Liputan6.com, Jakarta PT Multi Hanna Kreasindo Tbk memulai pembangunan pengembangan pengelolaan limbah industri terbarunya di Lamongan, Jawa Timur, melalui seremoni Ground Breaking yang dihadiri oleh jajaran manajemen Perusahaan, Bupati Lamongan, serta sejumlah pejabat dari instansi Pemerintah dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi.
Pembangunan pengembangan pengelolaan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi Perusahaan dalam memperluas layanan pengolahan limbah industri ke Wilayah Timur Indonesia, khususnya Jawa Timur, yang saat ini mengalami pertumbuhan siginifikan di sektor industri pengelolaan limbah B3 dan non B3.
Proyek ini sekaligus mempertegas komitmen PT Multi Hanna Kreasindo Tbk terhadap kepatuhan regulasi lingkungan hidup nasional.,
“Peresmian pembangunan fasilitas pengolahan limbah industri di Lamongan merupakan langkah strategis Perseroan dalam memperluas jangkauan layanan serta memperkuat infrastruktur operasional yang berorientasi pada keberlanjutan. Fasilitas ini akan didukung oleh tekonologi pengolahan limbah yang modern dan efisien, guna memastikan proses yang aman, ramah lingkungan, dan sesuai dengan standar regulasi yang berlaku," kata Direktur Utama PT Multi Hanna Kreasindo Tbk, Alwi dalam keterangan tertulis, Senin (26/5/2025).
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan solusi terbaik dalam pengelolaan limbah industry, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan," lanjut dia.
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk terus berupaya menciptakan inovasi dalam pengelolaan limbah industri. Melalui proyek ini, Perusahaan menegaskan misinya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, pemerintah, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan demi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Berburu Cuan Jelang Long Weekend Akhir Mei, Saham-Saham Ini Bisa Jadi Pilihan
Sebelumnya, perdagangan bursa saham pekan ini hanya berlangsung 3 hari, yakni pada 26-28 Mei 2025 lantaran ada libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus.
Pada periode perdagangan yang singkat itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengimbau para investor untuk mencermati dua katalis kunci pada pekan ini. Antara lain Rebalancing Index MSCI dan aliran dana asing.
David menegaskan rebalancing Indeks MSCI yang dijadwalkan pada akhir Mei 2025 dapat mempengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. "Investor asing diperkirakan akan menyesuaikan portofolio mereka sesuai dengan perubahan bobot dalam indeks tersebut," ulas David, Senin (26/5/2025).
Selama pekan lalu, investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 2 Triliun di pasar reguler, dengan saham-saham seperti BBRI, ANTM, BMRI, GOTO, dan BBCA menjadi favorit. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek pasar saham Indonesia:
Rekomendasi Saham
Guna merespons dinamika pasar dan katalis kunci tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan sejumlah saham yang menarik dicermati selama perdagangan pekan ini, antara lain:
- Buy MDKA (Current Price: 2.040, Entry: 2.040, Target Price: 2.220 (8,82%), Stop Loss: 1.950 (-4,41%) dan Risk to Reward Ratio: 1:2,0).MDKA layak beli karena dalam jangka pendek terus bergerak di atas MA5. Meskipun terlihat ada konsolidasi dalam seminggu terakhir, ini memberikan area entry dengan risk yang terukur. Selanjutnya dengan adanya potensi harga komoditas yang cenderung naik justru akan menjadi sentimen positif bagi MDKA.
- Buy BBRI (Current Price: 4.350, Entry: 4.350, Target Price : 4.700 (8,05%), Stop Loss 4.200 (-3,45%) dan Risk to Reward Ratio: 1 : 2,3)BBRI dalam jangka pendek baru saja mini breakout resist 4.300. Menariknya, investor asing terlihat mulai kembali mengakumulasi BBRI. Selanjutnya, penurunan suku bunga oleh BI akan menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan.
- Buy NCKL (Current Price: 740, Entry: 740, Target Price: 805 (8,78%), Stop Loss: 705 (-4,73%) dan Risk to Reward Ratio: 1:1,9).Saham NCKL dalam jangka pendek mulai bergerak bullish setelah breakout dari area konsolidasi. Kenaikan di Jumat lalu juga didukung dengan price action yang menarik. Selanjutnya, indikator line MACD mulai kembali mengarah ke atas dan histogramnya juga bergerak positif.
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.214 pada Jumat (23/5), naik 1,4 % dibandingkan pekan sebelumnya. Lonjakan ini disokong net buy asing Rp 2 triliun di pasar reguler, angka tertinggi dalam lima minggu terakhir dan lebih dari dua kali rata-rata inflow mingguan sejak April. Di sisi lain, secara teknikal IHSG saat ini sudah bergerak di atas level 7.000 yang menandakan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
"Meskipun begitu investor juga harus tetap waspada, karena ada resistance penting di level 7.400, yang sebelumnya menjadi area yang diuji berkali-kali, sebelum akhirnya IHSG mencetak all time high di level 7.800 pada September 2024 lalu," kata David.
David menegaskan pergerakan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi sentimen global dan domestik. Dari global, ada sentimen kebijakan tarif Donald Trump dan harga emas. Diketahui, Presiden Trump telah mengumumkan tarif impor sebesar 50% terhadap produk Uni Eropa mulai 1 Juni 2025, dengan alasan ketidakseimbangan perdagangan dan hambatan perdagangan yang tidak adil dari pihak EU. Inggris sendiri dikecualikan dari kebijakan ini karena telah menyepakati perjanjian perdagangan pasca-Brexit dengan AS.