10 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI saat IHSG Tembus 9.075

3 weeks ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali sentuh level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan saham, Kamis, 15 Januari 2026. IHSG menguat 0,47% ke posisi 9.075,40. Seiring rekor IHSG tersebut, apa saja emiten yang mencatat kapitalisasi pasar terbesar di BEI?

Sepanjang sesi perdagangan pada Kamis pekan lalu, IHSG juga sempat sentuh level 9.100,82 dan level terendah 9.040,99. Total volume perdagangan saham mencapai 46,97 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 28.08 triliun. Sedangkan total frekuensi perdagangan sebesar 3,29 juta kali.Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2026).

Kenaikan IHSG juga didukung aksi beli saham oleh investor asing. Tercatat aksi beli saham oleh investor asing mencapai Rp 947,45 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2026, investor asing beli saham Rp 7,3 triliun.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, kenaikan IHSG didorong harapan suku bunga yang rendah, stabilitas makroekonomi domestik hingga inflasi yang terjaga.

"Arus dana domestik yang kuat dan dominan di IHSG, buat harga lebih tahan terhadap guncangan dari eksternal," kata Reydi dikutip dari Antara, Senin, 19 Januari 2026.

Reydi menambahkan, penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja emiten-emiten besar yang relatif solid, seperti emiten sektor perbankan dan saham big cap (berkapitalisasi pasar besar).

"Valuasi IHSG dianggap lebih murah dibandingkan valuasi Bursa negara maju, menjadikan investor masih percaya IHSG bisa stabil, sehingga tekanan eksternal tidak langsung membuat aksi jual agresif," kata Reydi.

Dari mancanegara, ia menuturkan, sentimen yang masih membayangi adalah ketidakpastian arah kebijakan moneter negara maju, pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), serta tensi geopolitik yang belakangan bereskalasi.

Namun demikian, dia menilai, dampak sentimen tersebut ke pasar saham Indonesia cenderung akan terbatas seiring dengan kuatnya basis investor domestik.

"Namun, dampak ke pasar domestik terbatas karena dana investor domestik mendominasi IHSG," tutur Reydi.

10 Saham Emiten Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI

Seiring IHSG kembali sentuh rekor tertinggi, berikut 10 saham emiten kapitalisasi pasar terbesar di BEI:

1.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp 1.298 triliun

2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 985 triliun

3.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 855 triliun

4.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 582 triliun

5.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 577 triliun

6.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 573 triliun

7.PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp 572 triliun

8.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) senilai Rp 520 triliun

9.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 461 triliun

10.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 363 triliun

Kinerja IHSG pada 12-15 Januari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 12-15 Januari 2026. Bahkan, IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan ini. Analis menuturkan, kenaikan IHSG sepekan didorong salah satunya lonjakan harga emas.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/1/2026), IHSG melonjak 1,55% dan ditutup ke posisi 9.075,40. IHSG melanjutkan kenaikan dari pekan lalu yang menguat 2,15% ke posisi 8.936,75.

Sementara itu, kapitalisasi pasar juga melambung 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun dari pekan lalu Rp 16.301 triliun. Pada pekan ini, IHSG dan kapitalisasi pasar juga kembali catat rekor tertinggi.

“Hari Kamis, 15 Januari 2026, IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masing-masing pada level 9.075,40 dan Rp 16.512 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Sentimen IHSG Lainnya

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,55% dan masih didominasi oleh volume pembelian, meski cenderung menurun. Pihaknya memprediksi, IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekitar 0,21% selama sepekan.

Kedua, menguatnya harga komoditas emas dan logam mineral lain, sehingga hal tersebut berpengaruh positif terhadap emiten-emiten yang berhubungan di IHSG.

“Ketiga, dari global masih pada sentimen geopolitik Amerika Serikat-Venezuela dan Amerika Serikat-Iran,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, peningkatkan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan lalu.

Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar saham dari 61,79 miliar saham pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Adapun investor asing mencatatkan nilai bersih Rp 947,45 miliar pada Kamis, 15 Januari 2026. Sepanjang 2026, investor asing beli saham Rp 7,3 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |