IHSG Ditutup Menguat Hampir 2 Persen, Optimisme Investor Menguat

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Rabu sore (11/2/2026) di zona hijau. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar modal Indonesia, didukung sentimen domestik dan global yang relatif positif.

IHSG ditutup menguat 159,23 poin atau 1,96 persen ke level 8.290,96. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 12,50 poin atau 1,51 persen ke posisi 841,94.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari optimisme investor, laporan kinerja keuangan emiten, hingga faktor teknikal. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif.

"Penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Rupiah juga berlanjut menguat terhadap dolar AS," ujar Ratna Lim dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2026).

Ratna memproyeksikan tren penguatan masih berlanjut pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Menurutnya, IHSG berpeluang menguji area resistance di kisaran 8.350 hingga 8.400.

Sentimen Asia dan Global Ikut Pengaruhi Pergerakan Pasar

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati data inflasi China yang melambat pada Januari 2026. Inflasi tercatat hanya 0,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), turun dari 0,8 persen (yoy) pada Desember 2025. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2025 dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen.

Sementara dari pasar global, investor menanti rilis data Existing Home Sales Amerika Serikat (AS) untuk Januari 2026. Penjualan rumah diperkirakan mengalami kontraksi 3,40 persen secara bulanan (month to month/mtm) menjadi sekitar 4,15 juta unit, setelah sebelumnya melonjak 5,10 persen (mtm) pada Desember 2025.

Ratna menilai potensi koreksi tersebut lebih mencerminkan proses normalisasi pasar perumahan AS setelah lonjakan tajam pada bulan sebelumnya.

"Koreksi ini lebih mencerminkan normalisasi pasca kenaikan tajam pada bulan sebelumnya serta masih terbatasnya daya beli akibat level harga rumah yang tinggi dan aktivitas transaksi yang belum sepenuhnya stabil," ujar Ratna.

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan konsisten bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama dan sesi kedua.

Sektor Energi Pimpin Penguatan, Mayoritas Saham Naik

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hampir seluruh sektor saham bergerak menguat. Sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,76 persen. Penguatan juga terjadi pada sektor barang konsumen non primer yang naik 5,30 persen serta sektor industri yang menguat 3,62 persen.

Di sisi lain, hanya satu sektor yang mengalami koreksi, yakni sektor keuangan yang turun tipis sebesar 0,39 persen.

Dari jajaran saham, emiten yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain PIPA, PADI, TRUE, MINA, dan RAJA. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan harga terdalam di antaranya SPRE, LION, VAST, DEFI, dan ALKA.

Aktivitas perdagangan saham tergolong ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3.404.951 kali. Volume perdagangan tercatat sebanyak 62,06 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp29,80 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 544 saham menguat, 156 saham melemah, dan 122 saham stagnan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |