Rekomendasi Saham Hari Ini 20 November 2025: AUTO, COIN, CYBR, hingga INTP

1 week ago 25

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (20/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.487-8.539.

IHSG naik 0,53% ke posisi 8.406 dan disertai munculnya volume pembelian, dalam jangka pendek pergerakan IHSG masih relatif konsolidasi pada perdagangan Rabu, 19 November 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case-nya (hitam), IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii] sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487-8.539.

"Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi terdekatnya,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.332,8.276 dan level resistance 8.466,8.532 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.350-8.440 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Itsec Asia Tbk (CYBR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) - Buy on Weakness

Saham AUTO menguat 1,54% ke 2.640 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan AUTO pun masih mampu berada di atas moving average (MA)20. “Kami memperkirakan, posisi AUTO sedang berada di awal wave [v] dari wave 5,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.600-2.640

Target Price: 2.740, 2.800

Stoploss: below 2.570

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) - Spec Buy

Saham COIN menguat 9,48% ke 3.580 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. :Saat ini, diperkirakan posisi COIN berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” ujar Herditya.

Spec Buy: 3.480-3.530

Target Price: 3.600, 3.720

Stoploss: below 3.440

3.PT Itsec Asia Tbk (CYBR) - Buy on Weakness

Saham CYBR menguat 1,43% ke 1.415 tetapi disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi CYBR sedang berada di awal wave (5) dari wave [5],” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.375-1.405

Target Price: 1.510, 1.585

Stoploss: below 1.330

4.PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) - Buy on Weakness

Saham INTP menguat 3,35% ke 6.950 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan INTP pun masih mampu berada di atas MA60. “Kami perkirakan, posisi INTP sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5,” kata dia.

Buy on Weakness: 6.750-6.925

Target Price: 7.100, 7.325

Stoploss: below 6.575

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 19 November 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di posisi 8.400 hingga penutupan perdagangan Rabu, (19/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melesat 0,53% ke posisi 8.406,57. Indeks LQ45 bertambah 0,65% ke posisi 848,96. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, pasar menilai pandangan International Monetary Fund (IMF) memberikan gambaran bagaimana pencapaian kinerja ekonomi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan pro growth ekonomi dalam negeri pada saat situasi kondisi eksternal mendatang.

“IMF mengungkapkan langkah pelonggaran moneter Bank Indonesia (BI) sudah berada pada jalur yang tepat dan membuka ruang bagi penurunan suku bunga lanjutan,” ujar Nico.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate berada di level 4,75%. Suku bunga deposit facility diputuskan juga tetap di level 3,75% dan suku bunga lending facility yang diputuskan tetap di level 5,5%.

Sentimen IHSG Lainnya

Dari mancanegara, pelaku pasar prediksi peluang penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) sebesar 25 basis poin sebesar 47% pada Desember 2025, atau turun dari lebih dari 90% dibandingkan sebulan lalu.

Beberapa pejabat the Fed mengingatkan agar tidak melakukan pemotongan lebih lanjut di tengah risiko inflasi meski Gubernur Christopher Waller mengatakan kembali dukungan untuk pelonggaran suku bunga mengingat tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja.

“Di sisi lain, sentimen tekanan pasar juga datang dari kondisi hubungan diplomatic antara China dan Jepang yang dikhawatirkan akan panas berkepanjangan. Hal ini seiring ketegangan antara China dan Jepang dalam perselisihan diplomatik memicu dampak hubungan ekonomi ke dua negara,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, kecemasan pasar yakni setelah Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri China Liu Jinsong mengatakan, ketidakpuasannya terhadap hasil pertemuan dengan Diplomat Jepang.

Sektor Saham

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.426,63 dan level terendah 8.375,57. Sebanyak 335 saham menguat sehingga angkat IHSG. 285 saham melemah dan 191 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.249.425 kali dengan volume perdagangan saham 45,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 30 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.699.

Transaksi harian saham yang signifikan itu didorong transaksi saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) di pasar negosiasi. Saham SGRO mencapai Rp 9,4 triliun. Transaksi saham SGRO berada di level tertinggi Rp 7.903 per saham dan terendah Rp 7.225 per saham. Sementara itu, total frekuensi perdagangan tiga kali. Volume perdagangan saham 11.952.375 saham.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham teknologi melemah 0,91%, dan catat koreksi sektor saham terbesar. Sektor saham transportasi terpangkas 0,72% dan sektor saham properti turun 0,40%.

Sektor saham energi menguat 1,54%, sektor saham basic menanjak 0,27%, sektor saham industri mendaki 0,57%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal menguat 1,09%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,24%, sektor saham kesehatan menanjak 0,46%. Kemudian sektor saham keuangan naik 0,80% dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,04%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |