Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 20 November 2025 Usai BI Tahan Suku Bunga

1 week ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (20/11/2025). IHSG hari ini menguat seiring Bank Indonesia (BI) tahan suku bunga acuan.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup menguat 0,53% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 813 miliar pada penutupan perdagangan Rabu, 19 November 2025. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain BMRI, BBRI, TLKM, BBCA dan BBNI.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini, setelah BI Rate hold sesuai dengan ekspektasi,” ujar Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.300-8.350 dan level resistance 8.450-8.470.

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar  menuturkan, tren naik IHSG tetap utuh meski momentum menyusut.

Ia mengatakan, level teknikal penting berada pada resistance pertama di 8.450, resistance kedua di 8.500. Kemudia level  support pertama di 8.350, dan  level support kedua di 8.275. Selama IHSG bertahan di atas critical level 8.281, peluang penguatan tetap terbuka. "Namun, pelemahan di bawah 8.281 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju area support berikutnya,” kata dia.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Timah Tbk (TINS).

Rekomendasi Saham

Trading Idea hari ini: BUMI, INET, BREN, PANI, CMRY, dan TINS

  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 224-228, cutloss di bawah 220. Target dekat di 232-236.
  • INET Spec Buy dengan area beli di 535-545, cutloss di bawah 525. Target dekat di 555-585.
  • BREN Spec Buy dengan area beli di 9600-9650, cutloss di bawah 9550. Target dekat di 9725-9825.
  • PANI Spec Buy dengan area beli di 13900-14000, cutloss di bawah 13725. Target dekat di 14175-14500.
  • CMRY Buy on Weakness dengan area beli di 6050-6100, cutloss di bawah 6025. Target dekat di 6225-6300.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3100-3110, cutloss di bawah 3040. Target dekat di 3180-3230.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 19 November 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di posisi 8.400 hingga penutupan perdagangan Rabu, (19/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melesat 0,53% ke posisi 8.406,57. Indeks LQ45 bertambah 0,65% ke posisi 848,96. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, pasar menilai pandangan International Monetary Fund (IMF) memberikan gambaran bagaimana pencapaian kinerja ekonomi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan pro growth ekonomi dalam negeri pada saat situasi kondisi eksternal mendatang.

“IMF mengungkapkan langkah pelonggaran moneter Bank Indonesia (BI) sudah berada pada jalur yang tepat dan membuka ruang bagi penurunan suku bunga lanjutan,” ujar Nico.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate berada di level 4,75%. Suku bunga deposit facility diputuskan juga tetap di level 3,75% dan suku bunga lending facility yang diputuskan tetap di level 5,5%.

Sentimen IHSG Lainnya

Dari mancanegara, pelaku pasar prediksi peluang penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) sebesar 25 basis poin sebesar 47% pada Desember 2025, atau turun dari lebih dari 90% dibandingkan sebulan lalu.

Beberapa pejabat the Fed mengingatkan agar tidak melakukan pemotongan lebih lanjut di tengah risiko inflasi meski Gubernur Christopher Waller mengatakan kembali dukungan untuk pelonggaran suku bunga mengingat tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja.

“Di sisi lain, sentimen tekanan pasar juga datang dari kondisi hubungan diplomatic antara China dan Jepang yang dikhawatirkan akan panas berkepanjangan. Hal ini seiring ketegangan antara China dan Jepang dalam perselisihan diplomatik memicu dampak hubungan ekonomi ke dua negara,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, kecemasan pasar yakni setelah Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri China Liu Jinsong mengatakan, ketidakpuasannya terhadap hasil pertemuan dengan Diplomat Jepang.

Sektor Saham

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.426,63 dan level terendah 8.375,57. Sebanyak 335 saham menguat sehingga angkat IHSG. 285 saham melemah dan 191 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.249.425 kali dengan volume perdagangan saham 45,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 30 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.699.

Transaksi harian saham yang signifikan itu didorong transaksi saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) di pasar negosiasi. Saham SGRO mencapai Rp 9,4 triliun. Transaksi saham SGRO berada di level tertinggi Rp 7.903 per saham dan terendah Rp 7.225 per saham. Sementara itu, total frekuensi perdagangan tiga kali. Volume perdagangan saham 11.952.375 saham.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham teknologi melemah 0,91%, dan catat koreksi sektor saham terbesar. Sektor saham transportasi terpangkas 0,72% dan sektor saham properti turun 0,40%.

Sektor saham energi menguat 1,54%, sektor saham basic menanjak 0,27%, sektor saham industri mendaki 0,57%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal menguat 1,09%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,24%, sektor saham kesehatan menanjak 0,46%. Kemudian sektor saham keuangan naik 0,80% dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,04%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |