Saham Perusahaan Pencipta Baby Shark Melonjak saat Debut di Korea Selatan

1 week ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Saham studio Korea Selatan di balik Baby Shark yang sangat menarik perhatian di youtube melompat hingga 60% saat perdagangan perdana di Seoul, Korea Selatan pada Selasa, (18/11/2025).

Pada perdagangan Selasa pagi, saham pencipta Baby Shark melompat 17% dari harga penawarannya sebesar 38.000 won atau USD 26 (Rp 435.641, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.755). Saham pencipta Baby Shark sempat melonjak lebih dari 60%. Perseroan menetapkan harga IPO di kisaran tertinggi dan meraup dana 76 miliar won atau USD 51,90 juta. Nilai itu setara Rp 869,62 miliar.

Mengutip Channel News Asia, Baby Shark Dance telah mengumpulkan lebih dari 16 miliar penayangan di YouTube, dua kali lipat dari klip Despacito yang berada di posisi kedua. Adapun tayangan Baby Shark yang banyak diputar ini lantaran disukai oleh anak-anak.

Video Baby Shark diunggah di platform tersebut hampir satu dekade lalu oleh the Pinkfong Company yang memiliki portofolio animasi anak-anak dan waralaba pendidikan.

Baby Shark yang menampilkan keluarga hiu diperkenakan satu per satu dengan alunan lagi ceria menjadi mega hit global dan telah ditampilkan sebagai balon parade Macy’s di New York.

Pinkfong Company didirikan pada 2010 dan sebagai besar pendapatannya berasal dari penjualan konten daring dan pertunjukan langsung.

Analis menuturkan, lonjakan harga saham pencipta Baby Shark ini merupakan hal wajar saat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

"Secara teori, saham-saham yang baru tercatat seharusnya naik sekitar 30 hingga 40 persen pada hari pertama perdagangan,” ujar Cho Jong-kyung dari Heungkuk Securities kepada AFP.

"Tingkat keuntunga untuk Pinkfong Company merupakan fenomena yang sangat alami,” kata dia.

Kinerja Keuangan

Pinkfong Company meraup pendapatan sebesar 97,4 miliar won tahun lalu, naik 11 persen, dan laba operasional sebesar 18,8 miliar won, hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya.

Bulan lalu, CEO Kim Min-seok mengatakan perusahaan tersebut memiliki "struktur yang menghasilkan keuntungan dari konten itu sendiri".

"Kami menutup biaya produksi melalui saluran kami sendiri seperti YouTube dan aplikasi, yang mengurangi ketergantungan kami pada distributor eksternal dan mengurangi beban biaya variabel," ujar Kim kepada Edaily Korea Selatan.

Korea Selatan adalah pusat budaya populer global, rumah bagi band K-pop BTS dan asal-usul serial TV Netflix terbaru seperti Squid Game dan KPop Demon Hunters.

Tata Capital Bakal Jadi IPO Terbesar di India

Sebelumnya, Tata Capital, unit jasa keuangan Tata Group, salah satu konglomerat terbesar di India sedang bersiap untuk initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana terbesar di negara ini tahun ini.

Diperkirakan penjualan saham perdana atau IPO menghasilkan dana hingga 155 miliar rupee (USD 1,7 miliar). Jumlah itu setara Rp 28,36 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.684).

Tata Capital bersama dengan para pemegang saham yang ada termasuk Tata Sons dan International Finance Corp., menjual hingga 475,8 juta lembar saham lama dan baru dengan harga antara 310 hingga 326 rupee per lembar, menurut iklan surat kabar yang dirilis pada Senin.

Hasil dari IPO akan memperkuat basis permodalan Tata Capital dan mendukung kegiatan penyaluran kredit di masa mendatang. Demikian mengutip dari Forbes, Rabu (1/10/2025).

Penawaran saham (book building) untuk IPO akan dibuka bagi investor jangkar pada 3 Oktober, sementara saham akan tersedia bagi investor ritel mulai 6 hingga 8 Oktober. Saham Tata Capital akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Nasional India pada 13 Oktober.

Layani 7 Juta Nasabah

Tata Capital menyediakan pinjaman kepada konsumen dan bisnis melalui hampir 1.500 cabang di seluruh India. Melayani 7 juta nasabah di seluruh negeri, perusahaan ini menawarkan pinjaman rumah, pembiayaan bisnis, keuangan mikro, pendanaan ekuitas swasta, dan kartu kredit. Laba bersih perusahaan naik 16% menjadi 36,6 miliar rupee pada tahun buku yang berakhir Maret.

Perusahaan ini memasuki pasar seiring meningkatnya aktivitas IPO di India. Awal bulan ini, Urban Co., yang menyediakan berbagai layanan mulai dari kebersihan hingga perpipaan, melonjak 62% pada hari pertama perdagangannya, debut pasar terbaik untuk IPO India di atas USD 100 juta.

Beberapa IPO sedang dalam proses, termasuk dompet digital milik Walmart, PhonePe, dan Reliance Jio milik miliarder Mukesh Ambani, operator nirkabel terbesar di India.

Tata Capital adalah bagian dari konglomerat tertua di India yang diubah oleh mendiang Ratan Tata (yang meninggal dunia pada bulan Oktober) menjadi pusat kekuatan industri. Di bawah kepemimpinannya selama dua dekade, ia melakukan akuisisi global termasuk produsen baja Inggris Corus Group pada 2007 dan produsen mobil mewah Jaguar Land Rover pada tahun berikutnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |