IHSG Sepekan Merosot 1,3%, Ini 10 Saham Top Losers

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama sepekan pada perdagangan saham 19-23 Januari 2026. IHSG sepekan turun lebih dari satu persen hingga meninggalkan posisi 9.000. Akan tetapi, 10 saham mencatat koreksi terbesar atau top losers lebih dari koreksi IHSg selama sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (24/1/2026), IHSG terpangkas 1,3% menjadi 8.951,01 dari pekan lalu di posisi 9.075,40. Kapitalisasi pasar merosot 1,62% menjadi Rp 16.244 triliun dari pekan lalu Rp 16.512 triliun.

Pada pekan ini, rata-rata volume transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 9,32% menjadi 65,73 miliar saham dari pekan lalu 60,12 miliar saham.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bertambah 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun dari Rp 32,67 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian terpangkas 2,66% menjadi 3,75 juta kali transaksi dari 3,86 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Kinerja sektor saham bervariasi selama sepekan. Sektor saham transportasi dan logistic turun 6,99%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 6,68% dan sektor saham teknologi terpangkas 3,4%.

Selain itu, sektor saham energi merosot 3,35%, sektor saham basic materials naik 1,48%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 3,71%. Lalu sektor saham consumer siklikal menguat 1,38%, sektor saham perawatan kesehatan bertambah 1,27%, sektor saham keuangan turun 1,715. Lalu sektor saham properti dan real estate melemah 2,2%, sektor saham teknologi melemah 3,4% dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,4%.

Top Losers Sepekan

Seiring IHSG melemah 1,3% dalam sepekan, berikut 10 saham top losers atau alami koreksi terbesar berdasarkan data BEI:

1.PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) merosot 31,82% menjadi Rp 90 per saham dari pekan lalu Rp 132 per saham.

2.PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) merosot 28,88% menjadi Rp 165 per saham dari Rp 232 per saham.

3.PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 28,88% menjadi Rp 9.175 per saham dari posisi Rp 12.900 per saham.

4.PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) merosot 25,40% menjadi Rp 188 per saham dari pekan lalu Rp 252 per saham.

5.PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) merosot 21,88% menjadi Rp 750 per saham dari pekan lalu Rp 960 per saham.

6.PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) merosot 20,50% menjadi Rp 256 per saham dari pekan lalu Rp 322 per saham.

7.PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) merosot 20,31% menjadi Rp 510 per saham dari pekan lalu Rp 640 per saham.

8.PT GTS Internasional Tbk (GTSI) merosot 19,91% menjadi Rp 370 per saham dari pekan lalu Rp 462 per saham.

9.PT Sidomulyo Selaras Tbk(SDMU) merosot 18,80% menjadi Rp 108 per saham dari pekan lalu Rp 133 per saham.

10.PT Soho Global Health Tbk (SOHO) merosot 18,64% menjadi Rp 2.750 per saham dari pekan lalu Rp 3.380 per saham.

IHSG Sepekan Melompat 1,55% Tersengat Harga Emas

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 12-15 Januari 2026. Bahkan, IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan ini. Analis menuturkan, kenaikan IHSG sepekan didorong salah satunya lonjakan harga emas.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/1/2026), IHSG melonjak 1,55% dan ditutup ke posisi 9.075,40. IHSG melanjutkan kenaikan dari pekan lalu yang menguat 2,15% ke posisi 8.936,75.

Sementara itu, kapitalisasi pasar juga melambung 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun dari pekan lalu Rp 16.301 triliun. Pada pekan ini, IHSG dan kapitalisasi pasar juga kembali catat rekor tertinggi.

“Hari Kamis, 15 Januari 2026, IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masing-masing pada level 9.075,40 dan Rp 16.512 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,55% dan masih didominasi oleh volume pembelian, meski cenderung menurun. Pihaknya memprediksi, IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekitar 0,21% selama sepekan.

Sentimen IHSG Lainnya

Kedua, menguatnya harga komoditas emas dan logam mineral lain, sehingga hal tersebut berpengaruh positif terhadap emiten-emiten yang berhubungan di IHSG.

“Ketiga, dari global masih pada sentimen geopolitik Amerika Serikat-Venezuela dan Amerika Serikat-Iran,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, peningkatkan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan lalu.

Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar saham dari 61,79 miliar saham pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Adapun investor asing mencatatkan nilai bersih Rp 947,45 miliar pada Kamis, 15 Januari 2026. Sepanjang 2026, investor asing beli saham Rp 7,3 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |