Liputan6.com, Jakarta - Di sebuah rumah berdinding hijau di kawasan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Muhammad Abrar menyambut tamu dengan senyum hangat. Pria berjanggut asal Medan itu tampak santai duduk di lesehan rumahnya. Siapa sangka, di balik posturnya yang kini tampak sehat dan bugar, Abrar pernah bergelut dengan masalah berat badan berlebih.
Perjalanan menuju hidup sehat itu tidak mudah. Berulang kali ia mencoba menurunkan berat badan, namun hasilnya tak pernah bertahan lama. Hingga suatu ketika, ia menemukan sebuah program diet yang menekankan kedisiplinan dalam mengatur pola makan dan gaya hidup. Abrar pun memutuskan untuk menjalaninya.
Usahanya membuahkan hasil. Berat badannya yang semula mencapai 85 kilogram berhasil turun menjadi 65 kilogram. Pengalaman tersebut bukan hanya mengubah penampilannya, tetapi juga cara pandangnya terhadap kesehatan. Ketertarikan yang tumbuh dari proses itu mendorong Abrar mendalami ilmu gizi hingga akhirnya menekuni profesi sebagai konsultan gizi.
"Dulu badan saya tidak seperti sekarang, saya cukup gemuk. Setelah mendalami pola hidup sehat, berat badan saya turun dari 85 kilogram menjadi 65 kilogram. Dari situ saya tertarik mendalami bidang gizi hingga akhirnya menjadi konsultan gizi," ujarnya.
Bisnis Sejak Covid-19
Pandemi Covid melanda di Indonesia, aktivitas konsultasi gizi yang selama ini menjadi sumber pendapatan utamanya mulai menurun drastis. Di tengah situasi tersebut, ia melihat peluang dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat.
"Awalnya saya konsultan gizi, tapi waktu pandemi aktivitas konsultasi menurun. Akhirnya saya mencoba jualan kurma dan ternyata respons pasar cukup baik," katanya.
Pada awalnya, Abrar hanya menjual kurma segar tanpa merek dan kemasan khusus. Seiring berjalannya waktu, ia mulai memikirkan cara agar produknya memiliki nilai tambah. Pengalamannya sebagai konsultan gizi membuatnya memahami kebutuhan konsumen yang mencari camilan sehat dengan kandungan gula lebih rendah.
Dari situlah muncul ide mengembangkan berbagai olahan berbahan dasar kurma. Ia mengusung konsep less sugar tanpa pengawet dan tanpa pewarna pada produk-produknya. Selain dapat dinikmati sebagai camilan sehat, beberapa produk tersebut juga cocok untuk menu makanan pendamping ASI (MPASI) maupun bagi konsumen yang sedang mengontrol asupan gula.
Modal Awal Rp 10 Juta Kini Punya 6 Produk Olahan Kurma
Usaha yang dirintis dengan modal sekitar Rp10 juta itu perlahan berkembang. Tak lagi sekadar menjual kurma, Abrar mulai menghadirkan beragam produk olahan seperti cokelat kurma, selai kurma, sambal kurma, susu kurma, hingga sari kurma. Dalam waktu dekat, ia juga berencana meluncurkan produk baru berupa sirup kurma.
Dari berbagai produk yang dipasarkan, cokelat kurma dan selai kurma menjadi yang paling diminati konsumen. Menurut Abrar, salah satu keunggulan produknya terletak pada penggunaan bahan baku alami dengan kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis di pasaran.
"Produk yang paling diminati sampai sekarang cokelat kurma. Kalau selai kurma, kami menggunakan buah kurma asli dan mengedepankan konsep less sugar," ujarnya.
Inovasi lain yang cukup menarik adalah sambal kurma. Produk ini lahir dari pengamatannya terhadap kebutuhan konsumen yang ingin tetap menikmati cita rasa sambal, namun dengan pilihan yang lebih ramah bagi pola makan sehat.
Kualitas produk Rakuma juga mendapat respons positif dari konsumen. Raihan menilai olahan kurma yang ditawarkan cocok bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat tanpa harus mengorbankan cita rasa.
"Recommended banget. Rakuma punya banyak produk berbahan dasar kurma dengan konsep less sugar. Cocok buat yang menjalani gaya hidup sehat, dan rasanya juga enak, mulai dari cokelat kurma, sambal kurma, sari kurma, sampai produk lainnya," ujar Raihan.
Sementara itu, Helga mengaku menyukai cokelat kurma yang menjadi salah satu produk unggulan Rakuma karena manisnya yang pas.
"Cokelat kurmanya enak, manisnya pas," katanya.
Bertumbuh Bersama RuBy dan Program BRI
Di balik perkembangan usahanya yang kini semakin meluas, Abrar tak menampik adanya peran pendampingan dari BRI. Sejak awal merintis usaha, ia mengaku fokus pada upaya memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan. Ia pun bergabung dengan Rumah BUMN Yogyakarta (RuBy).
Abrar mulai aktif mengikuti berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM sejak 2022. Keikutsertaannya di RuBy menjadi langkah awal untuk memperluas wawasan sekaligus membangun koneksi bisnis yang lebih luas.
"Saya memang dari awal suka ikut pelatihan dan komunitas karena ingin belajar sekaligus menambah koneksi," ujarnya.
Salah satu pelatihan yang paling berkesan bagi Abrar adalah cerita perjalanan berbisnis dari para pelaku usaha yang sukses. Seperti pepatah mengatakan, 'pengalaman adalah guru terbaik'. Tak hanya pengalaman diri sendiri, mendengar pengalaman orang lain pun menjadi ilmu yang berharga.
"Yang saya suka dari pelatihan di RuBy itu pematerinya banyak yang memang pelaku usaha. Jadi bukan hanya teori, tetapi berbagi pengalaman nyata tentang tantangan bisnis dan bagaimana mengatasinya," katanya.
Abrar bahkan masih mengingat salah satu materi dari pemilik usaha Sate Ratu yang menurutnya memberikan banyak pelajaran praktis untuk diterapkan dalam bisnis sehari-hari.
Selain itu, ia juga memperoleh banyak wawasan terkait digital marketing yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan usahanya, seiring dengan semakin besarnya porsi penjualan yang bergerak ke ranah daring.
"Untuk sekarang saya paling suka materi tentang digital mrketing, karena pasarnya sejauh ini banyak di online bisa sampai luar pulau" ungkap Abrar.
Dari RuBy, ia kemudian memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai program lanjutan seperti BRI Incubator, BRILiaNpreneur 2023, hingga BRI UMKM EXPO(RT) 2025.
Dari BRILiaNpreneur hingga Kerja Sama dengan Sushi Tei
Abrar juga menceritakan pengalamannya mengikuti BRILiaNpreneur 2023. Dalam ajang yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat tersebut, ia berkesempatan bertemu dengan berbagai calon pembeli potensial yang membuka peluang kerja sama baru.
"Di BRILiaNpreneur saya bertemu banyak buyer potensial," ujarnya.
Dari ajang itu, Abrar berhasil menjalin kerja sama dengan jaringan restoran Sushi Tei yang hingga kini masih berjalan. Selama kurang lebih dua tahun terakhir, usahanya memasok selai kurma yang digunakan sebagai bahan dessert di sejumlah gerai restoran tersebut.
"Sushi Tei sedang ada program kolaborasi dengan UMKM, dan di BRILiaNpreneur mereka mencoba tester produk kami," katanya.
Menu hasil kolaborasi tersebut adalah Korumachio, pistachio mousse yang lembut dan creamy, dipadukan dengan Selai Kurma Rakuma. Perpaduan ini menghadirkan sensasi manis yang tidak berlebihan, namun tetap kaya rasa.
"Saya support selai kurma untuk dessert di Sushi Tei. Ini sudah berjalan sekitar dua tahun," ujarnya.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan usahanya yang ia rintis dari rumah bersama sang istri. Seiring meningkatnya permintaan, Abrar kemudian mulai memperkuat kapasitas produksi dengan berinvestasi pada peralatan usaha senilai sekitar Rp30 juta.
"Alhamdulillah sekarang sudah bisa investasi alat sekitar Rp30 juta. Alat-alat ini sangat membantu proses produksi, jadi bisa membuat produk lebih banyak. Dengan SDM yang terbatas, pekerjaan juga jadi lebih terbantu," ujarnya.
Dua tahun berselang, pada 2025, Abrar kembali terpilih sebagai salah satu UMKM yang tampil dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Pameran yang digelar pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City itu kembali mempertemukannya dengan banyak pelaku usaha dan calon mitra baru.
"BRI sangat support luar biasa UMKM, terutama melalui pameran dan business matching. Di hari terakhir, stand kami ramai pengunjung," ujarnya.
Harapan
Dalam menjalankan usahanya, ia juga memanfaatkan layanan digital BRI seperti QRIS BRI dan BRImo untuk mendukung transaksi yang lebih praktis dan efisien.
Untuk harapan ke depannya, Abrar berharap dapat memiliki fasilitas produksi yang lebih besar serta mengembangkan produk berbasis buah-buahan sehat lainnya agar dapat dinikmati masyarakat setiap hari.
"Harapannya bisnis ini bisa terus berkembang. Tidak hanya kurma, tetapi juga produk sehat dari buah-buahan lainnya," ujarnya.
Ia pun menyampaikan pesan bagi pelaku UMKM lain agar tetap bertahan dan terus melangkah di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, dalam perjalanan usaha, istirahat sejenak saat lelah itu wajar, tetapi bukan untuk berhenti. Dan ia dulu juga pernah mengalaminya.
"Lelah boleh untuk berhenti sejenak, tapi jangan mundur," pungkasnya.
BRI UMKM EXPO(RT) Jadi Jembatan UMKM Bertemu Buyer
Pada 2025, Rumah BUMN Yogyakarta memiliki sekitar 1.500 hingga 2.000 anggota aktif yang berasal dari berbagai sektor usaha. Untuk mendukung perkembangan bisnis para anggotanya, Rumah BUMN menyediakan berbagai program pendampingan dan perluasan akses pasar, salah satunya melalui program business matching yang difasilitasi oleh BRI UMKM Export.
"Kita bantu bisnis matching-nya lewat BRI UMKM Export itu, istilahnya bisa bertemu buyer-buyer potensial. Karena di BRI Expo itu BRI akan mendatangkan buyer-buyer luar negeri. Siapa tau di acara itu UMKM bisa dapet client dari luar negeri dan pihak-pihak lain. Dengan harapan UMKM bisa memasarkan produknya lebih luas lagi," ujar Fiera Dwi Hapsari selaku Koordinator Rumah BUMN Yogyakarta.
Melalui program tersebut, para pelaku UMKM berkesempatan memperluas jaringan bisnis dan menjalin kerja sama dengan calon pembeli dari berbagai negara. Kehadiran buyer internasional dalam RI UMKM Export juga diharapkan dapat membuka peluang ekspor dan memperkenalkan produk UMKM ke pasar yang lebih luas.
Bagi UMKM yang ingin bergabung dengan Rumah BUMN Yogyakarta, proses pendaftarannya terbilang sederhana. Pelaku usaha hanya perlu mengisi formulir pendaftaran agar data mereka tercatat dalam sistem Rumah BUMN.
"Caranya gampang, isi pendaftaran aja supaya datanya ke-record di kami, nanti mereka akan gabung ke grup WA yang mereka pilih nih," jelasnya.
Setelah terdaftar, anggota dapat bergabung ke grup WhatsApp sesuai kategori usaha yang dipilih. Melalui grup tersebut, anggota akan memperoleh informasi terbaru mengenai pelatihan, pendampingan, program pengembangan usaha, hingga berbagai peluang kolaborasi yang disediakan oleh Rumah BUMN Yogyakarta.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260700/original/006703800_1781624492-geliefde.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262255/original/098070600_1781776552-1000860388.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/4936759/original/084695800_1725472469-IMG_20240905_005417.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261871/original/084253600_1781761058-1001371513.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260677/original/056641500_1781620086-tjahnom__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258560/original/032137000_1781360439-somah__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261304/original/063773700_1781694394-766806.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261112/original/050119800_1781681409-20260617_095218.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258578/original/046027800_1781365644-elis_kumara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260650/original/038398400_1781618153-tjahnom__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258541/original/049441500_1781358286-somah__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260446/original/020744100_1781594191-IMG_20260616_120038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260031/original/013741700_1781534632-feedImage_2026_6_15_1781526100608-txim4.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260027/original/063802000_1781532925-Temanggung.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259910/original/060726300_1781519100-Nalara_Coffee4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257698/original/013434600_1781252175-1000844764.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257593/original/068234000_1781249124-1000845427.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1692439/original/063200800_1503805346-20170827-Samsat-Keliling-AY1.jpg)