Liputan6.com, Jakarta - Suasana sepi di kawasan Perum Jombor Baru, Mlati, Sleman, menjadi latar bincang hangat bersama pemilik tote bag Tjahnom. Intan (41) menceritakan perjalanan usahanya saat merintis Tjahnom pada tahun 2016.
"Kalo NOM itu saya jalan itu mulai tahun 2016. Tahun 2016 itu saya resign, eh tahun 2015. Tahun 2016 mulai jualan Nom. Terus tahun 2018 itu mulai mikirin legalitas," cerita Intan saat ditemui di rumahnya pada (5/6/2026).
Tak terasa, sepuluh tahun telah berlalu. Usaha tote bag miliknya kini berkembang pesat. Dengan hanya fokus mempromosikan melalui media sosial, pesanan Tjahnom telah dikirim hingga ke luar kota.
Totebag merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan. Tidak hanya menjadi barang favorit untuk penggunaan pribadi, tote bag juga dapat dijadikan ide souvenir atau buah tangan bagi kerabat maupun orang terdekat.
Sukses dengan Tjahnom, Intan kemudian merintis sister brand bernama Nom dengan nama Tjendrakata pada tahun 2025. Berbeda dengan Nom yang lebih mengutamakan pesanan kustom pelanggan, Tjendrakata hadir dengan desain yang menampilkan tulisan berbahasa daerah.
Sempat Off karena Pandemi Covid-19
Mengingat perjalanan panjangnya dalam merintis Tjahnom, Intan mengungkapkan bahwa usahanya sempat berhenti beroperasi pada tahun 2019 hingga 2022 akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut terpaksa dilakukan karena Tjahnom bergerak di bidang event. Intan kerap menerima pesanan untuk berbagai acara, mulai dari pernikahan hingga pesanan korporat secara kolektif.
"Terus abis itu tahun 2019 itu mulai tahun 2019 pandemi itu off sampai tahun 2022 karena saya kan bergerak di bidang event ya. Kalo dari kejadian pandemi itu kan bener-bener yang menutup semua acara, bener-bener gak ada. Jadi yaudah kita close, bener-bener close," jelas Intan.
Pada tahun 2022, Intan kembali menjalankan usahanya, yang menjadi titik balik bagi Tjahnom. Sejak awal dirintis hingga masa pandemi, perjalanan usaha ini penuh lika-liku. Setelah dua tahun berjalan, usahanya sempat belum memiliki legalitas, kemudian pada tahun 2019 kembali terhambat oleh pandemi selama tiga tahun.
Intan mengungkapkan jika awal menjalankan Tjahnom tanpa konsep yang matang. Pada saat itu sudah resign, sehingga Intan berpikir bahwa yang penting usaha tersebut berjalan dulu karena masih bingung untuk menjalankan usaha apa.
"Awalnya itu sebenernya gak ada konsep. Gak ada konsep sama sekali. Jadi mulai tahun 2016 itu bener-bener yang udah pokoknya jalan dulu karena dulu memang bener-bener yang resign terus abis itu gak tau mau ngapain gitu," cerita Intan.
Bermula Tanpa Pengalaman di Bidang Bisnis dan Menjahit
Intan merupakan lulusan Akuntansi Universitas Kristen Duta Wacana pada tahun 2003. Tidak memiliki latar belakang di dunia bisnis, ia tetap memberanikan diri untuk terjun dan memulai usaha. Bahkan pada pekerjaan terakhirnya, Intan bekerja di bagian keuangan.
"Dari 2011, 2015 saya resign. Aku waktu resign itu memang udah gonjang ganjing karena aku pegang duitnya," kata Intan sambil mengingat keputusan yang diambilnya 11 tahun lalu.
Setelah resign, Intan merasa lebih bebas dan menemukan dirinya yang baru. Wanita berusia 41 tahun ini mengungkapkan bahwa ia merasa tidak cocok bekerja kantoran. Intan bekerja di Kantor Dyandra Promosindo dari tahun 2011-2015. Kantor yang berlokasi di daerah Taman Siswa ini bergerak di bidang event.
"Nah setelah resign itu kok kayaknya aku ga bakat ya kerja kantor. Terus yaudah kayaknya aku akan lebih bebas, lebih merdeka kalau ini bisnis sendiri sepertinya," kata Intan.
Pouch Menjadi Produk Pertama yang Dibuat
Sembari mengingat momen sepuluh tahun yang lalu, Intan ungkap bahwa ia tidak mempunyai skill menjahit. Ia mulai belajar menjahit selama kurang lebih satu hingga enam bulan dengan menggunakan mesin jahit yang ia beli dengan gaji terakhirnya pasca resign melalui YouTube.
"Tapi memang gak ngerti. Gak tau ya waktu itu kayak ada aja gitu jalannya tiba-tiba yang saya ga bisa jahit. Dari awal itu ga bisa jahit, keluar dari kantor itu dengan gaji terakhir, beli mesin jahit, dan saya belajar dari YouTube," kenang Intan.
Produk pertama yang dibuat Intan adalah pouch. Setelah itu, ia mulai memposting produknya di media sosial hingga akhirnya mendapatkan banyak respons dan terus berkembang hingga tahun 2026 ini.
"Cuma bikin isang-isang aja, mau bikin apa ya, yang paling gampang waktu itu cuma bikin pouch," tambahnya.
Berawal dari Modal Rp 2 Juta, Kini Omzet Capai Rp25–70 Juta per Bulan
Intan mengungkapkan bahwa modal awal untuk merintis usahanya sekitar kurang dari Rp 5 juta, karena pada saat itu tidak terlalu banyak alat dan bahan yang dibutuhkan. Namun yang paling utama adalah mesin jahit dan kebutuhan kecil.
"Model sendiri kita beli mesin jahit itu waktu itu Rp1.500.000, pokoknya Rp2.000.000 lah. Ga nyampe Rp 2.000.000. Ya taruh Rp 2.000.000 itu udah sama beli kain-kain. Ga nyampe Rp 5.000.000 lah," kata Intan sembari mengingat modal ketika awal merintis.
Menerima pesanan sampai luar kota, waktu produksi totebag Tjahnom biasanya kurang lebih tiga bulan. Mulai dari diskusi dengan konsumen soal custom hingga proses produksi yang meliputi potong kain, cetak sablon dan penjahitan.
Omzet Tjahnom dalam satu bulan bisa menembus Rp 70 juta, terutama pada masa big season seperti Agustusan hingga Natal. Mulai bulan Agustus hingga akhir tahun, penjualan Tjahnom biasanya meningkat karena banyak momen yang selaras dengan permintaan produk tersebut.
"Omzetnya sekitar 20-25. Kalau pas big season ya bisa sampai, sempat tembus di 50-70," kata Intan.
Intan juga memperkerjakan penjahit lepas untuk membantunya. Sejak 2017, Intan sudah merekrut karyawan karena sudah kewalahan mengurus pesanan berdua dengan suami.
"Dulu itu tahun 2017 kami mulai udah nggak sanggup ngerjain sendiri. Terus mulai kayaknya perlu cari teman ya. Terus ya udah mulai cari penjahit satu. Kalau misalnya ada project yang lainnya bisa nambah penjahit lagi," jelas Intan.
Upaya Meminimalkan Sampah dalam Produksi
Pada awal merintis usahanya, Intan memang memfokuskan kanvas sebagai bahan utama. Namun, pada masa itu ia masih bereksperimen dengan berbagai jenis kanvas, seperti canvas bermotif hingga canvas printing yang masih mengandung campuran plastik.
Pada tahun 2022 pasca pandemi yang merupakan titik balik Tjahnom, Intan mulai memfokuskan pada bahan canvas katun karena lebih minim sampah. Dengan menggunakan canvas katun, sisa produksi yang sangat kecil bisa kembali dimanfaatkan menjadi gantungan kunci.
"Tapi yang mulai tahun 2022 kita fokus aja lah, kita pake bahan yang katun. Karena dulu merasa bersalah banget sampahnya, banyak banget. Plastik gak bisa diapapain, ada campuran plastiknya," jelas Intan.
Kemudian untuk tali gantungan kuncinya, Intan menggunakan tali kulit sapi. Produk totebag Tjahnom dimodifikasikan dengan tali kulit sapi. Tali kulit sapi tersebut juga menyisakan limbah, namun dimanfaatkan menjadi tali gantungan kunci.
"Tapi yang sekarang itu kita bisa. Gak tau kenapa ya bisa manfaatin sampai bener-bener ke potongan kecil-kecil kita bisa pakai jadi gantungan kunci," kata Intan.
"Bahkan kami sekarang kan pakai modifikasinya kulit sapi. Itu sisa juga, limbah juga. Kami pake untuk tali, itu lumayan kencang," tambahnya.
Melibatkan Beberapa Penjahit dalam Proses Produksi
Intan bekerja sama dengan empat penjahit untuk menyelesaikan pesananya. Pesanan kolektif dengan minimal pesanan 50 pcs tentu tidak bisa diselesaikan sendiri. Penjahit-penjahit lepas Tjahnom ini bekerja ketika ada pesanan.
"Ada beberapa penjahit lepas. Nggak tahu kenapa juga ketemu penjahit-penjahit yang setia. Jadi mereka cuma mau nerima kerjaan dari saya," cerita Intan.
"Jadi penjahit dari dulu itu sampai sebelum pandemi itu penjahit utamanya cuma satu. Terus setelah pandemi saya ketemu penjahit lagi. Ini bertahan dari tahun 2022 sampai sekarang," tambahnya.
Salah satu penjahit adalah Datik Sulistyowati. Datik menjadi penjahit Tjahnom awalnya tidak sengaja. Berawal dari Tjahnom yang butuh penjahit dadakan dan teman dari Datik tidak biasa, alhasil Datik yang menjadi penjahit dadakan Tjahnom pada tahun 2023 lalu masih sampai sekarang.
"Saat itu NOM butuh penjahit urgent dan teman saya gak bisa terus dikenalin atau ditawarin ke saya," cerita Datik saat dihubungi pada (13/6/2025) lalu.
Dalam sehari atau seminggu, Datik tak bisa memastikan berapa tote bag yang dijahit karena tergantung pesanan. Namun tantangan yang sering dihadapi oleh ibu berusia 40 tahun ini adalah waktu yang mepet.
"Waktunya mepet cara mengatasinya minta bantuan suami dan anak terus jahitnya cuma istirahat sebentar kadang jahit sampe pagi," kata Datik.
Produk Dipamerkan di Rumah BUMN
Produk Tjahnom pernah dipajang di Rumah BUMN selama tiga bulan sekitar tahun 2025. Dengan begitu, produk UMKM yang dipajang di Rumah BUMN jadi lebih dikenal. Bahkan meski waktunya sudah berakhir, produk-produk tersebut disimpan dalam sorotan Instagram Rumah BUMN Yogyakarta.
"Itu tahun berapa ya, 2025. Belum lama kok, sayangnya cuma 3 bulan. Cuma memang dipajang, mereka mendatangkan lumayan (pembeli baru)," cerita Intan.
Beberapa UMKM dikurasi sebelum dipajang di galeri rumah BUMN Bank Rakyat Indonesia (BRI), begitu juga dengan Tjahnom. Bahkan ada juga pelatihannya, namun Tjahnom memilih pelatihan yang materinya sesuai dan relevan dengan Tjahnom.
"Saya itu malah ikut kurasi produk. Kurasi produk di galerinya BRI yang rumah kreatif. Saya ikut itu, terus produk saya masuk ke situ, kebetulan saya juga pengguna BRI," kata Intan.
"Kurasi produk itu kemarin cuma isi form aja, terus menyertakan foto produk, terus ada beberapa isian yang harus kami lampirkan, terus mereka memilih beberapa produk yang layak pajang untuk di sana," tambahnya.
Fitur QRIS Cross Border BRImo
Melansir dari unggahan Instagram BRI pada 16 Juni 2026, melalui fitur QRIS Cross Border di aplikasi BRImo, nasabah BRI yang berada di China kini dapat melakukan pembayaran langsung di merchant lokal hanya dengan memindai kode QR menggunakan BRImo.
Dengan layanan ini, nasabah tidak perlu lagi menukarkan uang tunai di money changer. Setiap transaksi akan secara otomatis dikonversi dari saldo rupiah dengan nilai tukar yang transparan, kompetitif, dan real-time.
Kemudahan ini membuat pengalaman bertransaksi digital di luar negeri menjadi lebih praktis, cepat, dan aman, karena seluruh aktivitas pembayaran tercatat secara langsung dan real-time di aplikasi BRImo.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261304/original/063773700_1781694394-766806.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261112/original/050119800_1781681409-20260617_095218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258578/original/046027800_1781365644-elis_kumara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258541/original/049441500_1781358286-somah__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260446/original/020744100_1781594191-IMG_20260616_120038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260031/original/013741700_1781534632-feedImage_2026_6_15_1781526100608-txim4.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260027/original/063802000_1781532925-Temanggung.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259910/original/060726300_1781519100-Nalara_Coffee4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257698/original/013434600_1781252175-1000844764.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257593/original/068234000_1781249124-1000845427.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257475/original/007879200_1781244945-IMG-20260611-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7372665/original/066968000_1780153327-WhatsApp_Image_2026-05-30_at_7.02.52_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256902/original/046737600_1781175388-Rakernas_Apdesi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256899/original/013596100_1781174982-741940.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559990/original/038897500_1776655094-cuci_darah__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8248000/original/037953600_1781109186-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_16.17.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8255941/original/009773000_1781133892-1001345873.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692439/original/063200800_1503805346-20170827-Samsat-Keliling-AY1.jpg)