Saham BUMI Melonjak Lagi Hari Ini Jumat 12 Desember 2025

1 month ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham BUMI atau PT Bumi Resources Tbk kembali mencatat kenaikan pada perdagangan hari ini Jumat 12 Desember 2025, pagi. Berdasarkan data yang dikutip dari Stockbit.com, Jumat (12/12/2025) saham emiten batu bara tersebut diperdagangkan di level Rp 370 per saham pada pukul 10.38 WIB, atau naik 10 poin (2,78%) dibanding penutupan sebelumnya.

Minat investor terhadap BUMI terlihat tetap tinggi. Hingga pukul 10.38 WIB, sebanyak 6,6 miliar saham telah ditransaksikan, melampaui rata-rata volume harian 6,42 miliar saham. Tingginya aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa saham BUMI masih menjadi salah satu favorit pelaku pasar ritel.

Grafik pergerakan harga juga menunjukkan volatilitas intraday yang menonjol. Harga saham sempat bergerak dari level Rp 360 per saham kemudian melonjak cepat ke kisaran Rp 378 per saham, sebelum terkoreksi ke level Rp 355 per saham. Setelah itu, harga kembali pulih dan stabil di sekitar Rp 370 per saham.

Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika perdagangan jangka pendek yang kuat, seiring dengan sentimen pasar komoditas yang cenderung variatif dalam beberapa pekan terakhir.

Saham BUMI di Perdagangan Sebelumnya

Sebelumnya, pada perdagangan saham Kamis, (11/12/2025) hingga penutupan perdagangan sesi pertama. Kenaikan harga saham BUMI terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memerah.

Mengutip data RTI, harga saham BUMI ditutup naik 14,11% pada sesi pertama ke posisi Rp 372 per saham.

Harga saham BUMI dibuka naik enam poin ke posisi Rp 332 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 378 dan terendah Rp 326 per saham. Total frekuensi perdagangan 372.562 kali dengan volume perdagangan saham 160.379.424 saham dengan nilai transaksi Rp 5,6 triliun.

Gerak Harga Saham BUMI Kemarin

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi sorotan pasar dengan menunjukkan volatilitas dan kenaikan yang sangat signifikan. Pergerakan saham BUMI menarik perhatian investor, terutama pada perdagangan saham Desember 2025.

Pada 10 Desember 2025, saham BUMI tercatat menguat tajam hingga 21,32% ke level Rp 330 per saham, dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 5,2 triliun hingga penutupan sesi pertama. Harga saham BUMI dibuka naik empat poin ke posisi Rp 276 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 272 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 334 dan terendah Rp 276 per saham hingga penutupans esi pertama. Total frekuensi perdagangan saham 327.780 kali dengan volume perdagangan saham 166.160.880 saham.  Kapitalisasi pasar saham BUMI mencapai Rp 122,54 triliun.

Mengutip Google Finance, harga saham BUMI meroket 120% selama sebulan. Secara year to date (ytd), harga saham BUMI meroket 168,29%.

IHSG ditutup melejit 0,42% ke posisi 8.693,71 hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu, 10 Desember 2025. Indeks saham LQ45 menguat 0,57% ke posisi 852,86. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.720,88 dan level terendah 8.668,60. Sebanyak 266 saham melesat dan 402 saham merosot. Sementara itu, 132 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.135.895 kali dengan volume perdagangan 42,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 19,2 triliun.

Sektor saham bervariasi selama sesi pertama. Sektor saham infrastruktur melesat 4,95%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 2,03%, sektor saham basic menanjak 1,42%. Lalu sektor saham industri mendaki 0,23%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,96%.

Selanjutnya sektor saham teknologi naik 0,48%. Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 1,24%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,09%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,34%. Selain itu, sektor saham keuangan tergelincir 0,65%, sektor saham properti naik 0,43%.

UBS Lepas 769 Juta Saham Bumi Resources

Sebelumnya, UBS Group AG melaporkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perwakilan UBS, Dominic Eichrodt dan Ruby Ko, perusahaan menyatakan telah menjual sebagian kepemilikannya pada emiten pertambangan tersebut.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/11/2025) UBS menyebutkan jumlah saham BUMI yang dimiliki turun dari 26,38 miliar saham (7,11%) menjadi 25,61 miliar saham (6,90%). Penurunan terjadi setelah UBS melepas 769.454.100 saham pada transaksi terakhir tanggal 20 November 2025, dengan harga Rp 228,994 per saham.

UBS menjelaskan aksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk kebutuhan lindung nilai derivatif klien.

Kepemilikan saham UBS di BUMI terdiri dari kepemilikan langsung dan tidak langsung melalui beberapa entitas dan cabang UBS, termasuk UBS AG London Branch sebagai pemilik manfaat langsung, serta aset-aset yang tercatat atas nama klien Wealth Management melalui cabang UBS di Singapura, Hong Kong, dan Swiss. 

Selain itu, MultiConcept Fund Management S.A. dan UBS Fund Management (Switzerland) AG juga tercatat sebagai manajer dana terkait kepemilikan tersebut.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |