Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan kinerja keuangan beragam hingga semester I 2025. Hingga Juni 2025, Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan bersih tetapi laba melemah.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/8/2025), PT Mayora Indah Tbk mencatat penjualan bersih Rp 17,79 triliun hingga Juni 2025. Penjualan Perseroan naik 9,69% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,22 triliun.
Beban pokok penjualan Rp 14,01 triliun hingga semester I 2025, atau naik 16,51% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,03 triliun. Dengan demikian, Mayora meraup laba kotor Rp 3,77 trilun hingga Juni 2025. Laba kotor susut 9,86% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,19 trliun.
Beban usaha bertambah menjadi Rp 2,23 triliun hingga semester I 2025 dari semester I 2024 sebesar Rp 2,18 triliun. Laba usaha pun susut 23,45% menjadi Rp 1,53 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2 triliun.
Seiring hal itu laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut 32,08% menjadi Rp 1,16 triliun dari semester I 2024 sebesar Rp 1,71 triliun. Perseroan mencatat laba per saham Rp 52 per saham dari sebelumnya Rp 77 per saham.
Ekuitas Perseroan turun menjadi Rp 16,92 triliun hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 17,10 triliun. Liabilitas bertambah menjadi Rp 13,31 triliun hingga semester I 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 12,62 triliun. Aset Perseroan naik menjadi Rp 30,23 triliun dari Desember 2024 sebesar Rp 29,72 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 5,18 triliun.
Kinerja 2024
Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat kinerja keuangan beragam sepanjang 2024. Penjualan Mayora Indah naik tetapi laba merosot sepanjang 2024.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (2/3/2025), PT Mayora Indah Tbk mencatat penjualan Rp 36,07 triliun pada 2024. Penjualan naik 14,57 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 31,4 triliun.
Mayora Indah membukukan penjualan untuk lokal dan ekspor. Penjualan lokal Perseroan naik sekitar 16,5 persen menjadi Rp 20,72 triliun pada 2024 dari 2023 sebesar Rp 17,77 triliun. Demikian juga penjualan ekspor bertambah 12,01 persen menjadi Rp 15,36 triliun sepanjang 2024 dari periode 2023 sebesar Rp 13,7 triliun.
Beban pokok penjualan naik 20,33 persen menjadi Rp 27,7 triliun pada 2024 dari periide 2023 sebesar Rp23,07 triliun. Dengan demikian, laba kotor turun tipis 1,2 persen menjadi Rp 8,3 triliun dari periode tahun sebelumnya Rp 8,4 triliun.
Perseroan mencatat beban usaha naik menjadi Rp 4,38 triliun pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,10 triliun. Seiring hal itu, laba usaha susut sekitar 8,93 persen dari Rp 4,29 triliun menjadi Rp 3,91 triliun.
Seiring kinerja itu, Mayora Indah membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 6,05 persen menjadi Rp 3 triliun pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,19 triliun. Dengan demikian, laba per saham turun menjadi Rp 134 dari periode 2023 sebesar Rp 143.
Total ekuitas naik 11,91 persen menjadi Rp 17,10 triliun pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,28 triliun. Total liabilitas Perseroan bertambah 31,9 persen menjadi Rp 12,6 triliun dari periode 2023 sebesar Rp 8,58 triliun.
Aset Perseroan melonjak 24,54 persen menjadi Rp 29,72 triliun pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,87 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 4,6 triliun sepanjang 2024.
Mayora Indah Tebar Dividen 2024 Rp 55 per Saham
Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 1,22 triliun. Dividen itu setara Rp 55 per saham dan sekitar 40% dari laba bersih tahun buku 2024.
Pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 10 Juni 2025.
"Dividen yang diputuskan pada RUPST sebesar Rp1,22 triliun atau sebesar Rp55 per lembar saham, sekitar 40 persen dari laba perseroan di tahun 2024,” kata Direktur Umum dan Operasional MYOR Wardhana Atmadja saat paparan publik seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/6/2025).
Sementara itu, Direktur Keuangan Mayora Indah Hendrik Polisar mengatakan, penjualan perseroan ditargetkan mencapai senilai Rp39,7 triliun pada 2025, dengan laba kotor sebesar Rp9,2 triliun, laba usaha sebesar Rp4,3 triliun, serta laba bersih sebesar Rp3,1 triliun.
“Angka proyeksi ini merupakan angka yang cukup realistis yang untuk dapat dicapai oleh perseroan,” kata Hendrik.
Pada 2024, Mayora Indah mencatatkan laba bersih senilai Rp 3 triliun, atau turun 6,06% year on year (yoy) dibandingkan 2023 yang sebesar Rp3,19 triliun.
Penjualan perusahaan tercatat naik 14,57% (yoy) menjadi senilai Rp36,07 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,48 triliun.
Pendapatan perseroan didapatkan paling banyak dari makanan olahan kemasan mencapai Rp 21,86 triliun, dan minuman olahan kemasan sebesar Rp 18,62 triliun.
Beban pokok penjualan perseroan meningkat menjadi Rp27,77 triliun pada 2024, dari sebelumnya Rp 23,07 triliun pada 2023, sedangkan, beban umum dan administrasi tercatat mencapai Rp 857,91 miliar pada 2024, atau naik dari posisi Rp750,5 miliar.
Hingga Desember 2024, total aset MYOR meningkat di posisi Rp29,72 triliun, atau meningkat dibandingkan per Desember 2023 yang hanya sebesar Rp 23,87 triliun.