Tarif Baru Donald Trump Guncang Saham Teknologi, Apple Pimpin Koreksi

22 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Saham Apple jatuh lebih dari 6% pada perdagangan akhir Rabu, 2 April 2025 dan menjadi penyebab utama penurunan saham di sektor teknologi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap barang impor. Tarif tersebut bervariasi antara 10% hingga 49%, yang mempengaruhi banyak perusahaan teknologi besar.

Melansir dari CNBC, Kamis (3/4/2025), sebagian besar pendapatan Apple berasal dari produk yang diproduksi di Tiongkok dan beberapa negara Asia lainnya. Dampaknya langsung terasa pada saham Apple dan juga perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. 

Misalnya, saham Nvidia yang memproduksi chip di Taiwan turun sekitar 4%, sedangkan Tesla, perusahaan kendaraan listrik, mengalami penurunan sekitar 4,5%. Saham-saham besar lainnya seperti Alphabet, Amazon, dan Meta juga mengalami penurunan antara 2,5% hingga 5%, sementara Microsoft turun hampir 2%.

Jika penurunan Apple berlanjut pada perdagangan Kamis, itu akan menjadi penurunan terbesar sejak September 2020. Trump mengumumkan kebijakan tarif tersebut pada hari Rabu sore, menyebutkan bahwa tarif impor baru ini akan menjadi “deklarasi kemerdekaan ekonomi” bagi Amerika Serikat

Tarif Impor Trump

Trump mengungkapkan tarif impor akan dikenakan secara menyeluruh dengan tarif 10% untuk semua barang impor, serta tarif yang lebih tinggi untuk negara-negara tertentu, termasuk 34% untuk Tiongkok, 20% untuk negara-negara Eropa, dan 24% untuk Jepang. Tarif ini diberlakukan berdasarkan tarif yang dikenakan negara-negara tersebut terhadap ekspor Amerika Serikat.

"Kami akan meningkatkan industri domestik kami, membuka pasar luar negeri, dan mengatasi hambatan perdagangan global. Akhirnya, lebih banyak produksi di dalam negeri akan menciptakan persaingan lebih kuat dan harga yang lebih rendah bagi konsumen,” kata Trump dikutip dari CNBC, Kamis (3/4/2025).

Promosi 1

Berdampak ke Wall Street

Kebijakan ini berdampak pada pasar secara keseluruhan, dengan indeks dana yang melacak S&P 500 turun 2,8%, dan ETF yang mengikuti Nasdaq 100 kehilangan lebih dari 3%. Meskipun demikian, Trump memuji perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Meta, dan Nvidia karena telah berinvestasi di Amerika Serikat. 

"Apple akan menghabiskan USD 500 miliar, mereka belum pernah membelanjakan uang sebanyak itu di sini. Mereka akan membangun pabrik mereka di sini,” ujar Trump.

Indeks Nasdaq, yang berfokus pada perusahaan teknologi, baru saja menyelesaikan kuartal terburuknya sejak 2022, dengan penurunan 10% pada tiga bulan pertama tahun ini. Meskipun demikian, indeks ini sempat mengalami kenaikan pada dua hari pertama kuartal kedua.

Donald Trump Umumkan Tarif 10 Persen

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan perang dagang global yang besar. Langkah tersebut akan berdampak terhadap masyarakat AS dan ekonomi AS ke dalam resesi.

Mengutip CNN, Kamis (3/4/2025), pada Rabu, Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional dan mengumumkan tarif setidaknya 10 persen di semua negara. Bahkan tarif lebih tinggi untuk 60 negara yang dianggap sebagai “pelanggar terburuk”, menurut pejabat Gedung Putih.

Salah satu tarif tertinggi sebesar 49 persen akan dikenakan kepada semua impor Kamboja, menurut poster yang dipajang Donald Trump dalam acara di Rose Garden pada Rabu pekan ini. Di antara tarif tarif timbal balik yang baru diumumkan lainnya adalah 46 persen untuk Vietnam, 34 persen untuk China dan 20 persen untuk Uni Eropa.

Tarif timbal balik China akan dikenakan di atas tarif 20 persen yang telah diberlakukan Donald Trump sehingga total tarifnya menjadi 54 persen. Amerika Serikat impor barang senilai USD 439 miliar dari China tahun lalu, sumber impor teratas kedua setelah Meksiko.

Kemudian mulai 2 Mei, tarif 54 persen juga akan diterapkan pada paket senilai kurang dari USD 800 yang dikirim ke Amerika Serikat dari China dan Hong Kong. Ini berarti warga AS yang memesan barang dari perusahaan yang berbasis di China, seperti AliExpress, Temu dan Shein harus membayar 54 persen lebih mahal.

Barang yang dikenakan tarif sectoral, seperti baja dan aluminium dan mobil tidak akan dikenakan tarif timbal balik khusus negara tambahan. Namun, dalam kasus China, tarif sectoral akan berlaku di atas tarif 20 persen yang berlaku sebelum pengumuman Rabu pekan ini.

Dalam kebanyakan kasus, Donald Trump menuturkan, tarif itu “setengah” dari tarif yang dikenakan negara lain dan blok perdagangan kepada AS jika memperhitungkan manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan lainnya.

Upaya Trump Dongkrak Ekonomi

Donald Trump menuturkan, tarif akan menumbuhkan ekonomi AS “Tidak semua orang sependapat. Tarif akan memberi kita pertumbuhan,” ujar dia.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan tarif sebagai cara untuk membantu pemerintah AS agar tidak terlalu bergantung pada pajak penghasilan sebagai bentuk pendapatan utama. Ia bahkan menuturkan, pendapatan tarif dapat menggantikan pajak penghasilan sepenuhnya.

Namun, sebagian besar ekonom sepakat tarif dibayar oleh negara yang impor barang, dan secara historis telah menyebabkan harga lebih tinggi bagi konsumen.

Eskalasi itu berisiko semakin mengasingkan AS dari musuh dan terlebih lagi dari sekutu utama yang telah lama menjadi mitra dagang.

“Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kita. Pekerjaan dan pabrik akan kembali berdatangan ke negara kita, dan Anda sudah melihatnya terjadi,” ujar dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |