IHSG Hari Ini 18 November 2025 Tinggalkan 8.400, Saham BBNI hingga BBRI Menguat

1 week ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Selasa (18/11/2025). IHSG hari ini meninggalkan posisi 8.400 di tengah mayoritas sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,65% ke posisi 8.361,92. Indeks LQ45 merosot 0,76% ke posisi 843,50. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Dalam kajian tim riset Philip Sekuritas Indonesia menyebutkan, rasa tidak nyaman mulai menyebar di pasar dan dengan harapan penurunan suku bunga pada Desember 2025 memudar.

"Saat ini tampaknya merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk mengambil keuntungan (profit-taking) dari strategi investasi yang cukup menguntungkan tahun ini, di antaranya membeli (long) saham dan menjual (short) dolar Amerika Serikat (AS),” demikian tim riset Philip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya seperti dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, pelaku pasar bersikap ragu terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) pada Desember 2025.

"Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 45 persen, dibandingkan sebesar 62 persen pada pekan lalu,” demikian seperti dikutip.

Sementara itu, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali rilis data ekonomi pada pekan ini, setelah resmi dibukanya kembali pemerintah AS setelah government shutdown atau penutupan pemerintah AS yang berlangsung cukup lama.

"Pelaku pasar berharap mendapatkan gambaran resmi pasar tenaga kerja AS melalui rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) bulan September 2025 pada Kamis, 20 November 2025,” demikian seperti dikutip.

Rilis data NFP AS akan mendapatkan sorotan tajam, seiring pernyataan bernada lebih hati-hati (hawkish) yang dilontarkan oleh para pejabat tinggi The Fed belakangan ini, yang memicu keraguan terhadap penurunan suku bunga pada Desember 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait dengan suku bunga acuannya, yang diproyeksikan tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. BI menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 November 2025 pekan ini.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.442,86 dan level terendah 8.341,90. Sebanyak 418 saham melemah sehingga bebani IHSG. 230 saham menguat dan 162 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.526.066 kali dengan volume perdagangan 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.735.

Dari 11 sektor saham, satu sektor saham properti naik 2,4%. Sementara itu, sektor saham energi merosot 2,22%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic melemah 1,32%, sektor saham industri merosot 1,12%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,33%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal terperosok 1,61%, sektor saham kesehatan turun 0,60%, sektor saham keuangan merosot 0,21%, sektor saham teknologi melemah 0,65%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,36% dan sektor saham transportasi turun 0,78%.

Gerak Saham

Harga saham BBNI ditutup naik 1,59% ke posisi Rp 4.460 per saham. Saham BBNI dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 4.400 per saham. Harga saham BBNI berada di level tertinggi Rp 4.470 dan level terendah Rp 4.400 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.231 kali dengan volume perdagangan 373.988 saham. Nilai transakssi Rp 166,1 miliar.

Harga saham TAXI merosot 5,56% ke posisi Rp 17 per saham. Saham TAXI berada di level tertinggi Rp 18 dan terendah Rp 17 per saham. Total frekuensi perdagangan 592 kali dengan volume perdagangan 1.103.141 saham. Nilai transaksi Rp 1,9 miliar.

Harga saham BBRI ditutup naik 0,76% ke posisi Rp 3.970 per saham. Saham BBRI dibuka menguat 10 poin ke posisi Rp 3.950 per saham. Harga saham BBRI berada di level tertinggi Rp 3.990 dan level terendah Rp 3.930 per saham. Total frekuensi perdagangan 29.043 kali dengan volume perdagangan 2.121.655 saham. Nilai transaksi Rp 842,6 miliar.

Harga saham INET turun 0,97% ke posisi Rp 510 per saham. Saham INET dibuka stagnan di posisi Rp 515 per saham. Harga saham INET berada di level tertinggi Rp 545 dan level terendah Rp 492 per saham. Total frekuensi perdagangan 46.094 kali dengan volume perdagangan 6.399.354 saham. Nilai transaksi Rp 329,3 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham PEGE melompat 34,68%
  • Saham JATI melompat 29,41%
  • Saham ESTA melompat 25%
  • Saham OILS melompat 24,55%
  • Saham CBPE melompat 24,48%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham POLU melemah 15%
  • Saham PJHB melemah 14,97%
  • Saham PURI melemah 14,81%
  • Saham LUCK melemah 13,04%
  • Saham UANG melemah 13,04%

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MINA tercatat 128.924 kali
  • Saham APEX tercatat 107.579 kali
  • Saham BUMI tercatat 105.393 kali
  • Saham NTBK tercatat 53.505 kali
  • Saham BKSL tercatat 52.280 kali

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 815,2 miliar
  • Saham MINA senilai Rp 751,2 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 611,9 miliar.
  •  

Bursa Saham Asia Pasifik

Mengutip Antara, bursa saham Asia Pasifik indeks acuan melemah. Indeks Nikkei turun 1.595,41 poin atau 3,17% ke posisi 48.728,50.

Indeks Hang Seng turun 454,25 poin atau 1,72 persen ke 25.930,03, indeks Shanghai susut 32,22 poin atau 0,81 persen ke 3.939,81, dan indeks Strait Times terpangkas 37,77 poin atau 0,83 persen ke 4.506,54.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |