Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 menjadi titik balik kehidupan perempuan asal Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta bernama Diah Dwi Kusumandari. Saat itu perempuan 51 tahun itu sempat kehilangan dua sumber penghasilan sekaligus ketika aktivitas masyarakat dibatasi pada 2020 akibat wabah mematikan tersebut.
Saat itu, Diah bekerja sebagai penyelenggara acara atau event organizer (EO) untuk berbagai kegiatan baking demo berskala nasional. Di saat yang sama, ia juga memiliki gerai jajanan pasar yang banyak dikunjungi wisatawan, bahkan dari Mancanegara. Namun pandemi telah membuat seluruh agenda yang telah tersusun sepanjang tahun dibatalkan. Aktivitas wisata ikut berhenti, membuat usaha jajanan pasar yang dijalankannya juga terpaksa tutup.
Di tengah kondisi tersebut, Diah terpaksa memilih mencari peluang baru yang bisa dikerjakan dari rumah. Pilihannya kemudian jatuh pada produk yang selama ini dekat dengan kehidupannya, yakni kacang mete.
"Waktu itu semua acara dicancel. Gerai saya juga akhirnya tutup. Saya bingung mau mengerjakan apa karena semua kegiatan berhenti," kata Diah, saat menceritakannya kepada Liputan6 di Berbah, Senin 8 Juni 2026 lalu.
Berawal dari Kampung Perajin Mete Terbesar di DIY
Keputusan Diah menekuni usaha mete bukan tanpa alasan. Lingkungan tempat tinggalnya yakni di Krikilan selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu sentra perajin mete terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kawasan tersebut, usaha pengolahan mete menjadi mata pencaharian banyak warga. Hampir di setiap sudut kampung terdapat perajin yang memproduksi mete untuk dipasarkan ke berbagai daerah.
Diah melihat potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak perajin menjual mete mentah kepada pedagang dari luar daerah, sementara nilai tambah terbesar justru diperoleh setelah produk tersebut diolah dan dikemas.
Selain itu, sebagian besar penjualan mete masih bergantung pada musim tertentu seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan Imlek. Di luar periode tersebut, permintaan cenderung menurun. Kondisi itu mendorong Diah untuk menghadirkan produk mete yang dapat dipasarkan sepanjang tahun sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal yang sudah lama menjadi identitas wilayahnya.
"Kampung saya kan di Krikilan, Berbah, Sleman. Nah, ini awalnya dikenal sebagai kampung perajin mete terbesar di DIY. Jadi, hampir setiap beberapa rumah ada perajin kacang mete," ujarnya.
Lima Bulan Mencari Resep yang Tepat
Memulai usaha baru di tengah pandemi bukan perkara mudah. Diah tidak langsung menjual produknya begitu saja. Ia dibantu sang suami, Warsito, mulai menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mencari resep yang sesuai dengan selera pasar.
Sejak Oktober 2020, berbagai percobaan dilakukan untuk menemukan komposisi rasa yang dianggap paling tepat. Di saat yang sama, ia juga mulai mempersiapkan desain kemasan dan mengurus berbagai perizinan usaha.
Proses tersebut berlangsung hingga awal 2021. Setelah merasa yakin dengan kualitas produk yang dihasilkan, Diah mulai memperkenalkan merek My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng kepada masyarakat. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengikuti berbagai pameran dan kegiatan promosi yang difasilitasi pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan pasar.
"Kami memulai ini dengan trial resep dari Oktober 2020 sampai akhirnya menemukan resep yang pas sekitar Februari 2021. Setelah itu kami mengurus perizinan dan mulai mengenalkan produk My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng yang sudah jadi dengan kemasan yang warna warni ini," katanya.
Tetap Memilih Mete Premium Saat Banyak Pelaku Usaha Menekan Harga
Persaingan menjadi tantangan tersendiri ketika usaha mulai berjalan. Saat banyak pelaku usaha menawarkan produk dengan harga murah, Diah memilih mempertahankan kualitas bahan baku sebagai nilai utama produknya.
Ia menggunakan mete kualitas terbaik yang memiliki karakter rasa lebih gurih dan manis dibanding jenis lainnya. Menurut Diah, keputusan tersebut memang membuat harga produknya lebih tinggi dibanding sebagian kompetitor.
Namun ia meyakini kualitas menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang. Karena itu, ia memilih tidak menurunkan standar bahan baku hanya untuk mengejar harga yang lebih murah.
Komitmen tersebut juga terlihat dari pilihan produknya yang tetap bertahan pada satu varian rasa, yaitu original. Di saat banyak produsen menghadirkan berbagai rasa tambahan, My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng justru mempertahankan cita rasa alami kacang mete.
"Kami selalu mempertahankan mete kualitas nomor satu. Saya tidak mau menurunkan kualitas bahan baku hanya supaya harganya lebih murah," ujar Diah.
Dukungan BRI Membuka Jalan Produk Mete Goreng Tampil di Berbagai Ajang Nasional
Perjalanan My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng berkembang semakin cepat setelah Diah mulai terhubung dengan berbagai program yang difasilitasi BRI. Kerja sama tersebut bermula dari jaringan yang telah dibangun Diah saat masih aktif sebagai event organizer sebelum pandemi. Ketika usaha mete goreng miliknya mulai berjalan dan telah memiliki perizinan lengkap pada 2021, kesempatan demi kesempatan mulai terbuka.
Salah satu momentum penting terjadi ketika Diah mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan BRI di Yogyakarta. Saat itu, produknya menjadi salah satu UMKM yang diberi ruang untuk memperkenalkan hasil usahanya kepada peserta kegiatan. Respons yang diterima cukup positif. Produk yang dibawa untuk dipamerkan habis terjual dan semakin banyak orang mulai mengenal My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng .
Kesempatan serupa kembali datang saat BRI menggelar kegiatan Pesta Rakyat Simpedes di kawasan Teras Malioboro. Melalui kegiatan tersebut, Diah dapat bertemu langsung dengan konsumen dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan bahwa oleh-oleh khas Yogyakarta yang tidak hanya identik dengan bakpia, tetapi juga memiliki produk unggulan lain seperti mete goreng premium.
Tidak berhenti di situ, pada 2023 Diah kembali memperoleh kesempatan mengikuti pameran dalam rangka Rakornas Polri yang berlangsung di Hotel Alana Yogyakarta. Saat itu hanya terdapat satu stan khusus UMKM yang difasilitasi BRI, dan My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng menjadi usaha yang dipercaya untuk mengisi ruang tersebut.
Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menjalankan usaha. Di tengah kegiatan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berkesempatan mengunjungi stan yang ditempatinya. Diah mengaku tidak menyangka produknya mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut.
Menurut Diah, Kapolri bahkan sempat meminta izin untuk membawa produk mete goreng miliknya sebagai camilan selama perjalanan. Pertemuan singkat itu menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya saat pertama kali merintis usaha dari rumah pada masa pandemi.
"Di Rakornas Polri waktu itu hanya ada satu stan UMKM dari BRI dan saya yang diundang. Pak Listyo Sigit juga sempat mampir ke stan saya, lalu bertanya apakah mete ini boleh dibawa untuk camilan di perjalanan. Itu pertama kalinya saya bertemu beliau dan orangnya sangat ramah," ujar Diah.
Rumah BUMN BRI dan Ekosistem Digital BRI Membantu My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng Naik Kelas
Selain membuka akses promosi, BRI juga memberikan pendampingan melalui Rumah BUMN binaan BRI yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha. Diah mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan bisnisnya.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pemasaran, tetapi juga penguatan branding, pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, hingga strategi komunikasi produk kepada konsumen.
Pengetahuan tersebut membantu My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng memperkuat kehadirannya di platform digital. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan media sosial dan transaksi non-tunai, kemampuan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.
BRI juga membantu mempermudah transaksi melalui layanan QRIS dan transfer digital. Fasilitas tersebut memudahkan konsumen saat berbelanja, baik ketika mengikuti pameran maupun melakukan pemesanan secara langsung.
Saat ini, produk My Dydy Crezz Crezz Mete Goreng telah masuk ke puluhan toko dan gerai oleh-oleh di Yogyakarta, termasuk kawasan wisata dan pusat oleh-oleh yang banyak dikunjungi wisatawan. Bagi Diah, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang lahir dari situasi sulit dapat terus berkembang ketika dibarengi kualitas produk, kemauan belajar, dan dukungan ekosistem yang tepat.
"Saya banyak terbantu dari pelatihan Rumah BUMN, terutama soal digital marketing, branding, dan cara mempromosikan produk. QRIS BRI juga sangat membantu karena memudahkan transaksi saat pameran maupun penjualan sehari-hari," ujar Diah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263258/original/041334300_1781872296-365533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262166/original/087364900_1781773654-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.58.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262861/original/026507500_1781852010-IMG_20260618_140632_768.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262856/original/072721800_1781851273-1000861185.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262446/original/023114400_1781795444-ChatGPT_Image_Jun_18__2026__10_09_20_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262427/original/038502900_1781790224-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.13__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262431/original/080013000_1781790387-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_20.35.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260700/original/006703800_1781624492-geliefde.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262255/original/098070600_1781776552-1000860388.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/4936759/original/084695800_1725472469-IMG_20240905_005417.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262132/original/019625000_1781771651-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.21.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261871/original/084253600_1781761058-1001371513.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260677/original/056641500_1781620086-tjahnom__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258560/original/032137000_1781360439-somah__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261304/original/063773700_1781694394-766806.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261112/original/050119800_1781681409-20260617_095218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258578/original/046027800_1781365644-elis_kumara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260650/original/038398400_1781618153-tjahnom__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692439/original/063200800_1503805346-20170827-Samsat-Keliling-AY1.jpg)