Liputan6.com, Jakarta - Dua puluh empat tahun silam, Sri Endah Kurniawati (51) tidak pernah membayangkan tanaman bayam yang tumbuh di depan rumahnya akan menjadi awal perjalanan usaha yang bertahan hingga puluhan tahun. Berbekal modal awal Rp 500.000, perempuan asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu mulai merintis usaha makanan ringan dari dapur sederhana di belakang rumah.
Saat itu, kondisi ekonomi keluarga mendorongnya mencari sumber penghasilan tambahan. Sang suami bekerja di Jawa Timur, sementara ia harus fokus mengurus anak yang masih kecil. Dari kondisi tersebut lahirlah usaha rumahan yang kemudian dikenal dengan nama IR Snack atau Intan Rahmadhani Snack, yang diambil dari nama kedua anaknya.
Perjalanan usaha itu terbilang penuh liku. Keterbatasan modal, minimnya peralatan produksi hingga terbatasnya tenaga menjadi bagian dari perjuangan yang harus dilalui. Namun berkat ketekunan dan kemampuan membaca kebutuhan pasar, IR Snack kini berkembang menjadi salah satu produsen keripik sayur yang dikenal luas di Yogyakarta.
Diceritakan Sri kepada Liputan6, Senin (15/6) lalu, di masa awal merintis ia tidak memiliki banyak modal. Ketika itu, hanya uang sebesar Rp 500.000 lah yang kemudian memantik usahanya hingga bisa berkembang sebesar sekarang.
"Waktu awal membangun usaha ini, modal awalnya saya di angka Rp 500.000 Itu pun penuh dengan keterbatasan dan kesulitan, tapi kemudian bisa terus berkembang hingga sekarang IR Snack ini," ujar Sri Endah, di rumah produksi IR Snack, di Sorogenen, Purwormatani, Kalasan, Kabupaten Sleman.
Kue Kering Lebaran Jadi Produk Pertama IR Snack
Usaha IR Snack sebenarnya tidak langsung memproduksi keripik sayur. Pada awal berdiri tahun 2000, Sri Endah lebih dulu membuat berbagai jenis kue kering yang dipasarkan kepada tetangga, saudara dan lingkungan sekolah anaknya.
Produk tersebut mendapat respons yang cukup baik hingga berhasil masuk ke salah satu swalayan di Yogyakarta. Namun keberhasilan itu menghadirkan tantangan baru. Pihak swalayan meminta produk yang bisa dijual setiap hari dan tidak hanya laris saat musim Lebaran atau hari besar keagamaan.
Permintaan tersebut kemudian membuat Sri Endah harus mencari ide baru. Di tengah keterbatasan akses informasi saat itu, ia terus mencoba berbagai kemungkinan sambil menjalankan produksi dari dapur belakang rumah yang masih menggunakan tungku kayu bakar.
"Waktu itu jualannya ada nastar, kue keju, dan kemampuannya masih terbatas, modal terbatas, peralatan terbatas. Mau beli majalah resep juga mahal banget kan. Yang ada hanya kemauan dan semangat agar bisa menjual produk-produk saya," katanya.
Awalnya Melihat Bayam Tumbuh di Depan Rumah
Titik balik usaha terjadi pada 2002. Saat berkunjung ke swalayan, Sri Endah melihat produk keripik bayam yang dijual di rak makanan ringan. Seketika ia teringat tanaman bayam yang tumbuh di depan rumahnya.
Dari situ muncul ide sederhana yang kemudian membentuk arah usahanya. Dari sana, ia mulai bereksperimen membuat keripik bayam sendiri hingga menemukan resep yang sesuai. Setelah berhasil, produk tersebut ditawarkan ke swalayan yang sebelumnya meminta produk harian.
Keputusan tersebut ternyata menjadi awal perjalanan panjang IR Snack. Dari satu jenis produk, usaha itu terus berkembang dan memperluas ragam produknya seiring meningkatnya permintaan pasar.
"Di rak swalayan waktu itu ada keripik bayam. Saya langsung teringat bahwa di depan rumah ada tanaman bayam. Dari situ saya mencoba membuat sendiri sampai akhirnya menemukan resep yang cocok. Ini juga tidak langsung berhasil, dulu pas nyoba bikin itu, tepungnya lari (tidak menempel), sampai akhirnya lumayan sempurna, " ujarnya.
Dari Satu Keripik Menjadi 32 Varian Produk
Melalui serangkaian percobaan hingga hasilnya sempurna, Sri kemudian berusaha mengembangkan IR Snack ini dan tidak ingin bergantung pada satu produk saja. Ia melihat selera konsumen terus berubah sehingga diperlukan inovasi agar pelanggan tidak bosan.
Saat ini IR Snack memiliki sekitar 32 varian produk. Beberapa di antaranya adalah, keripik bayam, keripik selederi, keripik pare, keripik jamur tiram, keripik daun singkong, keripik terong dan keripik tempe.
Kemudian, ada juga keripik tahu, keripik gembus, emping jagung, peyek teri, peyek kacang hijau hingga peyek kedelai hitam. Untuk beberapa produk bahkan tersedia lebih dari satu varian rasa seperti pare original dan pare balado, serta tempe bulat, tempe kotak, tempe mercon dan tempe sagu.
Dari seluruh produk tersebut, keripik jamur tiram, pare original dan pare mercon menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen. Selain menggunakan bahan baku pilihan, seluruh produk IR Snack juga dibuat tanpa tepung terigu dan menggunakan tepung beras serta mocaf sehingga masuk kategori gluten free dan vegetarian.
"Sebelum pelanggan bosan dengan satu produk, kami sudah menyiapkan produk lain. Karena itu produk kami terus bertambah sampai sekarang," kata Sri Endah.
Produk Dijual Mulai Harga Rp 12.000 hingga Rp 20.000
Untuk menjangkau berbagai segmen pasar, IR Snack menghadirkan beberapa pilihan kemasan. Saat ini tersedia kemasan pouch ukuran 40 gram dan 80 gram, sementara sebagian produk juga dipasarkan dalam kemasan plastik sesuai kebutuhan pasar. Kemasan 40 gram banyak digunakan untuk kebutuhan mini bar hotel.
Harga produknya berada pada kisaran Rp 12.000 hingga Rp 20.000, tergantung jenis produk, ukuran kemasan dan skema penjualan yang digunakan. IR Snack menerapkan harga reseller, harga normal dan harga pengguna akhir agar dapat menyesuaikan kebutuhan pasar.
Selain masuk ke berbagai swalayan, produk IR Snack juga dipasarkan di sejumlah hotel seperti Indolux, Atrium, Yellow Star, Grand Keisha dan SM Tower. Saat ini produk tersebut juga sedang dalam proses masuk ke jaringan layanan kereta api.
Produksi Ratusan Kemasan Setiap Hari dan Berhasil Tembus Malaysia
Perkembangan pasar membuat kapasitas produksi IR Snack terus meningkat. Saat ini usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 50 kilogram produk per hari atau setara dengan 300 hingga 400 kemasan berbagai ukuran. Proses produksi dilakukan di lokasi terpisah dari rumah dengan dukungan lima orang karyawan yang menangani produksi, pengemasan, pemasaran dan administrasi.
Jangkauan pemasaran pun semakin luas. Selain tersebar di berbagai swalayan dan pusat oleh-oleh di Yogyakarta, produk IR Snack telah masuk ke Jakmart dan Sarinah di Jakarta melalui gudang distribusi yang berada di Bekasi. Setiap dua bulan sekali, sekitar 1.000 kemasan dikirim ke gudang tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Tidak hanya itu, produk IR Snack juga telah menembus pasar internasional. Melalui program business matching yang difasilitasi pemerintah, produk tersebut berhasil masuk ke Angsana Mall, Johor Bahru, Malaysia. Sekitar 300 kemasan dikirim untuk memenuhi permintaan pasar di negara tersebut. Selain Malaysia, produk IR Snack juga pernah menjangkau konsumen di New Zealand, Canberra dan Kanada.
"Alhamdulillah juga, saat ini, produk kami itu sudah sampai Malaysia, New Zealand, Canberra dan Kanada. Di Malaysia sendiri sudah masuk Angsana Mall di Johor Bahru," ujar Sri Endah.
Dukungan BRI Membantu Perluasan Pasar IR Snack
Perjalanan IR Snack berkembang semakin cepat setelah memperoleh dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Awalnya, Sri Endah mengikuti pameran yang diselenggarakan BRI dan kemudian bergabung sebagai pelaku UMKM binaan Rumah BUMN BRI Yogyakarta. Dari sana, produk IR Snack mendapatkan berbagai kesempatan promosi dan pengembangan pasar.
Untuk mempercepat ekspansi usaha, Sri Endah juga memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI senilai Rp 100.000.000 Modal tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan pemasaran yang sebelumnya hanya berfokus di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Menurutnya, dukungan pembiayaan tersebut membuat proses pengembangan usaha berjalan lebih cepat. Selain pembiayaan, BRI juga membantu promosi produk melalui berbagai kegiatan dan fasilitas Rumah BUMN sehingga produk IR Snack semakin dikenal oleh pasar yang lebih luas.
Dari bayam yang tumbuh di depan rumah hingga menembus pasar internasional, perjalanan IR Snack menunjukkan bahwa usaha besar dapat lahir dari ide sederhana. Dengan menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas selama 24 tahun, Sri Endah berhasil membangun kepercayaan yang menjadi modal terpenting dalam mempertahankan usaha di tengah persaingan yang terus berubah.
"Produk pembiayaan KUR BRI benar-benar membantu usaha saya. Pengembangan usaha menjadi lebih cepat dan pasar kami bisa semakin luas," tambah Sri Endah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263258/original/041334300_1781872296-365533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262166/original/087364900_1781773654-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.58.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262861/original/026507500_1781852010-IMG_20260618_140632_768.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262856/original/072721800_1781851273-1000861185.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262427/original/038502900_1781790224-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.13__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262431/original/080013000_1781790387-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262416/original/015658300_1781788900-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_19.51.34__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260700/original/006703800_1781624492-geliefde.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262255/original/098070600_1781776552-1000860388.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/4936759/original/084695800_1725472469-IMG_20240905_005417.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262132/original/019625000_1781771651-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.21.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261871/original/084253600_1781761058-1001371513.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260677/original/056641500_1781620086-tjahnom__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258560/original/032137000_1781360439-somah__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261304/original/063773700_1781694394-766806.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261112/original/050119800_1781681409-20260617_095218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258578/original/046027800_1781365644-elis_kumara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260650/original/038398400_1781618153-tjahnom__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692439/original/063200800_1503805346-20170827-Samsat-Keliling-AY1.jpg)