RUPS Cita Mineral Investindo Restui Dividen Rp 1,29 Triliun

3 months ago 85

Liputan6.com, Jakarta PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,29 triliun dari laba bersih tahun buku 2024. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang digelar pada pagi hari ini.

Dengan total laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 2,49 triliun, maka rasio pembagian dividen terhadap laba bersih (dividend payout ratio) mencapai lebih dari 51%.

"Pada RUPS pagi tadi, diputuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 1,29 triliun dari laba bersih perseroan tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp 2,49 triliun dengan rata-rata dividen adalah Rp 328 per lembar saham," ungkap Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk, Yusak Lumba Pardede dalam paparan publik perseroan, Jumat (16/5/2025).

Yusak menyampaikan bahwa kebijakan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkelanjutan. CITA juga menyoroti konsistensi mereka dalam membagikan dividen selama enam tahun terakhir, sejak 2019.

Laba Bersih 2024 Meroket Meski Penjualan Turun

CITA mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2024 meski mengalami penurunan penjualan. Penjualan bersih turun 27,53% menjadi Rp 2,3 triliun dibandingkan Rp3,3 triliun pada 2023. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya volume ekspor MGB, seiring berlakunya kebijakan larangan ekspor bauksit.

Meski begitu, laba bersih berhasil melonjak menjadi Rp 2,49 triliun dari sebelumnya Rp719 miliar di tahun 2023. Kenaikan ini didukung oleh efisiensi margin laba kotor dan kontribusi bagian laba dari entitas asosiasi WHI yang cukup signifikan. Laba kotor memang mengalami penurunan sebesar 9,28% menjadi Rp 1,2 triliun, tetapi efisiensi biaya dan pendapatan non-operasional mampu mendongkrak laba akhir.

"Kita melihat bahwa penjualan turun sebesar 27,51% dari Rp 3,3 triliun di tahun 2023 menjadi Rp 2,4 triliun di tahun 2024," jelas Yusak.

Kinerja Kuartal I-2025 Melesat, Laba Bersih Naik 161,8%

Memasuki kuartal pertama tahun 2025, CITA menunjukkan awal yang menjanjikan dengan pertumbuhan laba bersih yang sangat signifikan. Laba bersih pada periode ini meningkat sebesar 161,8% menjadi Rp 1,03 triliun dibandingkan Rp 394,17 miliar pada kuartal pertama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh bagian laba dari entitas asosiasi WHI.

Dari sisi pendapatan, penjualan turun tipis sebesar 2,38% menjadi Rp 670,61 miliar dibandingkan Rp 686,97 miliar pada kuartal pertama 2024. Namun, laba kotor justru mengalami kenaikan sebesar 1,75% menjadi Rp 265,35 miliar, mencerminkan adanya perbaikan efisiensi operasional dan harga jual yang relatif stabil.

"Laba bersih pada kuartal pertama tahun 2025 meningkat menjadi Rp 1,03 triliun, meningkat 161,8% dari Rp 394,17 miliar pada kuartal I 2024," ungkap Yusak.

Proyeksi Bisnis 2025: Fokus Produksi dan Nilai Tambah

Untuk tahun 2025, CITA mematok target produksi bauksit olahan (Metallurgical Grade Bauxite/MGB) sebesar 4,8 juta ton dan target penjualan sebesar 4,4 juta ton sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM. Seluruh penjualan MGB tahun 2024 dilakukan kepada entitas asosiasi WHI dengan rata-rata harga Rp 41,05 juta per DMT.

Manajemen juga menyoroti kondisi pasar global alumina yang diperkirakan akan memasuki fase surplus pada 2025 akibat beroperasinya kapasitas produksi baru di sejumlah negara. Meski larangan ekspor MGB diperkirakan masih berlaku, peningkatan smelter dalam negeri diharapkan akan menyerap lebih banyak pasokan domestik.

"Target 2025 kami adalah fokus kepada target volume produksi dan penjualan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran belanja yang telah disetujui oleh Kementerian SDM yaitu sebesar 4,8 juta untuk produksi dan penjualan 4,4 juta WMD," jelas Yusak.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |