Investasi, Direktur Bank Mandiri Beli 155 Ribu Saham BMRI

3 weeks ago 33

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyampaikan mengenai laporan kepemilikan saham perseroan. Direktur Bank Mandiri Timothy Utama menambah kepemilikan saham BMRI. Pembelian saham BMRI itu untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (18/1/2026), Direktur Bank Mandiri Timothy Utama membeli 155.000 saham BMRI dengan harga Rp 4.800 saham pada 9 Januari 2026. Nilai transaksi pembelian saham BMRI senilai Rp 744 juta.

“Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham BMRI, Timothy Utama mengenggam 10,489 juta saham BMRI atau setara 0,0112%. Sebelumnya, Timothy Utama memiliki 10,33 juta saham BMRI atau setara 0,0111%.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 15 Januari 2026, harga saham BMRI ditutup menguat 3,1% ke posisi Rp 4.990 per saham. Harga saham BMRI dibuka stagnan di posisi Rp 4.840 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 5.075 dan level terendah Rp 4.830 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 38.046 kali dengan volume perdagangan saham 2.463.360 saham. Nilai transaksi Rp 1,2 triliun. Kapitalisasi pasar saham BMRI tercatat Rp 465,7 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham BMRI naik 3,53% dalam lima hari terakhir.

Tebar Dividen Interim

Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dengan merencanakan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Rencana aksi korporasi tersebut telah diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 19 Desember 2025, dengan jadwal pembayaran dividen pada 14 Januari 2026.

Langkah ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental serta prospek bisnis Bank Mandiri yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.

Pembagian Dividen Interim

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyampaikan bahwa rencana pembagian dividen interim didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang solid hingga akhir November 2025, seiring terjaganya kondisi permodalan dan likuiditas di tengah tantangan ekonomi.

Dividen interim tersebut direncanakan sebesar Rp 100 per saham dan akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) sesuai tanggal pencatatan yang ditetapkan.

Total nilai dividen mencapai Rp 9,3 triliun dan masih bersifat indikatif hingga menunggu penyesuaian data final saat realisasi pembayaran.

RUPSLB Bank Mandiri Rombak Jajaran Komisaris, Berikut Daftar Terbarunya

Sebelumnya, Bank Mandiri menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (19/12/2025) sebagai bagian dari penguatan tata kelola serta kesiapan strategis perseroan dalam memasuki fase lanjutan transformasi bisnis. 

Dalam RUPSLB Bank Mandiri, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis, antara lain persetujuan perubahan Anggaran Dasar, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan susunan Pengurus Perseroan. 

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista menuturkan, keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB ini mencerminkan kepercayaan dan dukungan penuh pemegang saham, termasuk pemerintah, kepada manajemen Bank Mandiri saat ini untuk mengelola perusahaan secara agresif namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent). 

"RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Dukungan ini sekaligus menjadi keyakinan bersama bahwa manajemen Bank Mandiri mampu merealisasikan mandat pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ujar Adhika dalam keterangan resmi pada Jumat (19/12/2025). 

Agenda Awal

Pada agenda awal, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, termasuk penguatan pengaturan terkait mekanisme pengawasan oleh Holding Operasional. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk harmonisasi terhadap kerangka hukum baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang BUMN, guna memastikan praktik tata kelola Bank Mandiri tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah dan regulator. 

Penyesuaian Anggaran Dasar ini merupakan implementasi atas arahan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, yakni Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), sebagaimana tercantum dalam surat resmi bernomor S-23/BPU/10/2025 tanggal 28 Oktober 2025 perihal Perubahan Anggaran Dasar. 

Selanjutnya, RUPSLB juga menyetujui pendelegasian kewenangan terkait penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas proses perencanaan bisnis serta memastikan kesiapan operasional Bank Mandiri dalam menghadapi dinamika ekonomi dan industri pada tahun buku mendatang. 

Susunan Pengurus

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan jajaran Dewan Komisaris. Penyesuaian ini dilakukan untuk memperkuat kepemimpinan strategis dan memastikan organisasi tetap adaptif dalam mendukung agenda transformasi jangka panjang Bank Mandiri.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Bank Mandiri menjadi:

  • Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
  • Wakil Komisaris Utama: M. Rudy Salahuddin Ramto 
  • Komisaris: Muhammad Yusuf AtehKomisaris: Luky Alfirman
  • Komisaris: Yuliot
  • Komisaris Independen: Mia Amiati Iskandar
  • Komisaris Independen: B. Bintoro Kunto Pardewo 

Sementara itu, susunan Dewan Direksi Bank Mandiri adalah sebagai berikut :

  • Direktur Utama: Riduan
  • Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
  • Direktur Operations: Timothy Utama
  • Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
  • Direktur Risk Management: Danis Subyantoro
  • Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo
  • Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi
  • Direktur Consumer Banking: Saptari
  • Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi
  • Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini
  • Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan
  • Direktur Information Technology: Sunarto  
Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |