Kodam Udayana Bakal Pecat Prajurit Jika Terbukti Aniaya Prada Lucky

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Kupang - Terkait kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana menegaskan akan memecat prajurit jika terbukti melakukan penganiayaan.

Wakapendam IX/Udayana Letkol Inf Amir Syarifudin mengatakan, sekitar 20 orang sedang diperiksa, tapi dalam kapasitas dimintai keterangan.

"Itu pun cuma dimintai keterangan. Nanti keputusan akhirnya tetap kita lari kepada proses yang berlaku dari tim investigasi," ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Ia mengaku proses investigasi saat ini masih terus berjalan. Amir menjelaskan proses investigasi yang tengah berjalan akan transparan dan terbuka. Termasuk menerapkan asas praduga tak bersalah kepada keempat prajurit yang ditahan.

"Sanksi terberat bisa saja dipecat. Tapi nanti kami lihat dari kadar kesalahannya dan itu semua ada di tangan hakim, supaya kita jangan salah tafsir," katanya.

"Semakin banyak keterangan kita dapat, semakin mendekati kebenaran. Dan keterangan-keterangan yang didapat itu pun akan saling disandingkan. Nanti kita lihat yang mana yang benar, yang mana yang salah," kata Amir menambahkan.

Terkait empat prajurit yang ditahan, ia meminta masyarakat menghormati proses investigasi yang sedang berjalan.

"Nanti kita lihat. Kita tanya lagi empat orang itu kapasitas dia, apakah dia dalam tahanan sifatnya untuk mengamankan ataukah memang dia yang terduga. Tapi kembali lagi kita menghormati proses investigasi sedang berjalan," jelasnya.

Terkait luka di sekujur tubuh Prada Lucky, menurutnya, hal itu akan dijawab saat tim investigasi menyelesaikan pekerjaannya. Amir menyebut, foto-foto yang beredar belum tentu benar karena tidak jelas sumbernya.

"Kira-kira yakin nggak itu kalau foto yang bersangkutan? Karena zaman canggih begini bisa saja orang edit, bisa saja dia upload, bisa saja dia campur," kata Amir lagi.

Bupati Nagakeo Melayat

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus bersama Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, datang melayat ke rumah duka Prada Lucky Namo di komplek asrama TNI AD Kuanino, Kota Kupang, Jumat (8/8/2025).

Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut sebagai bentuk duka cita dan penghormatan terakhir kepada almarhum Prada Lucky Namo, prajurit muda asal Kota Kupang yang bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 843 Wakanga Mere, Nagekeo.

Di rumah duka, Bupati dan Wakil Bupati disambut ayah dan ibu, serta keluarga besar almarhum Prada Lucky Namo. Suasana haru menyelimuti prosesi pelayatan.

Bupati Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada orang tua Prada Lucky dan mendoakan agar keluarga diberikan ketabahan.

"Saat kejadian itu saya dan Wakil Bupati sedang tidak ada di Mbay, sehingga kami atur waktu secara baik dan hari ini kami bersepakat untuk sama-sama di Kupang untuk melayat," jelas Simplisius Donatus.

Ia berharap proses hukum terkait peristiwa ini berjalan transparan dan menjadi bahan evaluasi antara Pemerintah Daerah dan Batalion Teritorial Pembangunan 843 ke depannya, agar tidak terjadi lagi terhadap prajurit-prajurit muda lainnya.

"Kehadiran batalion di sana sangat diterima oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo. Harapan kita semua semoga peristiwa ini tidak terulang lagi, teknisnya seperti apa nanti kami akan bicarakan dengan pimpinan di Nagekeo," jelas Simplisius Donatus.

Untuk diketahui, jenazah Prada Lucky Namo dijadwalkan akan dimakamkan pada Sabtu (9/8/2025) besok, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kapadala.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |