Liputan6.com, Jakarta - Saham Trump Media jatuh ke level terendah dalam enam bulan pada Rabu waktu AS setelah laporan baru menunjukkan dana perwalian milik Presiden AS, Donald Trump kini dapat menjual saham senilai USD 2,3 miliar atau setara Rp 38 triliun (asumsi kurs Rp 16.560 per dolar AS) di perusahaan tersebut.
Melansir Yahoo Finance, Kamis (3/4/2025), harga saham perusahaan induk Truth Social ini turun sebanyak 7% pada pagi hari, diperdagangkan sekitar USD 18 per saham, level terendah sejak enam bulan terakhir. Secara keseluruhan, saham Trump Media telah turun 44% sepanjang tahun ini.
Keputusan ini mengikuti pengajuan terbaru kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), di mana perusahaan mengusulkan pendaftaran hampir 115 juta saham milik Donald J. Trump Revocable Trust untuk dijual.
Berdasarkan harga saham Rabu waktu setempat sebesar USD 19,19, nilai total saham tersebut setara dengan sekitar USD 2,2 miliar. Lebih dari setengah kapitalisasi pasar saham Trump Media, yang bernilai sekitar USD 4,2 miliar pada hari itu, juga berasal dari kepemilikan trust tersebut.
Penurunan di Tengah Lonjakan Saham Newsmax
Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan luar biasa saham Newsmax, jaringan berita kabel konservatif, yang naik lebih dari 2.000% setelah IPO-nya pada Senin lalu. Hal ini memicu perbandingan di kalangan investor dengan masa-masa awal Trump Media saat pertama kali melantai di bursa saham Amerika Serikat.
Saham Trump Media Bergejolak Sejak IPO
Sebelumnya, Trump menegaskan dirinya tidak berencana menjual saham di perusahaan media sosialnya.
Saat harga saham melonjak selama masa pemilihan, ia menepis rumor dirinya akan melepas kepemilikan, dengan menyebutnya sebagai “manipulasi pasar atau ulah penjual pendek.” Trump bahkan sempat meminta pihak berwenang untuk menyelidiki rumor tersebut.
Namun, pada Desember lalu, Trump mengalihkan kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut ke dalam sebuah trust yang dikelola oleh putranya, Donald Trump Jr.
Baik tim Trump-Vance maupun Trump Media belum memberikan komentar resmi terkait situasi ini kepada Business Insider.
Saham Trump Media terus mengalami fluktuasi sejak go public pada 2024. Sahamnya sempat naik akibat antusiasme terhadap kampanye presiden Trump, tetapi kemudian merosot drastis. Saat ini, saham tersebut telah turun 70% dari puncaknya yang terjadi pada Oktober lalu.
Penutupan Wall Street
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada Rabu, 2 April 2025 jelang pengumuman tarif Presiden AS Donald Trump.
Mengutip CNBC, Kamis (3/4/2025), indeks S&P 500 menguat 0,67 persen ke posisi 5.670,97. Indeks Nasdaq bertambah 0,87 persen ke posisi 17.601,05. Indeks Dow Jones naik 235,36 poin atau 0,56 persen ke posisi 42.225,32.
Setelah sesi perdagangan, Donald Trump mengumumkan tarif dasar 10 persen untuk semua impor dan bea masuk lebih tinggi untuk banyak mitra dagang terbesar negara itu yang meningkatkan perang dagang yang dimulainya ketika kembali ke Gedung Putih. Demikian mengutip Yahoo Finance, Kamis, (3/4/2025).
Indeks saham berjangka bergerak turun setelah pengumuman yang mengindikasikan investor prediksi kerugian saat wall street dibuka pada Kamis pekan ini, sedangkan emas naik.
Chief of Investment Abound Financial, David Laut menuturkan, meski ada kejelasan lebih lanjut tentang tarif, pasar mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memilah dampaknya,
“Saat saya berbicara dengan klien. Saya pikir pemikiran mereka tentang bagaimana pasar akan bergerak dan berguncang dan bagaimana ekonomi pada akhirnya akan menanggapi penyesuaian tarif ini akan memakan waktu lebih lama,” tutur dia.
David menilai, investor akan membutuhkan waktu untuk mencerna mengenai tarif dagang. "Jadi, menurut saya, investor cukup tidak konsisten dan cukup konservatif dalam memposisikan atau bertaruh melawan hasil positif, jika ada, dari pengambilan keputusan tarif. Jadi, saya pikir meskipun kita mendapatkan lebih banyak informasi hari ini, orang-orang akan membutuhkan waktu untuk mencerna berita itu dan memutuskan apa yang mereka pikirkan tentangnya,” ia menambahkan.
Dongkrak Inflasi
Ekonom menuturkan, tarif Donald Trump dapat meningkatkan inflasi dan juga memperlambat ekonomi.
Selama pidatonya, pelaku pasar meningkatkan taruhan kalau the Federal Reserve (the Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada Juni dan memberikan pemangkasan suku bunga pada Oktober.
Saham yang bergerak pada Rabu pekan ini termasuk Tesla milik Elon Musk ditutup naik lebih dari 5 persen, tetapi merosot lebih dari 4 persen selama pidato Donald Trump. Saham Amazon naik 2 persen setelah dilaporkan perusahaan itu menawar TikTok meski sahamnya turun 3 persen setelah pernyataan tarif.
Adapun fokus sekarang beralih ke laporan penggajian nonpertanian bulanan yang penting serta pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell pada Jumat pekan ini.