Rekomendasi Saham Hari Ini 13 Februari 2026: MYOR, UNVR, PGAS, KIJA hingga ASII

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah, berikut rekomendasi saham pada perdagangan saham Jumat, (13/2/2026).

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,31% disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 2,03 triliun pada perdagangan saham Kamis, 12 Februari 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, BUMI, DEWA, ANTM dan BREN.

"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.130-8.200 dan level resistance 8.330-8.430.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan level support terdekat di 8.220 disusul moving average (MA) 10 harian di 8.130 sebagai bantalan terdekat untuk masuk buy on weakness. “Untuk antisipasi volatilitas apapun yang mungkin terjadi saat bursa Indonesia libur,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Trading Idea hari ini: UNTR, ASII, PGAS, UNVR, KIJA, dan MYOR

  • UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 28000-28450, cutloss di bawah 27900. Target dekat di 29100-29600.
  • ASII Spec Buy dengan area beli di 6700-6775, cutloss di bawah 6700. Target dekat di 6825-6875.
  • PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 2190-2200, cutloss di bawah 2170. Target dekat di 2260-2300.
  • UNVR Spec Buy dengan area beli di 2260-2300, cutloss di bawah 2240. Target dekat di 2330-2370.
  • KIJA Buy on Weakness dengan area beli di 216-222, cutloss di bawah 214. Target dekat di 230-240.
  • MYOR Spec Buy dengan area beli di 2290-2310, cutloss di bawah 2280. Target dekat di 2330-2360.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 12 Februari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Kamis, (12/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah  mayoritas sektor saham melemah dan nilai tukar rupiah kembali sentuh 16.800 per dolar AS.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% ke posisi 8.265,35. Indeks saham LQ45 turun 0,30% ke posisi 839,40. Indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.334,02 dan level terendah 8.220,15. Sebanyak 384 saham melemah sehingga bebani IHSG. Namun, 294 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 144 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.024.785 kali dengan volume perdagangan saham 43,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.813. Investor asing melepas saham Rp 1,48 triliun. Dengan demikian, sepanjang 2026, investor asing sudah lepas saham Rp 14,46 tirliun.

Sentimen IHSG Lainnya

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut, IHSG ditutup melemah yang didorong aksi ambil untung menjelang long weekend.

“Investor masih cenderung melakukan strategi trading jangka pendek, di tengah kondisi ketidakpastian yang masih ada. Sektor kesehatan mengalami koreksi terbesar, sedangkan sektor barang baku mencatatkan kenaikan terbesar,” ujar Ratna seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto berencana menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional dan respon pemerintah terhadap berbagai perkembangan global pada Jumat, 13 Februari 2026.

Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan lembaga pemeringkat Moody's Ratings, yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dari mancanegara, pelaku pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Januari 2026, yang menurut konsensus mencapai 2,5 persen year on year (yoy), atau melambat dari sebelumnya 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025.

“Data inflasi ini akan menjadi perhatian investor setelah data nonfarm payrolls AS lebih baik dari perkiraan,” kata Ratna.

Sektor Saham

Sebagian sektor saham memerah. Sektor saham kesehatan terpangkas 1,29%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 0,27%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,60%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,92%. Lalu sektor saham keuangan turun 0,23%. Selanjutnya sektor saham teknologi terpangkas 0,12% dan sektor saham infrastruktur turun 0,44%.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Agustina MelaniTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |