Investor Asing Lepas 10 Saham Ini saat Ketegangan Iran-Israel Meningkat

2 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat, 13 Juni 2025. Koreksi IHSG terjadi di tengah aksi beli saham oleh investor asing dan serangan militer Israel ke Iran.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (16/6/2025), IHSG berada di level tertinggi 7.192,66 dan level terendah 7.149,61. Total volume perdagangan tercatat 24,83 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 15,19 triliun. Total frekuensi perdagangan 1,36 juta kali transaksi. Adapun kapitalisasi pasar saham turun menjadi Rp 12.495 triliun.

“IHSG ditutup melemah di tengah sentimen negatif meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian domestik, di saat masih ada potensi ancaman dari perang tarif,” kata analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim seperti dikutip dari Antara.

Mayoritas bursa saham kawasan Asia juga ditutup melemah, setelah terjadinya serangan militer Israel yang menargetkan program nuklir Iran, sementara Iran berjanji akan membalas.

Peristiwa itu mengakibatkan harga minyak mentah menguat tajam lebih dari 6 persen di atas level USD 72 per barel.

Sebelumnya, pelaku pasar akhir-akhir ini mengabaikan risiko geopolitik, dengan ada serangan ini menjadi peringatan risiko ini lebih nyata dan lebih mendesak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Di tengah koreksi IHSG, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 478,76 miliar. Namun, sepanjang 2025, investor asing jual saham Rp 48,58 triliun.

Aksi Jual

Pada pekan lalu, investor asing beli saham Bank Mandiri senilai Rp 253,43 miliar, dan catat aksi pembelian terbesar. Disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Investor asing beli saham ANTM Rp 194,35 miliar dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 69,57 miliar.

Namun, investor asing juga lepas 10 saham ini di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Berikut 10 saham yang dilepas oleh investor asing berdasarkan data Stockbit:

1.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 401,78 miliar

2.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO): Rp 52,73 miliar

3.PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 46,59 miliar

4.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp 38,79 miliar

5.PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Rp 23,30 miliar

6.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp 21,16 miliar

7.PT PP Tbk (PTPP): Rp 17,08 miliar

8.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Rp 14,11 miliar

9.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp 13,81 miliar

10.PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): Rp 13,21 miliar

Bursa Saham Asia Pekan Lalu

Bursa saham Asia Pasifik jatuh pada perdagangan Jumat pekan ini. Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi karena Isrel melakukan serangan militer terhadap Iran yang menargetkan program nuklirnya. Sementara itu, Iran berjanji membalas.

Mengutip CNBC, Jumat (13/6/2025), indeks Nikkei 225 memangkas kerugian sebelumnya dan ditutup turun 0,89% ke posisi 37.834,25. Indeks Topix merosot 0,95% ke posisi 2.756,47.

Indeks Kospi di Korea Selatan terperosok 0,87% dan ditutup di level 2.894,62. Indeks Kosdaq terpangkas 2,61% ke posisi 768,86.

Indeks acuan ASX 200 di Australia melemah 0,21% ke posisi 8.547,40. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,59% ke posisi 23.892,56. Indeks CSI 300 di China melemah 0,725 ke posisi 3.864,18. Indeks Nifty 50 di India terperosok 0,64%, dan indeks BSE Sensez melemah 0,79%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |