Bank OCBC Rombak Susunan Pengurus, Ini Jajaran Terbarunya

10 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan menyetujui perubahan pengurus Perseroan, sehingga susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah Perseroan.

"Rapat menyetujui perubahan susunan pengurus persaharawan beserta penerapan remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah. Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah perseroan intinya tidak ada perubahan di Dewan Direksi ataupun Dewan Komisaris, tapi terjadi perubahan di susunan Dewan Pengawas Syariah,” kata Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja, dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4/2026). 

Parwati mengatakan, rapat juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Audit untuk menunjuk akuntan publik dan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan untuk tahun buku tahun 2026.

Kemudian, rapat juga telah menerima penanggung jawaban realisasi penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran obligasi setelah dikurangi oleh biaya-biaya emisi yang mana telah sesuai dengan rencana yang tertuang dalam prospektus dan telah dilaporkan kepada OJK.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) OCBC telah menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dengan salah satu keputusan utama berupa pembagian dividen tunai.

Perseroan menetapkan dividen sebesar Rp 45 per saham atau setara Rp 1,03 triliun. Nilai tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 20,42% dari total laba bersih tahun 2025. 

"Rapat telah menyetujui penggunaan laba Bersih Tahun Buku 2025 sebagai berikut. Rp 45 persaham atau sebesar Rp 1,03 triliun ditetapkan sebagai dividend tunai atau dividen pay-out ratio sebesar 20,42% dari laba Bersih,” ujarnya.

Susunan Komisaris dan Direksi OCBC

DEWAN KOMISARIS

  • Presiden Komisaris : Pramukti Surjauda]a
  • Komisaris: Tan Teck Long
  • Komisaris: Na Wu Beng
  • Komisaris Noel Gerald DCruz *)
  • Komisaris Independen : Hartadi Agus Sarwono
  • Komisaris Independen : Jusuf Halim 
  • Komisaris Independen : Betti S. Alisjahbana
  • Komisaris Independen : Tan Siak Kwang Nicholas

*) efektif setelah memperoleh persetujuan OJK

Susunan Pengurus

DIREKSI

Presiden Direktur : Parwati Surjaudaja

Direktur : Hartati

Direktur : Martin Widjaja

Direktur : Andrae Krishnawan W.

Direktur : Johannes Husin

Direktur : The Ka JitDirektur : Lili S. Budiana

Direktur : Heriyanto  

DEWAN PENGAWAS SYARIAH

Ketua : Mohammad Bagus Teguh Perwira

Anggota : Hasbibullah *)

Anggota : Aini Masruroh *)

*) Efektif setelah memperoleh persetujuan dari OJK

Kinerja Bank OCBC

Sebelumnya, PT Bank OCBC NISP Tbk mencetak laba Rp 5,1 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025. Return on Equity (ROE) atau imbal hasil atas ekuitas juga naik 12,2%.

"Dalam tahun 2025, bank kembali membuat kinerja berkelanjutan. Kalau kita lihat adalah laba bersih tumbuh 4% menjadi Rp 5,1 triliun. Dengan ROE (Return on Equity) atau income on equity sebesar 12,2%,” kata Direktur Bank OCBC Hartati dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4/2026).

Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan tumbuh 2% menjadi Rp 173 triliun. Pertumbuhan ini tetap diiringi dengan kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,9%, lebih rendah dari rata-rata industri.

"Total kredit yang disalurkan tumbuh 2% menjadi Rp 173 triliun. Dengan kualitas kredit yang terjaga, yang terjemahin pada NPL ratio sebesar 1,9%. Di mana ratio ini lebih rendah dari rata-rata industri,” ujarnya.

Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) meningkat signifikan sebesar 18% menjadi Rp 244 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan giro dan tabungan (CASA) yang melonjak 24%, sehingga rasio CASA mencapai 58% pada akhir 2025.

Perseroan juga didukung permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,5%, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan.

Pendapatan Non-Bunga Jadi Penopang Efisiensi Meningkat

Hartati menyampaikan pada 2025, pendapatan bunga bersih bank tercatat mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan kredit serta penurunan margin bunga bersih.

"Pendapatan non-bunga pada tahun 2025 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, terutama didukung oleh kenaikan dari pendapatan penjualan surat berharga dan juga pendapatan transaksi valuta asing yang dipengaruhi oleh kondisi pasar,” ujarnya.

Dari sisi efisiensi, bank mencatat perbaikan yang tercermin dari Cost-to-Income Ratio (CIR) sebesar 47,1%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, rasio BOPO juga terjaga di level 69,6%. Perbaikan efisiensi ini didukung oleh peningkatan pendapatan non-bunga, sementara biaya operasional hanya tumbuh terbatas sebesar 1,4%.

Kualitas Aset Terjaga

Penyaluran kredit PT Bank OCBC NISP Tbk terdiversifikasi ke berbagai sektor ekonomi. Kredit produktif mendominasi dengan porsi 84%, yang terdiri dari kredit modal kerja sebesar 41% dan kredit investasi 43%, sementara kredit konsumsi mencapai 16%.

"Kalau kita lihat komposisi kredit yang disalurkan untuk sektor produktif mencapai 84% yang terdiri dari kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 41% dan 43% sedangkan kredit konsumsi sebesar 16%,” ujarnya.

Bank juga konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian, tercermin dari kualitas aset yang tetap solid. Rasio NPL bruto tercatat sebesar 1,9% dan NPL net sebesar 0,8% pada akhir 2025. Selain itu, perseroan telah menyiapkan pencadangan yang memadai dengan coverage ratio mencapai 226%, memberikan bantalan kuat terhadap potensi risiko kredit.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |