IHSG Dibuka Perkasa 18 November 2025, Sektor Properti Pendorong Terbesar

1 week ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan saham Selasa, (18/11/2025), meskipun sempat berada di zona merah sebentar.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka di posisi 8.427,39 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 8.416,88. Pada pulul 09.20 WIB, IHSG masih menghijau dengan naik 0,15 persen ke posisi 8.431,89.

Indeks saham LQ45 bertambah 0,11% ke posisi 850,53. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.442,86 dan level terendah 8.407,83. Sebanyak 223 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 289 saham melemah dan 176 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 445.802 kali dengan volume perdagangan 7,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.743.

Sektor saham bervariasi. Sektor saham properti menguat 3,43%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham kesehatan menguat 0,92%, dan sektor saham noncyclical mendaki 0,28%.

Selain itu, sektor saham energi turun 0,93%, sektor saham transportasi melemah 0,78%.

Prediksi IHSG Hari Ini 18 November 2025

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa (18/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.350-8.530.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,55% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 667 miliar pada Senin, 17 November 2025. Saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain BBCA, BMRI, TLKM, BBRI dan COIN.

"IHSG berpotensi koreksi hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.350-8.400 dan level resistance 8.475-8.530 pada perdagangan Selasa pekan ini.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, potensi penguatan IHSG masih terlihat.  Ia mengatakan, IHSG masih berada dalam tren naik, tetapi tekanan jenuh jual beli mulai terbentuk.

“Selama harga tetap bertahan di atas 8.297, tren jangka pendek tetap terjaga dan peluang melanjutkan kenaikan ke 8.475-8.525 masih terbuka,” kata dia.

Namun, apabila terjadi koreksi dan harga turun mendekati 8.350-8.300, ia menuturkan, IHSG berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |