IHSG Tersungkur, Investor Asing Lepas Saham Rp 1,88 Triliun

4 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan saham Rabu (21/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat meski masih di kisaran 16.900 dan aksi jual saham oleh investor asing.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,36% ke posisi 9.010,33. Indeks saham LQ45 melemah 1,47% ke posisi 871,41. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melepas saham Rp 1,88 triliun.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus alias Nico menuturkan, IHSG melemah diwarnai dengan volatilitas tinggi akibat aksi ambil untung.

“Dari dalam negeri, saham-saham berbasis Sumber Daya Alam (SDA) termasuk yang berkapitalisasi besar (big caps) tercatat melemah merespons kebijakan pemerintah yang mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) sebanyak 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen atau sesuai ekspektasi, belum mampu menjadi katalis untuk menahan pelemahan IHSG.

Dari mancanegara, Nico menuturkan, pelaku pasar khawatir terhadap ketegangan geopolitik seiring ancaman baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland, serta adanya ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland.

Kemudian, fokus pelaku pasar akan tertuju kepada pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dan KTT darurat Uni Eropa di Kota Brussels, Belgia

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.105,23 dan level terendah 8.977,68. Sebanyak 546 saham melemah sehingga bebani IHSG. 179 saham menguat dan 77 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 4.032.241 kali dengan volume perdagangan saham 61,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.927.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham basic naik 0,14% dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,58%. Sementara itu, sektor saham industri melemah 0,33% dan catat koreksi terbesar.

Selain itu, sektor saham properti terpangkas 3,44% dan sektor saham transportasi turun 3,04%. Selanjutnya sektor saham energi terpangkas 1,21%, sektor saham consumer siklikal susut 0,02%, sektor saham kesehatan turun 0,39%. Lalu sektor saham keuangan susut 1,05%, sektor saham teknologi melemah 1,44%, sektor saham infrastruktur turun 1,07%.

Gerak Saham

Harga saham KRAS turun 3,93% ke posisi Rp 342 per saham. Harga saham KRAS dibuka stagnan di posisi Rp 356 per saham.Saham KRAS berada di level tertinggi Rp 358 dan level terendah Rp 342 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.613 kali transaksi dengan volume perdagangan 222.517 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 miliar.

Harga saham TOBA susut 0,59% ke posisi Rp 845 per saham. Saham TOBA dibuka stagnan di posisi Rp 850 per saham. Harga saham TOBA berada di level tertinggi Rp 900 dan terendah Rp 825 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.932 kali dengan volume perdagangan saham 885.673 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 76,3 miliar.

Harga saham SMDR susut 1,46% ke posisi Rp 406 per saham. Harga saham SMDR dibuka naik dua poin ke posisi Rp 414 per saham. Saham SMDR berada di level tertinggi Rp 420 dan level terendah Rp 404 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.855 kali dengan volume perdagangan saham 402.765 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,5 miliar.

Harga saham PGAS ditutup naik 0,48% ke posisi Rp 2.090 per saham. Saham PGAS berada di level Rp 2.080 saat pembukaan perdagangan saham. Harga saham PGAS berada di level tertinggi Rp 2.100 dan level terendah Rp 2.040 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.846 kali dengan volume perdagangan saham 551.384 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 114,6 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ESIP naik 34,52%
  • Saham BELL naik 34,46%
  • Saham INAI naik 34,41%
  • Saham SCNP naik 29,94%
  • Saham HDIT naik 28,055

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham UNTR melemah 14,93%
  • Saham REAL melemah 14,43%
  • Saham ARGO melemah 13,52%
  • Saham YELO melemah 12,61%
  • Saham SDMU melemah 12,50%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 3,3 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 2,4 triliun
  • Saham ASII senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham BRMS senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 1,4 triliun

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 312.572 kali
  • Saham BBCA tercatat 123.142 kali
  • Saham BRMS tercatat 108.584 kali
  • Saham BELL tercatat 105.758 kali
  • Saham COAL tercatat 83.508 kali

Bursa Saham Asia

Mengutip Antara, bursa saham regional Asia pada Rabu sore ini antara lain indeks Nikkei susut 278,00 poin atau 0,52 persen ke 52.713,10, indeks Shanghai naik 3,29 poin atau 0,08 persen ke 4.116,93.

Selanjutnya, indeks Hang Seng bertambah 97,55 poin atau 0,37 persen ke 26.585,06, indeks Kuala Lumpur menanjak 6,75 poin atau 0,40 persen ke 1.705,81, dan indeks Strait Times melemah 18,12 poin atau 0,38 persen ke 4.809,87.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |