Nvidia dalam Angka: Kapitalisasi Pasar hingga Kekayaan CEO Jensen Huang

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Produsen chip Nvidia melaporkan pendapatan pada kuartal kedua naik 56% dan laba bersih tumbuh 59% dibandingkan tahun lalu pada perdagangan Rabu,27 Agustus 2025.

Namun, penjualan di divisi data center sedikit di bawah perkiraan wall street. Saham Nvidia pun melemah setelah jam perdagangan. Demikian mengutip laman AP, ditulis Minggu (31/8/2025).

Nvidia dan perusahaan lain yang diuntungkan oleh lonjakan kecerdasan buatan telah menjadi alasan utama S&P 500 mencetak rekor tahun ini.

Lonjakan laba telah membantu mendorong pasar meski ada kekhawatiran tentang melemahnya ekonomi Amerika Serikat akibat tarif dan kebijakan lain dari pemerintahan Donald Trump.

Perjalanan perusahaan menjadi salah satu perusahaan paling terkemuka di dunia telah menghasilkan beberapa angka yang mencengangkan. Berikut ulasannya seperti dikutip dari laman AP:

Kapitalisasi pasar

Kapitalisasi pasar pada penutupan perdagangan Rabu, 27 Agustus 2025 menduduki puncak di S&P 500. Nilai kapitalisasi pasar Nvidia mencapai USD 4,429 triliun atau Rp 72.624 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.397).

Microsoft sebesar USD 3,767 triliun dan Apple sebesar USD 3,421 triliun berada di peringkat kedua di antara perusahaan-perusahaan paling berharga di S&P 500. Nilai pasar Nvidia pada akhir Agustus 2024 sekitar USD 1,150 triliun.

Harga saham

Perkiraan kenaikan harga saham Nvidia sejak awal 2023 sekitar 1.143%. Saham Nvidia telah naik sekitar 35% sepanjang 2025

Pendapatan Nvidia

Pendapatan Nvidia pada kuartal Mei-Juli tumbuh 56% dari pendapatan kuartal saham tahun lalu. Pendapatan Nvidia tercatat USD 46,74 miliar. Namun, penjualan di divisi pusat data intinya sedikit di bawah perkiraan wall street.

Perkiraan Pendapatan

Proyeksi pendapatan Nvidia untuk kuartal ketiga tahun fiskal plus minus 2 persen atau sekitar USD 54 miliar, setara Rp 885,46 triliun.

Hasil Buyback dan Dividen

Jumlah dana yang menurut Nvidia dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk buyback saham dan dividen pada semester pertama tahun fiskal 2026 sebesar USD 24,3 miliar atau Rp 398,45 triliun

Kekayaan CEO Nvidia Jensen Huang

Berdasarkan real time Forbes, kekayaan CEO Nvidia Jensen Huang mencapai USD 157,7 miliar atau Rp 2.585 triliun.

Kesepakatan Kontroversial: Demi Izin Ekspor ke China, Nvidia dan AMD Sepakat Setor 15% Pendapatan ke AS

Sebelumnya, Nvidia dan AMD dikabarkan sepakat membayar 15% dari pendapatan penjualan chip mereka di China kepada pemerintah Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini, yang disebut “belum pernah terjadi sebelumnya”, menjadi syarat untuk mendapatkan izin ekspor ke China.

Larangan penjualan chip AI canggih ke China sebelumnya diberlakukan AS dengan alasan keamanan nasional. Chip yang dimaksud, seperti H20 buatan Nvidia dan MI308 buatan AMD, dinilai para pakar bisa memperkuat kemampuan AI China, termasuk untuk militer.

Dikutip dari BBC, Selasa (12/8/2025), Presiden AS Donald Trump, meremehkan kekhawatiran keamanan tersebut dengan menyebut chip itu “tua”. Namun, perjanjian baru ini justru menuai kritik di AS.

Sejumlah pakar menilai pemotongan 15% pendapatan tidak otomatis menghilangkan risiko keamanan. Ada pula yang menyebutnya sebagai bentuk “pemerasan” atau pajak ekspor, yang secara konstitusi dilarang.

Dalam kesepakatan tersebut, Nvidia diwajibkan untuk membayar 15 persen bagian dari pendapatan yang diperoleh dari penjualan chip H20 di China kepada pemerintah AS.

AMD juga akan memberikan 15 persen dari pendapatan yang diperoleh saat menjual chip MI308 di China untuk diberikan kepada pemerintahan Trump, yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times.

Ancaman Keamanan Meningkat

Nvidia menjelaskan kepada BBC, “kami mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah AS untuk partisipasi kami di pasar dunia.”

"Meskipun kami belum mengekspor H20 ke Chinaselama berbulan-bulan, kami berharap peraturan pengendalian ekspor akan memungkinkan Amerika untuk bersaing di Tiongkok, serta di seluruh dunia." Lanjutnya.

AMD tidak menanggapi permintaan komentar secara langsung.

Hal ini disambut dengan ketidakpercayaan dan rasa sakit di AS, di mana para kritikus menggambarkan transaksi tersebut sebagai peningkatan ancaman keamanan selain menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana pemerintahan Trump akan menangani transaksi dengan perusahaan swasta.

"Anda memiliki masalah keamanan nasional atau tidak," kata Deborah Elms, kepala kebijakan perdagangan di Hinrich Foundation.

"Jika Anda memiliki pembayaran 15 persen itu tidak menghilangkan masalah keamanan nasional," lanjutnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |