Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Senin (7/7/2025). IHSG hari ini akan bergerak di posisi 6.992-7.050.
IHSG melemah 0,19% ke posisi 6.865 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan Jumat, 4 Juli 2025.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pihaknya perkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave (b) sehingga IHSG masih berpeluang naik ke posisi 6.992-7.050 pada label hitam.
"Namun, waspadai akan label merah di mana IHSG akan menguji 6.582-6.721,” kata dia.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.824,6.752 dan level resistance 6.994,7.085.
Pada pekan ini, Herditya mengatakan, ada sejumlah sentimen yang pengaruhi IHSG. Pertama, rilis data makro ekonomi Indonesi yakni cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan penjualan ritel. Kedua, rilis data inflasi dan neraca dagang China. Ketiga, pergerakan asing setelah masih terjadi outflow pada pekan lalu. “Keempat investor juga mencermati sisa masa jeda tarif impor AS,” ujar dia.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.810-6.960.
Rekomendasi saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT London Sumatera Plantations Tbk (LSIP), dan PT Gajah Tunggal Tbk (gjtl).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness
Saham AADI menguat 1,08% ke 7.000 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun relatif berkurang. "Kami perkirakan, posisi AADI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B, sehingga AADI masih berpeluang untuk menguat," ujar Herditya.
Buy on Weakness: 6.875-6.975
Target Price: 7.175, 7.325
Stoploss: below 6.825
2.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Spec Buy
Saham ADRO terkoreksi 0,28% ke 1.755 dan masih didominasi oleh tekanan jual. "Kami memperkirakan, posisi ADRO sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave 2, sehingga ADRO masih rawan melanjutkan koreksinya dahulu," kata dia.
Spec Buy: 1.640-1.720
Target Price: 1.825, 1.940
Stoploss: below 1.620
3.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness
Saham ARCI terkoreksi 2,48% ke 590 disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi ARCI sedang berada pada bagian awal dari wave 5, sehingga koreksinya akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 555-590
Target Price: 645, 715
Stoploss: below 530
4.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness
Saham HRTA terkoreksi 0,83% ke 595 dan masih didominasi oleh tekanan jual. "Saat ini, diperkirakan posisi HRTA berada pada bagian dari wave [b] dari wave Y, sehingga koreksi HRTA diperkirakan akan relatif terbatas," kata dia.
Buy on Weakness: 565-590
Target Price: 630, 680
Stoploss: below 550
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Sentimen IHSG
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan sejumlah sentimen pengaruhi IHSG. Dari Indonesia, pelaku pasar menantikan cadangan devisa yang akan rilis pada Senin pekan ini terutama Consumer Confidence Index. Selain itu, Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk sebesar Rp 10,79 triliun ke pasar keuangan domestik pada pekan pertama Juli 2025.
Dana asing ini terutama masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang mencatat aksi beli bersih Rp 15,14 triliun. Namun, terdapat capital outflow dari pasar saham dan sekuritas rupiah Bank Indonesia masing-masing Rp 2,31 triliun dan Rp 2,04 triliun.
"Masuknya dana asing turut menurunkan premi risiko investasi Indonesia, terlihat dari penurunan credit default swap (CDS) 5 tahun menjadi 74,60 bps pada 3 Juli 2025 dari 77,60 bps pada 27 Juni 2025,” demikian seperti dikutip.
Kemudian sepanjang 2025, investor asing mencatat aksi jual neto sebesar Rp 52,95 triliun di pasar saham dan Rp 34,72 triliun di SRBI, tetapi beli neto Rp 53,07 triliun di pasar SBN. BI menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dan bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi.