Liputan6.com, Jakarta - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan kinerja keuangan yang lesu hingga Juni 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan dan laba sepanjang semester I 2025.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (31/8/2025), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk mencatat pendapatan usaha USD 857,69 juta hingga semester pertama 2025. Pendapatan usaha Perseroan turun 18,6% dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,05 miliar.
Beban pokok pendapatan susut 3,56% menjadi USD 573,42 juta hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 594,63 juta. Dengan demikian, laba bruto turun 38,07% menjadi USD 284,27 juta hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar USD 459,07 juta.
Perseroan membukukan penurunan beban usaha menjadi USD 60,34 juta hingga semester pertama 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 73 juta.
Laba usaha turun 47,35% menjadi USD 203,32 juta hingga semester pertama 2025. Pada periode semester pertama 2024, laba usaha tercatta USD 386,19 juta.
Seiring kinerja tersebut, Alamtri Resources mencatat laba periode berjalan terpangkas 77,85% menjadi USD 194,93 juta hingga semester pertama 2025. Periode sama tahun sebelumnya, Perseroan meraup laba USD 880,18 juta.
Aset Perseroan
Ekuitas Perseroan tercatat turun menjadi USD 4,98 juta hingga semester pertama 2025 dari periode Desember 2024 USD 5,37 miliar. Total liabilitas naik menjadi USD 1,41 miliar hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,33 miliar.
Aset Perseroan turun menjadi USD 6,40 miliar hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 6,70 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas menjadi USD 1,06 miliar hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,40 miliar.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, saham ADRO melemah 0,85% menjadi Rp 1.755 per saham. Saham ADRO berada di level tertinggi Rp 1.775 dan terendah Rp 1.720 per saham. Total frekuensi perdagangan 34.966 kali dengan volume perdagangan 1.658.637 saham. Nilai transaksi harian Rp 288,6 miliar.
Boy Thohir Ditunjuk Jadi Wakil Presiden Komisaris AlamTri
Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (AlamTri) resmi mengangkat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir sebagai Wakil Presiden Komisaris.
Sebelumnya, Boy Thohir menjabat sebagai Presiden Direktur di perusahaan yang dikenal dengan kode saham ADRO tersebut. Keputusan ini mulai berlaku sejak penutupan RUPST 2025 dan akan berakhir pada RUPST Tahunan 2028.
Dalam keterangannya, pihak perusahaan menyatakan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan di tubuh AlamTri.
Susunan Direksi dan Komisaris Baru AlamTri
Selain penunjukan Boy Thohir, RUPST juga menetapkan Iwan Dewono Budiyuwono sebagai Presiden Direktur menggantikan posisi sebelumnya. Dua direktur lainnya yang ditunjuk adalah M. Syah Indra Aman dan Lany Djuwita Wong.
Jajaran Dewan Komisaris kini dipimpin oleh Edwin Soeryadjaya sebagai Presiden Komisaris. Sementara Christian Ariano Rachmat dan Arini Saraswaty Subianto ditetapkan sebagai Komisaris.
Dua posisi Komisaris Independen Alamtri Resources diisi oleh Drs. Budi Bowoleksono dan Ir. Mohammad Effendi. Susunan baru ini diharapkan mampu mendorong kinerja perusahaan ke arah yang lebih baik.
Dividen Tunai dan Laba Ditahan Tahun Buku 2024
RUPST AlamTri juga menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2024 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, dengan total sebesar USD 1.380.012.509. Dari jumlah tersebut, sebesar USD 500.000.000 atau 36,23% dialokasikan sebagai dividen tunai.
Dividen interim sebesar USD 200.000.000 telah dibayarkan pada 15 Januari 2025, sementara sisanya senilai USD 300.000.000 akan dibagikan sebagai dividen tunai final. Adapun sisa laba bersih sebesar USD 880.012.509 atau 63,77% akan dimasukkan ke dalam laba ditahan, guna memperkuat struktur keuangan perusahaan ke depan.