Kenapa Bursa Suspensi Saham SOLA?

2 months ago 116

Liputan6.com, Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi pada saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA). Suspensi dilakukan lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham SOLA.

“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham SOLA pada tanggal 5 Juni 2025,” mengutip pengumuman Bursa, Kamis (5/6/2025).

Penghentian sementara perdagangan saham PT Xolare RCR Energy Tbk dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, yakni untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham SOLA.

Gerak Saham SOLA

Saham PT Xolare RCR Energy Tbk telah mengalami fluktuasi signifikan sejak awal tahun 2025. Pada awal tahun, saham SOLA diperdagangkan di kisaran Rp 50 per saham sekitar Januari–Maret, menunjukkan stabilitas setelah mengalami penurunan pada akhir 2024. Selama periode ini, tidak terdapat pergerakan harga yang signifikan, dan volume perdagangan relatif rendah.

Peningkatan Aktivitas Perdagangan

Memasuki April 2025, saham SOLA mulai menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan. Pada pertengahan bulan, harga saham naik secara bertahap, mencapai Rp 63 per saham pada 24 April 2025. Lonjakan ini menarik perhatian investor dan otoritas bursa, mengingat sebelumnya saham ini cenderung stagnan.

Pada awal Mei, saham SOLA mengalami lonjakan tajam, mencapai Rp 144 per saham pada 8 Mei 2025, mencatatkan kenaikan sebesar 188% year-to-date. Dalam sepekan terakhir, saham SOLA telah naik 22,03 persen.

Peringatan Bursa Lewat UMA

Sebelum suspensi, Bursa mengumumkan adanya pergerakan harga saham di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) atas saham SOLA pada 6 Mei 2025. Sehubungan hal itu, Bursa mengimbau kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat terkait atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Investor juga diimbau untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |