IHSG Berpeluang Melesat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis, (12/2/2026). IHSG hari ini berpotensi ke 8.328-8.440. Lalu bagaimana dengan strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan penguatan sebesar 1,96% ke 8.290 dan disertai peningkatan volume pembelian pada perdagangan saham Rabu, 11 Februari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave © dari wave [x] ke rentnag 8.328-8.440. Herditya juga mengingatkan untuk mewaspadai koreksi.

“Waspadai akan adanya koreksi ke 8.155-8.239,” kata dia dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.863,7.712 dan level resistance 8.354, 8.517 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.800-8.320.

Berikut rekomendasi saham

Pada perdagangan saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness

Saham ANTM menguat 2,57% ke 3.990 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (b) dari wave [iv],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.860-3.970

Target Price: 4.090, 4.290

Stoploss: below 3.840

2.PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) - Buy on Weakness

Saham PANI menguat 0,46% ke 10.950 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi PANI saat ini berada pada bagian dari wave [i] dari wave 1,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 9.875-10.800

Target Price: 12.275, 13.250

Stoploss: below 9.300

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness

Saham TLKM menguat 3,82% ke 3.530 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Herditya menuturkan, saat ini, posisi TLKM diperkirakan berada pada awal dari wave [c] dari wave B.

Buy on Weakness: 3.450-3.510

Target Price: 3.580, 3.650

Stoploss: below 3.430

4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness

Saham UNVR terkoreksi 1,74% ke 2.260 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi UNVR sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 1,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 2.150-2.250

Target Price: 2.420, 2.600

Stoploss: below 2.070

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 Februari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Rabu sore (11/2/2026) di zona hijau. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar modal Indonesia, didukung sentimen domestik dan global yang relatif positif.

IHSG ditutup menguat 159,23 poin atau 1,96 persen ke level 8.290,96. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 12,50 poin atau 1,51 persen ke posisi 841,94.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari optimisme investor, laporan kinerja keuangan emiten, hingga faktor teknikal. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif.

"Penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Rupiah juga berlanjut menguat terhadap dolar AS," ujar Ratna Lim dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2026).

Ratna memproyeksikan tren penguatan masih berlanjut pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Menurutnya, IHSG berpeluang menguji area resistance di kisaran 8.350 hingga 8.400.

Sentimen IHSG

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati data inflasi China yang melambat pada Januari 2026. Inflasi tercatat hanya 0,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), turun dari 0,8 persen (yoy) pada Desember 2025. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2025 dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen.

Sementara dari pasar global, investor menanti rilis data Existing Home Sales Amerika Serikat (AS) untuk Januari 2026. Penjualan rumah diperkirakan mengalami kontraksi 3,40 persen secara bulanan (month to month/mtm) menjadi sekitar 4,15 juta unit, setelah sebelumnya melonjak 5,10 persen (mtm) pada Desember 2025.

Ratna menilai potensi koreksi tersebut lebih mencerminkan proses normalisasi pasar perumahan AS setelah lonjakan tajam pada bulan sebelumnya.

"Koreksi ini lebih mencerminkan normalisasi pasca kenaikan tajam pada bulan sebelumnya serta masih terbatasnya daya beli akibat level harga rumah yang tinggi dan aktivitas transaksi yang belum sepenuhnya stabil," ujar Ratna.

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan konsisten bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama dan sesi kedua.

Sektor Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hampir seluruh sektor saham bergerak menguat. Sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,76 persen. Penguatan juga terjadi pada sektor barang konsumen non primer yang naik 5,30 persen serta sektor industri yang menguat 3,62 persen.

Di sisi lain, hanya satu sektor yang mengalami koreksi, yakni sektor keuangan yang turun tipis sebesar 0,39 persen.

Dari jajaran saham, emiten yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain PIPA, PADI, TRUE, MINA, dan RAJA. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan harga terdalam di antaranya SPRE, LION, VAST, DEFI, dan ALKA.

Aktivitas perdagangan saham tergolong ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3.404.951 kali. Volume perdagangan tercatat sebanyak 62,06 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp29,80 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 544 saham menguat, 156 saham melemah, dan 122 saham stagnan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |