Emiten TAPG Tebar Dividen Interim 2025 Rp 39 per Saham

3 weeks ago 26

Liputan6.com, Jakarta - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim 2025 sebesar Rp 774,24 miliar. Dividen interim yang akan dibagikan kepada pemegang saham itu sebesar Rp 39 per saham.

Perseroan membagikan dividen interim berdasarkan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 31 Juli 2025. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/8/2025).

Perseroan membagikan dividen interim 2025 dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 Juni 2025 antara lain:

  • Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,69 triliun
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 5,74 triliun
  • Total ekuitas sebesar Rp 11,46 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 Agustus 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 12 Agustus 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 13 Agustus 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 14 Agustus 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 13 Agustus 2025 pukul 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 29 Agustus 2025

Pada penutupan perdagangan Jumat, 1 Agustus 2025, harga saham TAPG naik 3,79% ke posisi Rp 1.505 per saham. Harga saham TAPG dibuka naik 80 poin ke posisi Rp 1.530 per saham. Saham TAPG berada di level tertinggi Rp 1.560 dan level terendah Rp 1.465 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.513 kali dengan volume perdagangan 533.106 saham. Nilai transaksi Rp 80,6 miliar.

Penutupan IHSG pada 28 Juli-1 Agustus 2025

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada 28 Juli-1 Agustus 2025. Analis menilai, koreksi IHSG sepekan dipengaruhi sejmlah faktor, salah satunya data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (2/8/2025), IHSG melemah 0,08% menjadi 7.537,76 selama sepekan. Pada pekan lalu, IHSG menguat 3,17% ke posisi 7.543,50.

Sementara itu, kapitalisasi pasar naik 3,37% menjadi Rp 13.599 triliun dari pekan lalu Rp 13.519 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 0,08% disertai dengan munculnya tekanan jual. Pihaknya perkirakan IHSG dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, ada aliran dana yang keluar dari IHSG. Kedua, rilis data makro Amerika Serikat yakni data pekerjaan dan produk domestik bruto (PDB) serta bank sentral AS masih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,5%.

“Ketiga, rilis data manufaktur China yang masih moderat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, faktor lain yang pengaruhi IHSG, menurut Herditya, rilis data neraca dagang dan inflasi Indonesia yang meningkat. “Kelima, rilis kinerja emiten pada semester I 2025, di mana emiten perbankan membebani laju IHSG,” kata Herditya.

Sektor Saham

Pada pekan ini, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 18,80% menjadi 32,55 miliar saham dari 27,40 miliar pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan naik 2,44% dari 1,73 juta kali transaksi menjadi 1,77 juta kali transaksi.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian BEI susut 0,26% menjadi Rp 16,05 triliun dari pekan lalu Rp 16,09 triliun.

Selama sepekan,investor asing melakukan aksi jual saham Rp 2,34 triliun. Aksi jual saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu hanya Rp 134,79 miliar.

Pada pekan ini, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham teknologi melambung 4,99% dan catat penguatan terbesar. Sektor saham energi naik 0,63%, sektor saham basic materials melesat 3,6%, sektor saham industri bertambah 1,25%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal melesat 3,07%, sektor saham consumer siklikal melejit 4%, sektor saham perawatan kesehatan naik tipis 0,10%. Kemudian sektor saham properti dan real estate mendaki 2%.

Sedangkan sektor saham yang melemah yakni sektor saham keuangan turun 4,7%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,20% dan sektor saham transportasi dan logistic susu 1,44%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |