Hashim Djojohadikusumo: Presiden Marah Besar, Kehormatan Negara Dipertaruhkan!

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto sangat marah atas gejolak yang terjadi di pasar modal dalam sepekan terakhir. Peristiwa gonjang-ganjing tersebut bukan hanya berdampak pada investor, tetapi juga menyangkut kehormatan negara di mata dunia. 

Hal tersebut diungkap oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo dalam ASEAN Climate Forum 2026, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

“Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” kata Hashim.

Hashim menegaskan bahwa Presiden menilai situasi tersebut sebagai hal serius karena banyak investor ritel yang dirugikan. Kondisi ini, kata dia, membuat kepercayaan terhadap pasar menjadi taruhan besar yang harus dijaga.

“Kehormatan negara kita dipertaruhkan. Dan para investor ritel, banyak yang telah dirugikan, bukan? Banyak yang telah dirugikan,” ujarnya.

Ia menyampaikan pernyataan itu secara langsung kepada para pemangku kepentingan pasar, termasuk pejabat terkait di sektor bursa dan otoritas. Pemerintah disebut tidak memiliki kepentingan pribadi, tetapi ingin memastikan integritas lembaga dan reputasi Indonesia tetap terjaga.

“Jadi ini sangat penting. Tidak ada maksud pribadi,” ujarnya.

Pemerintah Akan Awasi Ketat

Menurut Hashim, kredibilitas pasar merupakan fondasi utama bagi kelangsungan investasi. Karena itu, pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap dinamika yang terjadi agar tidak kembali merusak kepercayaan publik.

“Jadi, saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey, dan Anda, Pak Hasan. Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat. Dan saya serius,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga menyinggung isu yang menjadi perbincangan hangat pekan lalu, termasuk turunnya pasar saham dan sorotan dari lembaga keuangan global. Ia menyebut ada empat surat dari Morgan Stanley yang dikirim kepada pemerintah Indonesia berisi berbagai pertanyaan.

“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ujarnya.

Persoalan Utama Gejolak Pasar Modal Indonesia

Menurutnya, persoalan utama yang disorot adalah kurangnya transparansi. Hal ini dinilai membuat pasar dianggap tidak sepenuhnya terbuka, sehingga memicu kekhawatiran dari pelaku pasar internasional.

Ia mengakui bahwa beberapa pihak bahkan diminta mundur dari posisi tertentu akibat situasi tersebut. Langkah itu dinilai sebagai konsekuensi dari kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola dan mengembalikan kepercayaan.

“Ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia,” pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |