Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan beroperasi secara normal pada perdagangan saham Senin, (1/9/2025).
"Bursa Efek Indonesia pada Senin, 1 September 2025 akan beroperasi secara normal. BEI senantiasa berkomitmen untuk menjaga aktivitas pasar modal Indonesia tetap berjalan secara teratur, wajar dan efisien,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi.
Sementara itu, BEI juga akan menggelar pertemuan manajemen BEI dengan wartawan pada Senin, 1 September 2025 secara online pada pukul 13.00-14.30 WIB.
Adapun pasar keuangan bergejolak pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025 seiring sejumlah protes di sejumlah daerah di Indonesia.
IHSG ditutup merosot 1,53% ke posisi 7.830,49. Indeks LQ45 terpangkas 1,78% ke posisi 797,11. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.913,86 dan terendah 7.765,59. Sebanyak 610 saham melemah sehingga bebani IHSG. 122 saham menguat dan 70 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.509.118 kali. Volume perdagangan saham 51,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah di kisaran 16.451.
Harga Saham
Harga saham CTRA ditutup turun 4,25% ke posisi Rp 1.015 per saham. Harga saham CTRA dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 1.050 per saham. Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.060 dan terendah Rp 990 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.774 kali dengan volume perdagangan 805.782 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 81,9 miliar.
Harga saham INDF susut 1,97% ke posisi Rp 7.450 per saham. Harg saham INDF dibuka melemah 50 poin ke posisi Rp 7.550 per saham. Harga saham INDF berada di level tertinggi Rp 7.600 dan terendah Rp 7.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.769 kali dengan volume perdagangan 112.763 saham. Nilai transaksi Rp 84,6 miliar.
Harga saham FUTR tergelincir 9,91% ke posisi Rp 200 per saham. Harga saham FUTR dibuka turun 22 poin ke posisi Rp 200 per saham. Saham FUTR berada di level tertinggi Rp 200 dan terendah Rp 200 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.138 kali dengan volume perdagangan 648.494 saham. Nilai transaksi Rp 13 miliar.
Sektor Saham
Mayoritas sektor saham memerah kecuali sektor saham industri. Sektor saham industri naik 0,73%. Sektor saham consumer siklikal turun 3,05%, dan catat koreksi terbesar.
Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 1,42%, sektor saham basic susut 1,58%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,24%.
Lalu sektor saham kesehatan turun 1,75%, sektor saham keuangan turun 1,45%, sektor saham properti susut 2,16%, sektor saham teknologi terpangkas 2,25%. Kemudian sektor saham infrastruktur melemah 2,27% dan sektor saham transportasi melemah 1,04%.
Bursa Saham Asia Pasifik
Sementara itu, bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan bervariasi pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025. Pergerakan bursa saham Asia Pasifik ini berbeda dengan wall street dengan investor mencermati data ekonomi dari Jepang.
Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,26% menjadi 42.718,47, sementara Topix turun 0,47% menjadi 3.075,18 setelah harga konsumen inti di Tokyo naik lebih lambat pada Agustus. IHK inti Tokyo, yang tidak memasukkan makanan segar tetapi energi, naik 2,5% dari tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan ekonom Reuters, dan menurun dari kenaikan 2,9% pada Juli. Namun, angka tersebut tetap di atas target Bank of Japan sebesar 2%.
Tingkat pengangguran Jepang juga turun menjadi 2,3% pada Juli, turun dari 2,5% di bulan sebelumnya.
Indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,32% menjadi 3.186,01, sementara Indeks Kosdaq melemah 0,19% menjadi 796,91 setelah mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dilaporkan didakwa atas tuduhan korupsi dan penyuapan.