pengadaan bahan bakar kapal.

Rencana pembelian kapal tersebut telah dituangkan dalam perjanjian pengikatan jual beli dengan PT Pancaran Maritim Transportindo, yang merupakan pihak afiliasi, dan telah melalui penilaian independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik.

Fokus pada Angkutan Laut Barang Khusus

PST bergerak di sektor angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan umum, seperti batubara, nikel, pupuk, batu split, dan steel plate. Hingga saat ini, Perseroan mengoperasikan 36 unit tugboat, 29 unit tongkang, dan dua kapal bulk carrier melalui anak usaha.

Perusahaan juga memiliki prospek usaha yang cerah, didukung oleh meningkatnya permintaan batubara dalam negeri dan kebutuhan energi nasional, termasuk target Domestic Market Obligation (DMO) batubara 2025 sebesar 229,3 juta ton, naik dari target 2024 sebesar 220 juta ton (sumber: APBI-ICMA).

Saham PSAT Segera Tercatat di Bursa

PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) resmi menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 222.353.000 saham biasa atas nama. Jumlah tersebut setara dengan 15% dari total modal disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berkisar Rp850 hingga Rp900 per saham, sehingga total nilai emisi maksimal mencapai Rp 200,12 miliar.

Penawaran umum PSAT akan berlangsung pada 2–4 Juli 2025, dengan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 8 Juli 2025. Dalam proses IPO ini, PSAT menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan komitmen penuh (full commitment).

 Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang berasal dari portepel perusahaan. Investor yang membeli saham PSAT juga akan memperoleh hak-hak setara seperti saham lainnya, termasuk hak atas dividen, hak suara dalam RUPS, dan hak atas saham bonus serta HMETD.

Dividen 100%: PSAT Komitmen Bagikan Laba Secara Maksimal

Dalam prospektusnya, PSAT menyampaikan kebijakan pembagian dividen yang sangat menarik: membagikan seluruh laba ditahan setelah menyisihkan cadangan wajib. Pembagian dividen akan dilakukan dalam bentuk tunai kepada pemegang saham, dengan memperhatikan kondisi keuangan dan kebutuhan dana Perseroan.

“Perseroan merencanakan pembagian dividen tunai sebanyak-banyaknya 100% dari laba bersih setelah dikurangi cadangan wajib,” dikutip dari prospektus IPO perseroan, Rabu (2/7/2025). Namun, realisasinya tetap memperhatikan hasil RUPS Tahunan setiap tahunnya, termasuk kebutuhan untuk modal kerja dan pengembangan usaha.

Kebijakan ini menjadikan saham PSAT menarik bagi investor yang mencari pendapatan rutin. Apalagi, dalam tiga tahun terakhir, PSAT telah menunjukkan performa laba bersih yang konsisten, mencapai Rp243 miliar pada 2024, Rp262 miliar di 2023, dan Rp167 miliar di 2022.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |