Citilink jadi Prioritas, Ini Rincian Alokasi Dana Private Placement Garuda Indonesia

1 week ago 25

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menegaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement menjadi momentum penting untuk memperbaiki struktur permodalan perusahaan dan memperkuat kinerja Citilink sebagai anak usaha strategis. 

Hal ini disampaikan melalui surat tanggapan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 November 2025 terkait permintaan penjelasan atas perubahan nilai dan rencana penggunaan dana PMTHMETD.

Perseroan menjelaskan perubahan nilai penggalangan dana dilakukan setelah melalui proses kajian dan penyesuaian dengan keputusan pemodal, PT Danantara Asset Management (DAM).

"Pelaksanaan PMTHMETD merupakan proses yang komprehensif serta memerlukan kajian menyeluruh sebagai bentuk pengajuan Perseroan kepada PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM),” ujar Perseroan.

Dari total rencana dana Rp 23,67 triliun, lebih dari 63% dialokasikan untuk memperkuat Citilink, terutama melalui konversi pinjaman dan setoran modal tunai yang akan digunakan untuk membiayai perawatan pesawat serta melunasi utang pembelian bahan bakar kepada Pertamina. Garuda menekankan bahwa restrukturisasi Citilink menjadi fokus utama untuk mencegah risiko strategis dan sosial.

Selain itu, Garuda juga menegaskan, pembatalan pembahasan dua mata acara RUPSLB tidak berdampak pada operasional perusahaan. Proyeksi ekuitas setelah PMTHMETD yang kembali positif membuat agenda terkait pengalihan dan penghapusbukuan aset tidak lagi memerlukan persetujuan RUPS.

“Tidak terdapat dampak atas tidak dilakukannya pembahasan dan pengambilan keputusan mata acara kedua dan ketiga terhadap operasional dan keuangan Perseroan.”

Perseroan memastikan seluruh proses aksi korporasi akan tetap mengikuti ketentuan pasar modal, termasuk jadwal pencatatan saham baru yang secara indikatif berlangsung mulai 20 November hingga 8 Desember 2025.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan perubahan keterbukaan informasi terkait aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), di mana total dana yang akan diterima perseroan dikoreksi menjadi Rp 23,67 triliun. 

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sebelumnya sempat disampaikan dalam rangkaian rencana restrukturisasi penyehatan perusahaan yaitu senilai Rp 30 triliun.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/11/2025) pendanaan Rp 23,67 triliun tersebut mencakup setoran modal tunai dari PT Danantara Asset Management (DAM) sebesar Rp 17,02 triliun serta konversi pinjaman pemegang saham senilai Rp 6,65 triliun. Seluruh pendanaan akan dilakukan melalui penerbitan 315,61 miliar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp 75 per saham.

Koreksi nilai pendanaan ini menjadi poin utama dalam pembaruan informasi yang dirilis menjelang RUPSLB pada 12 November 2025. Meskipun turun dari estimasi awal, manajemen menegaskan bahwa nilai tersebut masih memadai untuk menopang agenda pemulihan keuangan dan operasional Garuda Indonesia Group.

Dana tersebut akan dipergunakan untuk mendukung perbaikan keuangan dan operasional Garuda Indonesia Group. Sekitar 37% dialokasikan untuk modal kerja, termasuk perawatan dan perbaikan pesawat Garuda Indonesia. 

Sementara 63% lainnya dialokasikan untuk memperkuat modal PT Citilink Indonesia melalui konversi utang dan setoran modal tunai. Citilink akan memanfaatkan dana itu untuk membiayai kebutuhan operasional, perawatan armada, serta pelunasan utang pembelian bahan bakar kepada Pertamina senilai USD 225 juta.

Setelah PMTHMETD, ekuitas konsolidasi Garuda diproyeksikan berbalik positif pada akhir 2025, sejalan dengan penambahan modal dan rencana inbreng aset dari entitas anak. Aksi ini juga dipastikan tidak mengubah pengendalian perseroan, dengan Negara Republik Indonesia tetap menjadi pemegang saham pengendali melalui struktur kepemilikan di DAM.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |