IHSG Hari Ini 17 Juni 2025 Diprediksi Melemah, Bakal Sentuh Level Segini

2 months ago 43

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang koreksi pada perdagangan saham Selasa (17/6/2025). IHSG akan bergerak di kisaran 6.713-7.009.

IHSG melemah 0,68% ke posisi 7.117, dan koreksinya masih didominasi oleh tekanan jual dan telah menembus cluster moving average (MA) 20 dan MA200 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pada label merah, apabila IHSG hari ini break 7.240, diperkirakan IHSG akan membentuk wave (v) dari wave (a) yang akan menguji 7.263-7.355 pada Selasa pekan ini.

“Namun, pada label hitam, masih terdapat potensi koreksi IHSG ke rentang area 6.713-7.009,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 7.136,7.009 dan level resistance 7.263,7.324 pada Selasa pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.120-7.330.

"Koreksi lanjutan IHSG masih berpotensi terjadi cermati pergerakan pasar,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Pertamina Geothernal Energy Tbk (PGEO).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Wintermas Offshore Marine Tbk (WINS).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Spec Buy

Saham BRMS terkoreksi 8,10% ke 454 dan masih didominasi oleh tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi BRMS sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii], sehingga BRMS masih rawan terkoreksi terlebih dahulu," kata Herditya.

Spec Buy: 442-454

Target Price: 500, 535

Stoploss: below 424

2.PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Buy on Weakness

Saham ESSA terkoreksi 3,15% ke 615 disertai dengan munculnya tekanan jual. "Kami perkirakan, posisi ESSA sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c], sehingga diperkirakan ESSA masih akan terkoreksi dahulu," kata Herditya.

Buy on Weakness: 600-615

Target Price: 675, 715

Stoploss: below 560

3.PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) - Buy on Weakness

Saham MIKA menguat 1,96% ke 2.600 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun masih mampu berada di atas MA20. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi MIKA sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b].

Buy on Weakness: 2.510-2.590

Target Price: 2.660, 2.730

Stoploss: below 2.480

4.PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) - Buy on Weakness

Saham WINS menguat 0,99% ke 402 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Herditya mengatakan, pihaknya perkirakan posisi WINS saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c], sehingga diperkirakan WINS akan rawan terkoreksi.

Buy on Weakness: 390-400

Target Price: 432, 446

Stoploss: below 372

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sentimen IHSG

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, di tengah tingginya tensi geopolitik antara Israel dan Iran untuk hari keempat menuju ke lima, telah membuat pelaku pasar dan investor sebagian besar mulai khawatir kapan konflik ini akan selesai.

"Namun, pelaku pasar dan investor mulai menyakini saat ini konflik mulai mereda, karena Amerika Serikat tidak ingin ikut ambil bagian dalam serangan Israel terhadap Iran,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, bahkan Iran telah memberikan isyarat ingin meredakan permusuhan dengan Israel dan bersedia untuk melanjutkan diskusi mengenai nuklir dengan Amerika Serikat, selama Amerika Serikat tidak bergabung dengan Israel untuk melakukan serangan. Negara- negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Oman telah menerima pesan tersebut.

Hal tersebut telah membuat harga minyak mengalami penurunan, di mana saat ini harga Brent telah mengalami penurunan ke level 73.23, begitupun dengan harga minyak WTI yang berada di level 71.13 pagi ini.

“Hal ini juga akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga saham berbasis minyak pagi hari ini yang kemungkinan besar akan mengalami penurunan,” demikian seperti dikutip.

Dalam laporan itu menyebutkan, sejauh ini serangan Israel juga tidak menargetkan ladang minyak atau fasilitas pengiriman minyak mentahnya untuk menjaga kenaikan harga minyak untuk tidak membebani harga minyak global yang mengalami kenaikan. Pasar ditutup menghijau pagi tadi, di mana Dow Jones naik 0,75%, begitupun dengan S&P 500 menguat 0,94%.

“Kawasan Eropa pun ditutup sumringah, yang memberikan harapan bahwa harga saham dan obligasi berpotensi naik hari ini. Untuk obligasi, mungkin akan mengalami penurunan di tengah sudah terlampau tingginya harga obligasi,”

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |