Pengendali INET Tambah Kepemilikan, Beli Saham Rp 110,28 Miliar

2 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara semakin menegaskan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET). Untuk ketiga kalinya dalam waktu berdekatan pada Februari 2026, pemegang saham pengendali kembali melakukan pembelian saham di pasar sebagai bagian dari strategi investasi berkelanjutan.

Merujuk pada laporan perubahan kepemilikan per 10 Februari 2026, Abadi Kreasi Unggul Nusantara tercatat membeli 45.500.000 lembar saham pada 9 Februari 2026. Transaksi tersebut dilakukan di harga Rp 330 per saham dengan total nilai mencapai Rp 15,01 miliar.

Pembelian ini melanjutkan aksi serupa yang telah dilakukan pada 3 dan 4 Februari 2026. Setelah transaksi terakhir tersebut, porsi penguasaan suara Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET kembali meningkat. Secara keseluruhan dari tiga transaksi itu, dana yang telah digelontorkan mencapai Rp 110,28 miliar.

Sebelum transaksi, jumlah saham yang dimiliki tercatat 12.770.838.266 lembar atau setara 57,08 persen. Setelah akumulasi pembelian, kepemilikan bertambah menjadi 12.816.338.266 lembar saham atau sekitar 57,28 persen.

Manajemen menyampaikan bahwa transaksi tersebut bertujuan untuk menambah kepemilikan saham dengan status kepemilikan langsung. Sebagai pemegang saham pengendali, Abadi Kreasi Unggul Nusantara juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kendali atas perseroan.

Rangkaian pembelian di harga pasar ini dinilai memberi sinyal kepada pelaku pasar bahwa pihak internal melihat potensi nilai jangka panjang INET. Langkah tersebut juga memperkuat struktur kepemilikan sekaligus menjaga stabilitas pengendalian di tengah perkembangan industri infrastruktur teknologi informasi.

Sebelumnya, pada 6 Februari 2026, Abadi Kreasi Unggul Nusantara melaporkan telah mengakumulasi 138.121.466 saham INET. Transaksi itu dilakukan pada 4 Februari 2026 di harga Rp 362 per saham dengan total nilai sekitar Rp 49,99 miliar. Selain itu, pada 3 Februari, pengendali juga membeli sekitar 124,4 juta saham INET di harga Rp 364 per lembar.

Rights Issue Saham INET Oversubscribed, Investor Antusias

Sebelumnya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan bahwa perusahaan infrastruktur teknologi tersebut mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) saat menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) atau rights issue dengan total nilai emisi Rp 3,2 triliun.

Melansir siaran pers INET, Selasa (3/2/2026), Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Muhammad Arif  menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan rights issue, sebanyak 99,3% pemegang HMETD menggunakan haknya.

Adapun sisa 0,7% HMETD yang tidak ditebus, kemudian direspons melalui pemesanan tambahan (additional subscription) oleh para pemegang saham, dengan total dana yang masuk mencapai 52 kali dari jumlah saham yang tersedia.

Aksi korporasi ini pun mengalami oversubscribed, yang sekaligus menunjukkan kuatnya keyakinan investor terhadap strategi jangka panjang WIFI serta komitmen perseroan dalam memperluas pembangunan infrastruktur digital yang terjangkau di berbagai wilayah Indonesia.

Lepas 12,8 Miliar Saham Baru

Dalam rights issue senilai Rp 3,2 triliun tersebut, INET melepas 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Dana yang dihimpun dari aksi ini akan dimanfaatkan untuk ekspansi jaringan serta modal kerja INET beserta entitas afiliasinya.

Lebih lanjut, manajemen INET menyebutkan bahwa pendanaan dari rights issue tersebut ditujukan guna menunjang target kinerja jangka panjang perseroan.

Merujuk pada prospektus INET, sekitar Rp 2,94 triliun dari total dana rights issue akan disuntikkan sebagai tambahan modal kepada anak usaha baru perseroan, PT Garuda Prima Internetindo (GPI).

Buat Bangun Jaringan Fiber

GPI berencana memanfaatkan dana tersebut untuk membangun jaringan Fiber to the Home (FTTH) berbasis teknologi WiFi 7 bagi 2 juta pelanggan di Bali dan Lombok, sekaligus memperkuat kebutuhan modal kerjanya.

Selain itu, sebesar Rp 215,38 miliar akan disalurkan kepada anak usaha INET lainnya, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), guna melunasi kewajiban Indefeasible Right of Use (IRU) atas jaringan kabel bawah laut kepada PT Jejaring Mitra Persada (JMP). Sisa dana akan digunakan sebagai tambahan modal kerja perseroan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |