Janji Moratorium Izin Tambang, Dedi Mulyadi Klaim Tak Keluarkan Izin Sejak Memimpin

3 months ago 85

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tengah mengevaluasi dan melakukan moratorium atas semua izin pertambangan. Semua kegiatan penambangan yang merusak lingkungan dan membahayakan pekerja bakal ditinjau ulang hingga ditutup. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai melihat lokasi longsor yang terjadi di Gunung Kuda Cirebon sebagai dampak galian-C.

Diketahui, sejumlah pekerja di tambang batu alam Gunung Kuda yang berada di wilayah Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon meninggal tertimpa longsoran pada Jumat (30/5/2025).

“Pemprov Jabar memang pada tahun ini melakukan evaluasi, melakukan moratorium terhadap seluruh perizinan penambangan. Sehingga tambang-tambang yang memiliki potensi merusak lingkungan, kemudian tidak memiliki standarisasi kerja yang baik oleh kita dihentikan, sudah banyak yang oleh kita ditutup,” kata Dedi Mulyadi, Sabtu, 31 Mei 2025.

"Moratorium dilakukan ketika melihat perizinan. Jadi, izin yang habis tidak kita perpanjang," imbuhnya.

Dedi mengatakan, terdapat sejumlah lokasi pertambangan yang sudah ditutup seperti di daerah Karawang, Subang, atau Tasikmalaya. “Kita juga sudah tutup ratusan tambang ilegal,” kata dia.

Pemprov Jabar disebut akan selektif dalam memberikan atau memperpanjang izin pertambangan. Selain itu, Dedi bahkan mengklaim tak pernah memberi izin baru dalam 100 hari kerjanya.

“Kalau saat saya memimpin sangat selektif, dan saya sejak memimpin tidak lagi mengeluarkan izin tambang, kalau menutup itu banyak,” katanya.

Menyusul insiden yang terjadi, Dedi Mulyadi memastikan telah mencabut izin galian-C di Gunung Kuda Cirebon. “Tadi malam kami sudah mengeluarkan sanksi administrasi dalam bentuk penghentian izin, pencabutan izin tambang ini,” katanya.

Simak Video Pilihan Ini:

Hubungan Terlarang Bapak-Anak di Balik Temua Tulang Belulang 4 Bayi di Purwokerto Banyumas

Korban Longsor

Diberitakan Liputan6 sebelumnya, Proses pencarian 8 korban longsor tambang batu alam gunung kuda Cirebon masih berlangsung. Petugas gabungan mulai menggali kawasan gunung kuda yang mengalami longsor kemarin. 

Sementara itu, berdasarkan data terakhir didapat, terdapat 14 korban pekerja yang meninggal tertimbun longsoran. Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suyatman mengatakan hingga saat ini, jumlah korban longsor gunung kuda Cirebon yang meninggal dunia bertambah menjadi 14 orang. 

Diduga sebanyak delapan korban masih belum ditemukan. Proses pencarian di lokasi tambang batu alam Cirebon mulai dilanjutkan Sabtu (31/5/2025). Kurang lebih ada 8 yang belum ditemukan sedang dilanjutkan pencariannya oleh tim SAR.

"Udah disepakati bahwa statusnya darurat bencana dan ini sudah di konsultasikan juga ke BNPB jadi status sangat darurat karena berdampak terhadap kehidupan dan kehidupan masyarakat di sekitar Gunung Kuda ini," kata Herman, Jumat (30/5/2025).

Sementara itu, ia menyebutkan untuk korban lain ada 4 orang yang dilakukan rawat jalan. Untuk 14 korban yang meninggal sudah dibawa ke RSUD Arjawinangun. 

Sembari mempersiapkan proses evakuasi, Pemprov Jabar akan menyiapkan santunan dan berbagai langkah taktis khususnya bagi keluarga korban longsor gunung kuda ini. 

 "Kami akan siapkan santunan bagi keluarga korban meninggal maupun yang luka kemudian logistik di lokasi pencarian dan logistik untuk keluarga korban yang tentu mata pencahariannya sedang ada kendala," ujarnya. 

Selain itu, lanjut dia, langkah antisipasi lain yang akan dilakukan pemerintah yakni pascabencana. Ia mengaku akan membantu keluarga korban longsoran gunung kuda agar bisa melanjutkan hidup mereka. 

Pemprov Jabar, katanya, akan memberikan berbagai pelatihan ketenagakerjaan atau soft skill hingga memberikan modal usaha kepada keluarga korban longsor gunung kuda Cirebon. 

"Sehingga penanganannya komprehensif dari A sampai Z dan semua yang saya sampaikan ini adalah arahan Pak Gubernur," ujarnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |