IHSG Menguat Tajam di Juli, Kapitalisasi Pasar Cetak Rekor Tertinggi

3 weeks ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membaik pada bulan Juli 2025. Setelah sempat melemah 2,15% secara year-to-date (YTD) hingga akhir Juni, indeks berhasil bangkit dan ditutup pada level 7.484 per 31 Juli 2025.

"Kinerja pasar saham domestik pada 30 Juni 2025 di level 6.927. Secara year-to-date itu melemah 2,15%, namun per 31 Juli 2025, indeks menunjukkan kinerja positif pada level 7.484," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers RDKB Juli 2025, Senin (4/8/2025).

Secara year-to-date, IHSG menguat sebesar 5,71%. Kinerja indeks sektoral di bulan Juli 2025 pun seluruhnya mengalami peningkatan. Nilai kapitalisasi pasar pada bulan Juli 2025 menyentuh all-time high selama 3 hari berturut-turut.

Inarno mengatakan, pemulihan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor positif, termasuk sentimen global yang membaik dan rilis kinerja keuangan emiten yang relatif solid. Selain itu, peningkatan kinerja di seluruh indeks sektoral turut menopang lonjakan IHSG. Seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Juli.

Membaiknya indeks saham Indonesia di tengah tekanan eksternal menunjukkan daya tahan pasar modal domestik. Kinerja IHSG yang positif ini diharapkan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya dengan dukungan fundamental ekonomi nasional yang relatif terjaga.

Kapitalisasi Pasar Sentuh Rekor Sepanjang Masa

Selain lonjakan IHSG, kapitalisasi pasar juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dalam tiga hari berturut-turut di bulan Juli, kapitalisasi pasar terus mencatatkan rekor harian. Puncaknya terjadi pada 29 Juli 2025, dengan nilai mencapai Rp13.700 triliun.

Pada akhir Juli, nilai kapitalisasi pasar memang sedikit terkoreksi ke Rp13.492 triliun. Namun, angka ini tetap menunjukkan level yang sangat tinggi.

"Puncaknya tercatat pada tanggal 29 Juli 2025 dengan nilai sebesar Rp13.700 triliun. Dan pada akhir Juli 2025, nilai kapitalisasi tercatat sebesar Rp13.492 triliun. Sementara itu, investor non-resident di Juli 2025 membukukan net sale sebesar Rp8,34 triliun," ujarnya.

Kinerja Industri Pengelolaan Investasi

Di industri pengelolaan investasi, per 31 Juli 2025 nilai AUM tercatat sebesar Rp856,62 triliun atau naik sebesar 1,95% month-to-date. Secara year-to-date, kenaikannya sebesar Rp2,38 triliun. Reksa dana tercatat net subscription sebesar Rp14,43 triliun secara month-to-date atau secara year-to-date net subscription sebesar Rp12,40 triliun.

"Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif," ujarnya.

Adapun OJK mencatat nilai penawaran umum mencapai Rp144,78 triliun dengan Rp8,49 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 16 emiten baru.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |