Usaha Bawal Presto di Klaten Ini Sukses Naik Kelas, Sulap Ikan Banyak Duri Jadi Rezeki

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi seorang pengusaha dituntut untuk selalu jeli melihat peluang, bahkan di tengah situasi sulit sekalipun. Hal inilah yang dibuktikan oleh Taufik Edy Prasetyo (45), seorang pelaku UMKM asal Dusun Tegal Serut, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten. Lewat produk inovatifnya yang diberi label "Bawal Prastyo", ia sukses mengubah tantangan menjadi ladang bisnis yang menjanjikan berkat kejelian inovasi dan dukungan layanan perbankan digital dari BRI.

Siapa sangka, bisnis kuliner bawal presto yang kini laris manis hingga ke luar pulau ini berawal dari sebuah ketidaksengajaan saat dunia dihantam pandemi. Taufik menceritakan bahwa sebelum terjun ke bisnis perikanan, ia merupakan seorang pedagang beras. Namun, pembatasan aktivitas membuat bisnis utamanya tersebut menurun drastis.

"Kalau ditanya sejarahnya, sebenarnya semua ini berawal dari ketidaksengajaan pas pandemi Covid-19 kemarin, sekitar tahun 2021. Waktu itu bisnis utama saya di bidang beras lagi kacau. Mahasiswa di Jogja berkurang sampai separuh, otomatis perputaran beras jadi susah. Jual buat bantuan sosial pun untungnya mepet, ya masa kita mau ambil untung reguler di tengah kondisi susah begitu? Enggak enak lah," kenang Taufik saat menceritakan awal mula perjalanannya dengan Liputan6.com di rumahnya,  Dusun Tegal Serut, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten pada Jumat (19/6/2026)

Di tengah kondisi yang serba tidak pasti tersebut, Taufik memutuskan untuk memanfaatkan aset lahan yang kelaurganya. Ia mencoba peruntungan baru dengan menebar benih ikan bawal di sepetak sawah yang selalu tergenang air.

"Nah, kebetulan keluarga punya sepetak sawah yang bentuknya kayak kolam dan susah dibuang airnya. Akhirnya saya Iseng tebar benih ikan bawal di situ. Pas panen pertama, harganya sempat bagus, sekitar Rp17.000. Tapi lama-kelamaan harganya anjlok, malah sempat ditawar Rp12.000 sampai Rp13.000 aja. Saya jengkel. Kata bakulnya, bawal ini mau buat pesanan khusus buat diproses, tapi prosesnya susah. Ya sudah, akhirnya ikan-ikan itu sebagian saya bawa pulang aja, sebagian saya bagi-bagi," jelasnya.

Berawal dari Pengalaman Pertama Memasak Bawal

Keputusan untuk membawa pulang hasil panen tersebut rupanya menjadi pengalaman baru baginya. Menariknya, Taufik mengaku sama sekali belum pernah mengolah ataupun mengonsumsi ikan bawal sebelumnya, bahkan di warung-warung makan legendaris sekalipun.

"Lucunya, seumur-umur saya itu belum pernah masak atau bahkan beli bawal. Kalau ke rumah makan legendaris di Jogja yang ada menu bawalnya pun, saya belum pernah beli. Jadi momen goreng bawal dari kolam sendiri itu adalah pengalaman pertama saya," cetus Taufik sembari tersenyum.

Pengalaman pertama mencicipi ikan bawal goreng tersebut langsung membuka matanya mengenai alasan mengapa para bakul menghargai ikan jenis ini dengan harga yang sangat murah. Duri bawal yang banyak dan tajam menjadi kendala utama bagi konsumen.

"Pas saya makan, baru ketahuan masalahnya. Cara makan saya itu agak 'ngawur', asal kunyah langsung telan. Nah, di situlah saya baru tahu kalau duri ikan bawal itu banyak banget dan tajam-tajam, mirip ikan bandeng morfologinya, dagingnya lebih lembut tapi durinya lebih keras. Karena kapok ketusuk duri, saya mikir, 'Wah, ini harus dipresto biar durinya lunak,'" ungkapnya.

"Pas panen harga murah cuma dibeli Rp 13.000 per kilogram. Lalu muncul ide untuk memasak presto ikan bawal, karena bawal itu kan mirip dengan bandeng yang punya duri halus tapi punya kelebihan dagingnya lebih lembut dan jarang menemukan yang berbau tanah" terang Taufik.

Matangkan Konsep dan Kantongi Legalitas Usaha

Tidak mau setengah-setengah, Taufik menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melakukan uji coba guna menemukan formula dan metode presto yang paling sempurna agar duri bawal benar-benar lunak namun dagingnya tetap terjaga gurih.

"Saya ulik terus metodenya sampai ketemu yang pas. Hasil prestoan awal itu saya bagi-bagikan ke teman, tetangga, sama kakak. Ternyata responnya positif, pada bilang enak. Itu proses uji cobanya bergulir dari tahun 2021 sampai 2022," tuturnya.

Melihat respons pasar yang sangat baik, Taufik memantapkan niatnya untuk membawa produk ini ke skala yang lebih besar pada tahun berikutnya. Langkah standardisasi rasa dan legalitas usaha pun mulai ditempuh demi menjamin keamanan konsumen.

"Memasuki awal 2023, saya mulai berani bikin racikan bumbu untuk skala industri biar hitungan bisnisnya masuk. Nah, pas Oktober 2023, kebetulan ada program pengurusan PIRT dan sertifikasi Halal gratis. Langsung saya daftarkan, dan alhamdulillah bulan itu juga izin PIRT dan cap Halalnya keluar," kata Taufik dengan rasa syukur.

Ia pun mengakui bahwa persaingan di pasar bawal presto memang ada, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bertahan dan berkembang.

 "Sebenarnya produk bawal presto ini enggak baru-baru amat, sudah ada orang lain yang bikin. Tapi bagi saya, ini tantangan baru. Proses jalannya ya mengalir aja, enggak ada rahasia yang gimana-gimana. Dari coba-coba di tahun 2021, matengin konsep di 2022, sampai akhirnya resmi produksi dan legal di akhir 2023 kemarin. Ya alhamdulillah, bertahan sampai sekarang," urainya.

Rambah Pasar Nasional Lewat Digitalisasi Keuangan BRI

Untuk menjaga kualitas rasa dari "Bawal Prastyo", Taufik sangat selektif dalam memilih bahan baku. Ia sengaja mendatangkan ikan bawal langsung dari daerah yang memiliki kualitas air terbaik demi menghasilkan rasa daging yang bersih dan lezat.

"Bahan baku kita datangkan dari Turi, Sleman, Jogja yang airnya bagus sehingga rasanya enak. Harga packing 300 gram Rp 40.000 dan 600 gram Rp 70.000 sudah termasuk sambel dan boxnya," jelas Taufik.

Berkat konsistensi mutu tersebut, jangkauan pasar Bawal Prastyo terus meluas. Dari yang awalnya hanya dikonsumsi oleh lingkungan sekitar, kini permintaan berdatangan dari berbagai kota besar di Indonesia.

"Dulu untuk warga sekitar tapi terus mencoba keluar. Sekarang per tiga hari produk sampai 25 kilogram, sebulan sampai 100-300 kilogram," lanjut Taufik.

Sistem pemasarannya pun kini sudah lebih terstruktur untuk mengakomodasi tingginya permintaan, baik melalui sistem kemitraan maupun pengiriman mandiri ke pelanggan retail. “Pemasaran sebagian diambil reseller, tapi juga ada yang kita kirim sendiri," tambahnya.

Kini, penikmat bawal presto buatannya sudah tersebar luas melintasi batas provinsi dan pulau.

"alhamdulillah sudah dapat pembeli di jogja, banyaknya disana, terus ada di Solo, Surabaya, Bandung, bahkan Sumatra, kalau luar jawa biasanya buat oleh-oleh, karena lokasi kami dekat candi Prambanan banyak yang order minta diantar ke area parkir candi.” kata Taufik.

Hingga saat ini, produk Bawal Prastyo terus mendapatkan respons positif dan kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan setianya tanpa kendala berarti. “Produknya juga telah memegang Ijin IRT dari pemerintah dan sertifikasi halal. Sejauh ini tidak ada komplain konsumen, paling komplain sambelnya kurang pedas atau kurang asin, itu selera” sebutnya.

Di balik kesuksesan operasional pengiriman logistik dan transaksi dengan para reseller maupun pelanggan antarpulau tersebut, Taufik mengaku sangat terbantu oleh layanan perbankan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kehadiran aplikasi mobile banking BRImo menjadi pilar utama yang mendukung kelancaran finansial usahanya setiap hari.

"Saat ini saya menggunakan rekening BRI untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Bagi saya, BRI sangat diandalkan karena mayoritas pelanggan saya juga menggunakan bank yang sama. Selain itu, aplikasi BRImo-nya punya fitur yang simpel dan mudah dimengerti. Kehadiran BRI benar-benar sangat membantu operasional usaha saya," pungkas Taufik menutup pembicaraan.

Praktis dan Lezat, Bawal Presto Jadi Idola Baru Menu Keluarga

Keunggulan rasa dan kepraktisan Bawal Prastyo ini diakui langsung oleh para pelanggannya, salah satunya Krisna. Sebagai konsumen setia, ia menceritakan bagaimana produk olahan bawal ini kini menjadi hidangan favorit di rumahnya.

"Bawalnya beneran enak, terus sambelnya itu mantap banget. Keluarga saya di rumah suka semua sama bawal presto ini, terutama anak saya yang doyan banget," ujar Krisna.

Selain rasanya yang memanjakan lidah, faktor kemudahan dalam penyajian menjadi alasan utama mengapa Krisna selalu memilih produk ini untuk menu makan keluarganya. Karena tekstur durinya yang sudah lunak, ia tidak perlu khawatir lagi saat menyajikannya untuk sang buah hati.

"Masaknya pun praktis karena kan sudah dipresto, jadi cuma tinggal digoreng saja di rumah dan dihidangin ke piring, langsung jadi deh gitu. Nggak pakai ribet, instan tapi rasanya juara," tambah Krisna gembira.

BRImo Capai 44,4 Juta Pengguna, Transaksi Harian Sentuh Rp25 Triliun

Transformasi digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRIVolution Reignite berhasil mencatatkan pertumbuhan luar biasa. Hingga Awal tahun 2026, pengguna aplikasi Super Apps BRImo mencapai 44,4 juta user (tumbuh 19,4% YoY) dengan nilai transaksi harian yang menembus Rp25 triliun pada awal 2026. Hery Gunardi, Direktur Utama BRI mengungkapkan bahwa BRI terus memperkuat infrastruktur dan mesin transaksi yang mencakup BRImo, Qlola, merchant, EDC, QRIS, hingga AgenBRILink.

“Ini adalah mesin besar yang dimiliki BRI, dan jumlahnya jauh melampaui kompetitor. Sekarang, kami mulai mengoptimalkan potensi besar itu,” ujar Hery dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI yang dilansir dari Liputan6.com

"Hal ini merupakan dampak peningkatan utilisasi infrastruktur transaksi BRI yang sejalan dengan kenaikan volume transaksi, sehingga berdampak pada peningkatan dana pihak ketiga di BRI," terangnya.

Pertumbuhan signifikan BRImo ini mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi BRI tumbuh 8,2% YoY menjadi Rp1.474,8 triliun, dengan porsi CASA meningkat menjadi 67,6% dari total DPK berkat kenaikan giro dan tabungan. Kenaikan komposisi CASA ini berkontribusi langsung pada penurunan biaya dana pihak ketiga, sehingga transformasi digital tidak hanya memperluas akses nasabah tetapi juga memperkuat profitabilitas serta fondasi pertumbuhan berkelanjutan perseroan.

Hery Gunardi menegaskan bahwa kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. BRI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi yang dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi melalui BRIVolution Reignite.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |