Rekomendasi Saham Hari Ini 19 November 2025: BFIN, PTRO hingga ULTJ

1 week ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Rabu, (19/11/2025). IHSG hari ini akan berada di kisaran 8.487-8.539.

IHSG melemah 0,65% ke posisi 8.361 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada Selasa, 18 November 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case (hitam), IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487-8.539.

“Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi terdekatnya,” ujar Herditya dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.332,8.276 dan level resistance 8.488,8.532 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 8.350-8.440.

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).

Sedangkan Herditya memilih saham PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT BFI Finance Tbk (BFIN) - Spec Buy

Saham BFIN terkoreksi 0,65% ke 770 dan didominasi oleh volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh cluster moving average (MA) 20 dan MA60. “Kami perkirakan, posisi BFIN sedang berada di awal wave (iii) dari wave [c],” ujar Herditya.

Spec Buy: 760-770

Target Price: 800, 840

Stoploss: below 755

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Buy on Weakness

Saham BUVA terkoreksi 5,29% ke 895 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi BUVA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5,” kata dia.

Buy on Weakness: 860-895

Target Price: 975, 1.080

Stoploss: below 815

3.PT Petrosea Tbk (PTRO) - Buy on Weakness

Saham PTRO terkoreksi 3,58% ke 8.750 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi PTRO diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.975-8.650

Target Price: 9.450, 9.925

Stoploss: below 7.600

4.PT Ultraja Milk Industry Tbk (ULTJ) - Buy on Weakness

Saham ULTJ menguat 2,1% ke 1.460 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. “Kami perkirakan, posisi ULTJ sedang berada di awal wave [c] dari wave B,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.425-1.445

Target Price: 1.495, 1.525

Stoploss: below 1.415

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 18 November 2025

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Selasa (18/11/2025). IHSG hari ini meninggalkan posisi 8.400 di tengah mayoritas sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,65% ke posisi 8.361,92. Indeks LQ45 merosot 0,76% ke posisi 843,50. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Dalam kajian tim riset Philip Sekuritas Indonesia menyebutkan, rasa tidak nyaman mulai menyebar di pasar dan dengan harapan penurunan suku bunga pada Desember 2025 memudar.

"Saat ini tampaknya merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk mengambil keuntungan (profit-taking) dari strategi investasi yang cukup menguntungkan tahun ini, di antaranya membeli (long) saham dan menjual (short) dolar Amerika Serikat (AS),” demikian tim riset Philip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya seperti dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, pelaku pasar bersikap ragu terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) pada Desember 2025.

"Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 45 persen, dibandingkan sebesar 62 persen pada pekan lalu,” demikian seperti dikutip.

Sentimen IHSG Lainnya

Sementara itu, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali rilis data ekonomi pada pekan ini, setelah resmi dibukanya kembali pemerintah AS setelah government shutdown atau penutupan pemerintah AS yang berlangsung cukup lama.

"Pelaku pasar berharap mendapatkan gambaran resmi pasar tenaga kerja AS melalui rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) bulan September 2025 pada Kamis, 20 November 2025,” demikian seperti dikutip.

Rilis data NFP AS akan mendapatkan sorotan tajam, seiring pernyataan bernada lebih hati-hati (hawkish) yang dilontarkan oleh para pejabat tinggi The Fed belakangan ini, yang memicu keraguan terhadap penurunan suku bunga pada Desember 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait dengan suku bunga acuannya, yang diproyeksikan tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. BI menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 November 2025 pekan ini.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.442,86 dan level terendah 8.341,90. Sebanyak 418 saham melemah sehingga bebani IHSG. 230 saham menguat dan 162 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.526.066 kali dengan volume perdagangan 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.735.

Dari 11 sektor saham, satu sektor saham properti naik 2,4%. Sementara itu, sektor saham energi merosot 2,22%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic melemah 1,32%, sektor saham industri merosot 1,12%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,33%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal terperosok 1,61%, sektor saham kesehatan turun 0,60%, sektor saham keuangan merosot 0,21%, sektor saham teknologi melemah 0,65%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,36% dan sektor saham transportasi turun 0,78%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |