Kedoya Adyaraya Siapkan Capex hingga Rp200 Miliar untuk PET-CT Scanner Canggih

2 months ago 41

Liputan6.com, Jakarta PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) menyiapkan belanja modal (Capex) cukup besar pada tahun 2025. Perusahaan akan mengalokasikan dana sekitar hampir Rp200 miliar untuk membeli mesin Positron Emission Tomography-Computed Tomography (PET/CT) Scanner yang disebut sebagai salah satu alat pemindai kanker tercanggih di dunia.

Direktur PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), Armen Antonius Djan, menjelaskan investasi besar ini menjadi prioritas utama pengembangan perusahaan pada tahun 2025.

"Jadi tadi mungkin sudah menjelaskan RSGK membeli salah satu mesin scan kanker yang paling canggih di dunia dan ini yang pertama yang dimiliki di Asia, bukan hanya Asia Tenggara tapi Asia, jadi Asia Indonesia dan RS EMC Grha Kedoya yang pertama kali memiliki," ujar Armen.

Armen memaparkan total nilai pembelian untuk mesin PET scan ini mencapai hampir sekitar Rp200 miliar. Saat ini, RSGK sudah melakukan pembayaran sekitar Rp50 miliar dan sisanya akan dibayarkan secara bertahap.

"Jadi tadi untuk PET scan, seperti yang kita sudah ungkapkan ke publik, total Capex yang kita persiapkan adalah sekitar Rp200 miliar, tapi pembayarannya dilakukan secara bertahap," kata Armen.

Hanya Butuh Waktu 4 Menit untuk Melakukan Scan

Selain untuk mesin PET scan, perusahaan juga mengalokasikan tambahan belanja modal sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar untuk kebutuhan rutin seperti penggantian alat yang sudah usang. Namun, fokus utama Capex RSGK tetap pada pembelian mesin PET scan tersebut.

Armen menambahkan, mesin PET scan ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juli 2025. Namun, dampak finansialnya terhadap kinerja perusahaan diperkirakan baru akan terlihat signifikan mulai tahun 2026 mendatang.

Terkait mesin ini, Direktur Utama RSGK, dr. Juniwati Gunawan menjelaskan mesin merupakan buatan Siemens yang berasal dari Jerman. Juniawati menuturkan umumnya mesin PET scan itu membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit dalam melakukan scan, sementara alat yang baru ini hanya membutuhkan 4 menit. 

“Dan dosis isotop yang diberikan juga cuma setengah, berarti kan lebih aman buat pasien dan lebih nyaman pastinya,” ujarnya.  

Kedoya Adyaraya Alokasikan Belanja Modal Terbesar di 2025

PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) mengalokasikan belanja modal (Capex) terbesar pada tahun 2025 digunakan untuk pembelian mesin PET/CT Scanner yang canggih. Mesin tersebut menjadi investasi utama perusahaan dan akan menjadi yang pertama di Asia.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Rabu (18/6/2025).

"Jadi tadi mungkin sudah menjelaskan RSGK membeli salah satu mesin scan kanker yang paling canggih di dunia dan ini yang pertama yang dimiliki di Asia, bukan hanya Asia Tenggara tapi Asia, jadi Asia Indonesia dan RS EMC Grha Kedoya yang pertama kali memiliki," jelas Direktur PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), Armen Antonius Djan dalam Public Expose RSGK, Rabu (18/6/2025).

Armen menambahkan, nilai total investasi mesin PET scan ini mencapai hampir sekitar Rp200 miliar dan pembayarannya akan dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, RSGK telah membayar sekitar Rp50 miliar untuk pembelian alat tersebut.

Pembelian Mesin

Menurut Armen, dampak dari pembelian mesin ini terhadap kinerja keuangan perusahaan baru akan mulai terlihat pada akhir tahun 2025, seiring dengan target operasional mesin yang direncanakan pada akhir Juli 2025.

Sementata itu, Kedoya Adyaraya memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024 kepada pemegang saham. 

Dia menjelaskan keputusan tersebut diambil karena dana yang diperoleh perusahaan pada tahun 2024 akan difokuskan untuk pengembangan bisnis.

"Jadi dari RUPS tadi pagi, para pemegang saham RSGK memutuskan tidak ada pembagian dividen. Jadi alasan tidak ada pembagian dividen disebut disebabkan karena dana yang dihasilkan pada tahun 2024 akan dipergunakan untuk pengembangan perusahaan, untuk penggunaan modal kerja dan salah satu yang paling besar untuk Capex," ungkap dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |