Lahir dari Keresahan Pribadi, Geliefde.id Hadirkan Busana Muslimah Kekinian

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Terkadang ide usaha muncul dari pengalaman pribadi atau pemikiran sederhana. Dari hal-hal kecil tersebut, sebuah bisnis dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang yang memiliki pengalaman maupun kebutuhan serupa.

Bisnis busana Muslimah merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Saat ini, busana Muslimah kekinian hadir dengan desain yang lebih modern dan stylish, sehingga tetap nyaman digunakan tanpa menimbulkan rasa minder atau tidak percaya diri saat bertemu banyak orang.

Taaibah Ngaunillah (27) adalah seorang pebisnis muda asal Yogyakarta yang merintis usaha busana Muslimah dengan konsep self manufactured. Dalam bisnisnya, Taaibah tidak hanya berperan sebagai desainer, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi hingga produk sampai ke tangan pelanggan.

Bisnis tersebut mulai dirintis oleh Taaibah pada tahun 2024. Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, produk busana Muslimah yang dihasilkan semakin berkembang dengan berbagai variasi model yang mengikuti tren terkini.

Koleksi yang ditawarkan kini banyak diminati oleh Generasi Z karena desainnya dianggap lebih relevan, modern, dan sesuai dengan gaya hidup anak muda. Hal ini juga tidak terlepas dari latar belakang Taaibah yang merupakan bagian dari generasi digital native, sehingga ia lebih mudah memahami selera pasar saat ini.

Fokus pada Muslim Wear Daily

Muslim wear daily dirintis oleh Taaibah dengan tujuan menghadirkan busana yang membuat para Muslimah tetap nyaman dalam beraktivitas sehari-hari tanpa merasa gerah saat mengenakan hijab. Brand ini menghadirkan beberapa produk unggulan dari Geliefde.id, seperti tunik, rok, gamis, hingga abaya yang dirancang dengan konsep simpel, nyaman, dan tetap stylish.

"Geliefde.id fokus ke muslim wear for daily, jadi kita membuat rok, tunik, gamis, dan kadang abaya muslimah. Usaha ini mulai dirintis sejak tahun 2024," kata Taaibah saat dihubungi lewat WhatsApp pada Rabu (10/6/2026).

Latar belakang Taaibah dalam merintis Geliefde.id berangkat dari hal yang cukup sederhana, yaitu keinginan untuk membantu pelanggan agar dapat tampil lebih modis, fashionable, dan tetap percaya diri dalam berbusana.

Dengan merintis Geliefde.id, pebisnis berusia 27 tahun ini berharap pelanggannya bisa tampil nyaman dan percaya diri di berbagai kesempatan. Busana yang didesain oleh Taaibah tentu disesuaikan dengan pasar.

"Tentunya untuk membantu teman-teman agar lebih fashionable. Karena saya mengalami sendiri pernah dikatain ibu-ibu dengan pakaian yang saya kenakan, sehingga saya ingin menghadirkan fashion yang tetap nyaman, sopan, dan bisa membuat seseorang lebih percaya diri," kata Taaibah.

Memilih Bahan Berkualitas

Tidak hanya berfokus pada desain yang modis dan kekinian, Taaibah juga memberikan perhatian khusus pada pemilihan bahan yang nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu, ia memastikan setiap produk tetap ditawarkan dengan harga yang terjangkau atau affordable, sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

Dengan mendesain dan memproduksi sendiri setiap busana di Geliefde.id, seluruh proses pembuatan berada di bawah pengawasannya secara langsung. Taaibah memastikan mulai dari pemilihan bahan, pengembangan desain, hingga kualitas jahitan benar-benar diperhatikan dengan baik.

"Tentunya dengan melihat market saat ini. Selain itu, kami menggunakan bahan yang affordable dengan kualitas jahit yang cukup baik, sehingga produk tetap nyaman digunakan dan memiliki nilai yang baik untuk pelanggan," katanya singkat.

Untuk mewujudkan desain menjadi busana yang modis dan kekinian, Taaibah membangun tim jahit sendiri yang khusus menangani proses produksi. Setiap produk dipastikan melalui proses pengecekan yang teliti sebelum sampai ke tangan pelanggan, agar sesuai dengan standar yang diharapkan.

"Untuk desain saya kerjakan sendiri, meskipun kadang dibantu dalam proses pengembangannya. Sedangkan untuk proses produksi, kami memiliki tim jahit yang membantu mewujudkan desain hingga menjadi produk jadi," jelas Taaibah.

Tantangan dalam Membangun Usaha

Setiap usaha tentu memiliki tantangan tersendiri, begitu pula yang dialami Taaibah dalam membangun Geliefde.id. Selama dua tahun merintis bisnis fashion ini, salah satu kendala yang cukup dirasakan adalah proses produksi yang sempat terhambat akibat ketersediaan kain yang tidak selalu stabil.

"Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan bahan atau kain yang terkadang sulit didapatkan karena stok habis, sehingga dapat memengaruhi proses produksi," jelas Taaibah.

Fokus pada penggunaan bahan yang nyaman dan tetap terjangkau seperti crinkle airflow, linen impor, hingga pololinen membuat Taaibah harus menjaga konsistensi kualitas material yang digunakan. Namun, karena pemilihan bahan tersebut cukup spesifik, ia tidak dapat dengan mudah mengganti jenis kain ketika stok sedang kosong, sehingga memengaruhi proses produksi.

Filosofi di Balik Nama Geliefde

Nama “Geliefde” terdengar unik karena berasal dari bahasa Belanda yang memiliki makna tersendiri. Pemilihan nama brand menjadi identitas awal yang pertama kali dikenali oleh konsumen dan membedakan bisnis fashion tersebut dari brand lainnya.

Selain berfungsi sebagai pembeda, nama brand juga merepresentasikan harapan dan visi pemilik usaha. Dengan nama yang memiliki makna khusus, Geliefde diharapkan dapat tumbuh lebih kuat, mudah diingat, serta memiliki karakter yang konsisten di mata pelanggan.

"Geliefde diambil dari bahasa Belanda yang artinya "yang tercinta" atau "kesayangan". Nama ini sesuai dengan visi dan misi Geliefde yang memiliki harapan dan tujuan tersendiri," kata Taaibah menjelaskan.

Lewat nama tersebut, Taaibah berharap Geliefde bisa menjadi fashion kesayangan pelanggan. Oleh karenanya, sejak awal Taaibah ingin membuat busana yang nyaman dan modis agar bisa menjadi kesayangan pelanggannya.

"Harapannya untuk pembeli, Geliefde.id dapat menjadi fashion yang modest dan menjadi kesayangan mereka," jelas Taaibah.

Merintis Geliefde dengan penuh cinta dan kasih sayang membuat setiap produknya memiliki makna yang mendalam. Geliefde bukan sekadar produk fashion, tetapi juga menjadi representasi dari sebuah perjalanan, proses belajar, dan dedikasi dalam membangun brand dari awal hingga berkembang.

"Adapun dari sisi Geliefde sendiri, setiap pakaian dibuat dengan penuh kasih sayang dan cinta, sehingga tidak hanya menjadi sebuah produk, tetapi juga memiliki makna di dalamnya," cerita Taaibah.

Mendapat Dukungan dari Rumah BUMN BRI Jogja Tahun 2023

Geliefde.id memperoleh dukungan dari Rumah BUMN BRI Yogyakarta pada tahun 2023. Bantuan tersebut mencakup pengembangan keterampilan serta optimasi penjualan melalui marketplace. Melalui pendampingan ini, Taaibah dapat lebih maksimal dalam mengembangkan bisnis fashion yang ia rintis agar produk Geliefde.id semakin dikenal lebih luas.

"Saya mendapatkan dukungan dari program Rumah BUMN BRI Yogyakarta sejak tahun 2023, di mana program tersebut memfasilitasi berbagai macam pengembangan skill. Mulai dari teknik marketing, ads, copywriting yang menjual, optimasi marketplace, hingga berbagai pengembangan skill lainnya," kata Taaibah.

Tak hanya memberikan dukungan dengan pengembangan skill, BRI juga membantu dengan memberikan akses mempromosikan produk UMKM. Dengan akses tersebut, produk Geliefde bisa ditemukan di sorotan Instagram Rumah BUMN Yogyakarta.

"BRI memberikan akses display produk sehingga sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas," jelas Taaibah

Lebih Dari 42.000 Klaster Usaha, Bukti BRI Dukung Pemberdayaan UMKM

Mengutip dari unggahan Instagram BRI pada 8 Juni 2026, tercatat bahwa hingga Maret 2026 program Klasterku Hidupku BRI telah berhasil memberdayakan lebih dari 42.000 klaster usaha di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini mencerminkan jangkauan pendampingan BRI yang semakin luas dalam mengembangkan UMKM berbasis kelompok usaha sejenis.

Melalui program tersebut, BRI tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan penguatan kapasitas usaha agar setiap klaster mampu berkembang secara berkelanjutan. Beragam kelompok usaha di berbagai daerah turut mendapatkan manfaat dari pembinaan ini, sehingga mendorong peningkatan kualitas produksi dan manajemen usaha.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |