Distributor Puma dan Levi's di Indonesia Tutup

2 months ago 77

Liputan6.com, Jakarta - PT Mega Perintis Tbk (ZONE), perusahaan ritel pemilik dan distributor merek internasional seperti Puma dan Levi’s di Indonesia, resmi mengumumkan penonaktifan anak usahanya, PT Mitrelindo Global. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi dan restrukturisasi internal yang tengah dijalankan perusahaan.

Langkah tersebut diumumkan lewat keterbukaan informasi yang dirilis di situs resmi Bursa Efek Indonesia dan OJK pada 30 Mei 2025.

Penonaktifan Mitrelindo Global dilakukan setelah kajian menyeluruh terhadap struktur usaha grup dan kontribusi masing-masing entitas terhadap kinerja konsolidasi.

Adanya kesamaan lini bisnis—yakni ritel pakaian jadi dan alas kaki—antara induk dan anak perusahaan dinilai membuat operasional ganda menjadi kurang efisien. Karena itu, kegiatan usaha Mitrelindo akan langsung diintegrasikan ke PT Mega Perintis Tbk.

“Langkah ini kami ambil untuk mendukung efisiensi operasional dan peningkatan profitabilitas perseroan,” ujar Director & Corporate Secretary PT Mega Perintis Tbk, Luki Rusli dalam keterbukaan informasi Bursa, dikutip Rabu (4/6/2025).

Puma dan Levi’s Tetap Jalan, Hanya Ganti Manajemen

Meski PT Mitrelindo Global resmi dinonaktifkan, PT Mega Perintis memastikan bahwa seluruh merek dan operasional yang sebelumnya dikelola anak usaha tersebut akan tetap berjalan normal. Artinya, toko-toko ritel seperti Salezone, Puma, dan Levi’s masih akan melayani konsumen seperti biasa, namun kini langsung di bawah manajemen PT Mega Perintis Tbk.

Tidak ada penghentian layanan, distribusi, maupun pemutusan hubungan kemitraan. Perusahaan menyatakan bahwa transisi ini bersifat administratif dan tidak akan mengganggu operasional harian. Seluruh tim dan sumber daya yang relevan telah disiapkan untuk mendukung kelangsungan operasional secara seamless.

“Seluruh kegiatan operasional dan pengelolaan merek yang sebelumnya dijalankan oleh PT Mitrelindo Global tetap dilanjutkan dan dikelola langsung oleh PT Mega Perintis Tbk,” jelas Luki.

Efisiensi Tanpa Dampak Material

Dalam pernyataan resminya, PT Mega Perintis juga menekankan bahwa keputusan ini tidak memiliki dampak material terhadap kondisi keuangan konsolidasian, aspek hukum, maupun kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Alih-alih, ini adalah bagian dari inisiatif internal untuk memperkuat fondasi bisnis ke depan.

Perusahaan berharap, dengan struktur yang lebih ramping dan fokus, mereka dapat meningkatkan daya saing serta efisiensi pengelolaan merek-merek internasional di pasar domestik. Komitmen terhadap kualitas layanan dan pengalaman pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam masa transisi ini.

“Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga kesinambungan bisnis dan terus melayani konsumen dengan standar layanan terbaik,” tutur Luki.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |